Bintan, suaraserumpun.com – Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi yang lebih dikenal dengan Titiek Soeharto mengagumi upaya PT Indojaya Agrinusa yang bisa mengekspor ayam broiler ke Singapura dari Bintan. Hal tersebut disampaikan Titiek Soeharto putri Presiden ke-2 RI ini pada saat meninjau lokasi pengembangan ayam petelur milik PT Indojaya Agrinusa group dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk di kawasan Ceruk Ijuk, Toapaya Asri, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, Minggu (22/6/2025).
Titiek Soeharto meninjau kawasan peternakan ayam petelur milik PT Indojaya Agrinusa dari Japfa Group di Kabupaten Bintan bersama unsur Pimpinan dan Anggota Komisi IV DPR RI. Turut hadir dalam kunjungan kerja Komisi IV DPR RI ini Gubernur Kepri H Ansar Ahmad, Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Ketua DPRD Kepri Iman Sutiawan, Kabinda Kepri, Kapolres Bintan, Wakapolres Bintan, Sekda Bintan Ronny Kartika dan sejumlah pimpinan OPD.
Selain itu turut hadir Syamsir Siregar Komisaris Utama PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Mantan Kepala BIN ini didampingi Anwar Tandiono alias Acai selaku Vice President Head of Feed Operation Sumatera PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk, serta manajemen PT Indojaya Agrinusa.
“Di Indonesia, kami dari Japfa Group sudah ada 16 perusahaan yang mengembangkan peternakan. Bahkan kami juga mengembangkan usaha peternakan ini hingga ke China, untuk pengembangan dan produksi sapi perah (susu). Di Bintan ini (PT Indojaya Agrinusa), sudah berkembangkan usaha peternakan ayam. Baik untuk produksi daging maupun ayam petelur,” sebut Syamsir Siregar.
Dalam petermuan tersebut, Vice President Head of Feed Operation Sumatera PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk Anwar Tandiono alias Acai menerangkan proses berdirinya PT Indojaya Agrinusa yang merupakan joint venture dari PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. Anwar Tandiono alias Acai menyebutkan, berdirinya PT Indojaya Agrinusa di Bintan ini, karena dorongan Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Sebab, selama ini, Kepri selalu memasok atau mendatangkan daging ayam maupun telur ayam dari luar daerah. Hampir 90 persen kebutuhan telur di Kepri, dipasok dari luar.
“Kami mendapat support dari pemerintah dan semua pihak. Di Bintan ini, kami mengembangkan usaha peternakan dengan sistem mulai dari hulu sampai hilir. Program kami itu mulai dari produksi bibit ayam, pembesaran ayam, produksi daging dan telur, sampai dengan pemasaran. Dan terakhir, kami akan mendirikan rumah potong,” terangnya.
Dalam menjalankan usaha pengembangan peternakan ayam di Bintan, lanjut Acai, PT Indojaya Agrinusa tidak berjalan sendiri. Tapi, memberdayakan peternakan lokal atau peternak daerah. Peternak lokal cukup menyediakan kandang, sarana dan prasarana, listrik dan air.
“Sedangkan bibit ayam, pakan sampai dengan obat-obatan, kami yang menyediakan. Kemudian, hasil produksi peternak daerah, kita bantu pemasarannya,” jelas Acai.
Pada kesempatan tersebut, Acai menyampaikan, saat ini PT Indojaya Agrinusa di Kabupaten Bintan Provinsi Kepri sudah berhasil mengekspor ayam hidup ke Singapura, sudah lima kali. Dengan total ayam hidup yang diekspor ke Singapura itu sebanyak 120 ribu ekor.
“Ini ayam hidup. Kita ekspor ke Singapura dari Bintan, dengan menggunakan kapal dengan jarak tempuh lebih kurang 11 jam. Tiba di Singapura, ayam langsung dipotong. Dengan kematian di bawah 1 persen. Ini sejarah di dunia. Ekspor ayam hidup pakai kapal laut ke Singapura. Nah, Agustus 2025 nanti, kita akan ekspor lagi ke Singapura,” sebut Acai.
Anwar Tandiono alias Acai juga menerangkan, pihaknya mengekspor ayam hidup ke Singapura untuk mencukupi kebutuhan daging. Karena Malaysia membatasi (bench) daging ayam ke Singapura. Bintan sebagai daerah terdepan Indonesia, sudah sewajarnya mengekspor ayam ke Singapura.
“Yang kita ekspor ke Singapura itu, sebagian kecil dari produksi di PT Indojaya Agrinusa ini. Kita tetap fokus pada memenuhi kebutuhan daging dan telur ayam di wilayah Kepulauan Riau (Kepri). Ini sebagai upaya kita mendukung ketahanan pangan nasional,” tambah Acai.
“Tahun 2027 nanti, diharapkan PT Indojaya Agrinusa bisa memproduksi telur lebih kurang 800 ribu butir per hari. Kami dari PT Indojaya Agrinusa maupun PT Japfa Comfeed Indonesia tidak ragu berinvestasi di sini. Investasi kita sudah melebihi Rp600 miliar,” sebut Anwar Tandiono alias Acai.
Ketua Komisi IV DPR RI Titiek Soeharto memberikan aplaus kepada PT Japfa dan PT Indojaya Agrinusa di Bintan, yang telah mengembangkan sektor peternakan. Tidak hanya di Indonesia. Perusahaan ini sudah mengembangan usaha peternakan hingga ke India dan China.
“Saya kenal dengan PT Japfa (Salim Group) ini sejak tahun 1984-an dulu. Hari ini, kita lebih kagum lagi karena bisa ekspor ayam ke Singapura dari Bintan (Kepri),” ujar Titiek Soeharto.
Usai mendapat paparan tentang pengembangan peternakan PT Indojaya Agrinusa, Titiek Soeharto menjelaskan, dirinya bersama rombongan Komisi IV DPR RI sudah meninjau beberapa daerah di wilayah Kepri. Termasuk di Pulau Penyengat, bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Kemudian, Gubernur Kepri mengajak rombongan Komisi IV DPR RI ke lokasi peternakan PT Indojaya Agrinusa grup dari PT Japfa di Kabupaten Bintan.
“Kita tentu apresiasi terhadap kinerja dari PT Japfa dan PT Indojaya yang berkembang begitu pesat. Mereka bisa memenuhi kebutuhan susu, daging ayam, telur dan lainnya untuk masyarakat. Kita doakan peternakan di Bintan ini go public,” harapnya.
Titiek Soeharto bangga terhadap PT Indojaya Agrinusa yang mengembangkan usaha, sejalan dengan misi dari Komisi IV DPR RI mitra kerja dari pertanian, peternakan dan perikanan.
“Kalau ada kendala, boleh sampaikan kepada kami di Komisi IV DPR RI. Sehingga, bisa kita carikan solusinya,” kata Titiek Soeharto.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyatakan, pemerintah akan terus mendorong dan membantu PT Indojaya Agrinusa dalam mengembangan usaha peternakan di Bintan. Namun, pemerintah juga berharap agar investasi peternakan ayam ini berpihak kepada masyarakat, dan terus memenuhi permintaan pasar. Terutama daging ayam dan telur ayam. Sehingga, daging dan telur tidak menjadi penyebab inflasi di daerah.
“Setiap investasi di daerah, akan kita bantu dalam segala hal,” ucap Ansar Ahmad singkat sebelum meninggalkan lokasi peternakan Indojaya Agrinusa di Toapaya, Kabupaten Bintan. (yen)
Editor: Sigik RS
