Batam, suaraserumpun.com – Airbus A330 Lion Air sedang menjalani pemeliharaan menyeluruh dan sejumlah pengerjaan teknis lainnya di Kawasan Ekonomi Khusus Batam Aero Technic (BAT), untuk persiapan penerbangan haji tahun 2025. Berikut ini penjelasan tentang pengecekan dan pemeliharaan beberapa komponen pada pesawat berbadan lebar tersebut.
Armada pesawat berbadan lebar jenis Airbus A330 milik Lion Air sedang menjalani proses pemeliharaan berkala di KEK Batam Aero Technic (BAT), Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Pemeliharaan sebagai persiapan operasional penerbangan haji 2025 tersebut bertujuan guna memastikan keselamatan, kenyamanan, dan keandalan pesawat selama melayani jemaah calon haji.
Pengecekan dan perawatan pesawat Airbus A330 Lion Air itu dilakukan di dalam hanggar Batam Aero Technic (BAT) Kota Batam. Fasilitas ini telah memiliki kapabilitas lengkap untuk melakukan inspeksi dan pemeliharaan pesawat berbadan lebar (wide body), sebagai bagian dari dukungan terhadap kesiapan operasional penerbangan haji dan layanan penerbangan jarak jauh.
Dalam masa perawatan ini, teknisi Batam Aero Technic (BAT) melakukan pengecekan menyeluruh pada bagian roda dan ban pesawat Airbus A330 Lion Air. Pemeriksaan ini merupakan bagian dari prosedur pemeliharaan berkala guna memastikan keselamatan dan kesiapan armada.
Pengecekan menyeluruh itu ditujukan pada sistem roda pendaratan (landing gear) dan ban pesawat Airbus A330 Lion Air. Pemeriksaan meliputi tekanan angin, ban, kondisi brake unit (rem), sistem hidrolik, serta struktur utama landing gear. Proses ini merupakan bagian krusial dari pemeliharaan guna memastikan keamanan dan performa optimal pesawat.
Justru itu, para teknisi Batam Aero Technic (BAT) melakukan pemeriksaan secara detail pada komponen nose landing gear (roda pendaratan depan) pesawat Airbus A330 Lion Air. Bagian ini merupakan sistem penting yang berfungsi menopang hidung pesawat saat berada di darat. Termasuk saat lepas landas, pendaratan, dan saat pesawat bergerak di landasan. Pemeriksaan mencakup struktur, sistem hidrolik, aktuator kemudi, dan tekanan ban.
Selain ban, teknisi Batam Aero Technic (BAT) melakukan inspeksi menyeluruh pada mesin pesawat Airbus A330 Lion Air. Pemeriksaan mencakup komponen utama, seperti fan blade yaitu bilah kipas bagian mesin. Kemudian, pengecekan pada sistem pembakaran, saluran udara, serta sistem kontrol mesin. Inspeksi ini bertujuan memastikan kondisi mesin tetap prima, aman, dan andal untuk mendukung penerbangan jarak jauh nonstop.
Tak cuma mesin. perawatan pesawat berbadan lebar ini juga ditujukan pada pemeriksaan sistem kelistrikan pesawat Airbus A330 Lion Air di bagian kompartemen bawah. Pemeriksaan ini meliputi kabel, konektor, panel distribusi listrik, serta sistem pendukung lainnya. Guna memastikan seluruh perangkat elektronik dan kontrol pesawat berfungsi normal dan aman selama penerbangan haji jarak jauh.
Pencatatan dan inspeksi part number pada salah satu komponen pesawat Airbus A330 Lion Air juga dilakukan. Part number merupakan nomor identifikasi unik yang digunakan untuk memastikan setiap suku cadang atau komponen pesawat sesuai dengan standar teknis dan keamanannya. Proses ini penting untuk menjamin bahwa semua komponen pesawat terverifikasi dan terdokumentasi dengan benar. Sehingga pesawat siap digunakan secara optimal dan aman dalam melayani penerbangan ibadah haji yang berdurasi panjang dan bersifat kritikal.
Proses pembersihan pada bagian eksternal pesawat Airbus A330 juga dilakukan oleh para teknisi BAT Kota Batam. Pembersihan ini penting untuk menjaga kebersihan dan kondisi luar pesawat. Termasuk permukaan sayap, badan pesawat, serta kaca jendela, agar tetap dalam kondisi optimal.
Selain meningkatkan penampilan pesawat, proses pembersihan ini juga berfungsi untuk memastikan bahwa tidak ada kotoran atau bahan asing yang dapat mempengaruhi performa penerbangan. Sekaligus mendukung kesiapan pesawat dalam melayani penerbangan haji dengan standar keselamatan yang tinggi.
“Pemeriksaan rutin juga dilakukan pada bagian ekor (empennage) Airbus A330 Lion Air. Pemeriksaan ini dilakukan secara berjadwal untuk memastikan kendali pesawat tetap optimal dan aman menjelang operasional penerbangan haji tahun 2025 nanti,” ujar Danang Mandala Prihantoro Corporate Communications Strategic of Lion Group dalam keterangan resmi yang diterima redaksi suaraserumpun.com, Minggu (13/4/2025). (yen)
Editor: Sigik RS
