banner 728x90
Sekwan Bintan Riang Anggraini dan Ketua DPRD Bintan Fiven Sumanti menjelaskan tentang efisiensi anggaran perjalanan dinas, Senin (24/3/2025). F- yen/suaraserumpun.com

Fiven Sumanti: Perjalanan Dinas DPRD Bintan dari Rp12 Miliar Berkurang Rp6 Miliar

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – DPRD Kabupaten Bintan telah melakukan efisiensi untuk perjalanan dinas. Anggaran perjalanan dinas DPRD Kabupaten Bintan dari Rp12 miliar, berkurang sekitar Rp6 miliar setelah dilakukan pembahasan.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPRD Bintan Fiven Sumanti didampingi Sekwan Riang Anggraini usai rapat paripurna penyampaian LKPj tahun anggaran Bupati Bintan di Kantor DPRD Bintan, Bintan Buyu, Senin (24/3/2025).

Awalnya, Riang Anggraini menjelaskan, efisiensi anggaran perjalanan dinas di DPRD Bintan itu, sesuai dengan instruksi Presiden nomor 1 tahun 2025 tentang efisiensi belanja dalam pelaksanaan kegiatan APBD.

“Anggaran khusus untuk perjalanan dinas itu mengalami efisiensi sebesar 50 persen. Awalnya dianggarkan sekitar Rp12 miliar. Setelah dibahas, berkurang Rp6 miliar,” sebut Riang Anggraini.

Anggaran perjalan dinas itu, sebut Riang Anggraini, bukan untuk anggota dewan semata. Tapi sudah termasuk untuk perjalanan dinas pegawai di Sekretariat DPRD Bintan. Untuk efisiensi kegiatan lain seperti makan minum, Riang menyampaikan, pimpinan DPRD Bintan berkomitmen dan akan tetap patuh pada instruksi Presiden tersebut.

“Kami tetap menunggu arahan pimpinan dewan dan Bupati Bintan tentang penggunaan anggaran yang kena efisiensi itu,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Bintan Fiven Sumanti menambahkan, unsur Pimpinan dan Anggota DPRD Bintan menerima rumusan efisiensi anggaran termasuk pemangkasan anggaran perjalanan dinas.

“Dalam efisiensi ini, kita tetap ikut rumusan yang sudah disusun bersama. Kalau perjalanan dinas itu dari Rp12 miliar berkurang Rp6 miliar,” sebut Fiven.

Fiven menegaskan, upaya efisiensi anggaran tidak akan berdampak serius terhadap kinerja Anggota DPRD Bintan dalam menjalankan fungsi-fungsi.

“Kalau anggaran pokir, alhamdulillah, belum. Nilainya untuk seorang anggota itu tak sampai Rp1 miliar. Kan dana itu buat pembangunan masyarakat,” tambah Fiven Sumanti. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *