Natuna, suaraserumpun.com – Seratusan tenaga medis RSUD Natuna melakukan aksi damai di Halaman Kantor Bupati Natuna, Senin (10/3/2025). Tenaga medis mengeluh soal TPP yang belum dibayar Pemkab Natuna, bulan November dan Desember 2024. Simak solusi dan jawaban Bupati Natuna Cen Sui Lan terhadap aspirasi para tenaga medis RSUD Natuna berikut ini.
Para tenaga medis tak hanya menyampaikan persoalan tunggakan pembayaran TPP. Massa yang dikoordinir oleh dr Muhammad Fadli ini juga menyampaikan permasalahan belanja mobil Dinas Kesehatan yang dinilai tidak layak, dalam kondisi defisit anggaran.
Aspirasi tersebut disampaikan lagi oleh dr Muhammad Fadli saat beraudiensi dengan Bupati Natuna Cen Sui Lan bersama sejumlah kepala OPD di ruang kerja bupati. Dalam audiensi itu, turut hadir sejumlah tenaga medis lainnya yang mewakili dari seratusan massa.
“Kepala Dinas Kesehatan jangan membeli mobil dinas baru di saat keuangan daerah lagi cekak (defisit),” ucap dr Fadli saat beraudiensi dengan Bupati Natuna Cen Sui Lan dan seumlah kepala OPD.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Natuna Cen Sui Lan menyambut baik audiensi dan menerima beberapa usulan yang telah disampaikan oleh perwakilan tenaga kesehatan tersebut. Tunggakan pembayaran TPP dan rasionalisasi itu merupakan kebijakan pada masa kepala daerah sebelumnya.
“Pemerintah daerah akan bertanggung jawab penuh untuk menindaklanjuti permasalahan yang menjadi harapan para tenaga kesehatan,” kata Cen Sui Lan.
Dalam audiensi tersebut akhirnya disepakati tunggakan TPP bulan November akan dibayarkan pada Maret 2925 ini, setelah tunda salur dari Pemprov Kepulauan Riau masuk ke kas daerah.
“Tidak hanya tenaga medis, tapi seluruh tunggakan ASN. Namun untuk tunggakan TPP bulan Desember (2024) akan ditunda dulu. Karena Pemda akan memprioritaskan pembayaran gaji ke-14 atau THR terlebih dahulu,” jelasnya.
Cen Sui Lan menambahkan, dirinya akan memperhatikan hak-hak ASN. Namun dengan syarat, ASN harus bekerja secara profesional dan melayani masyarakat dengan sungguh-sungguh.
“Setiap profesionalisme kerja, akan dibayar secara professional pula,” tegasnya.
Cen Sui Lan mengajak seluruh ASN di Natuna, khususnya tenaga kesehatan dapat lebih memahami kondisi keuangan daerah saat ini yang mengalami efisiensi. Sehingga ada beberapa kebijakan yang harus diambil. Sehingga roda pemerintahan dapat tetap berjalan sebagaimana mestinya.
“Saya minta seluruh ASN memahami, berikan saya waktu untuk mempelajari setiap permasalahan maupun memperbaiki birokrasi daerah,” pinta Bupati Natuna Cen Sui Lan.
Cen Sui Lan mengatakan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI saat ini masih melakukan audit kepada seluruh OPD Pemkab Natuna. Termasuk di Dinas Kesehatan dan RSUD Natuna, untuk tahun anggaran 2024.
“Laporan hasil pemeriksaannya (LHP) pada akhir bulan Maret 2025 ini diserahkan kepada saya. Nanti dari LHP itu tergambar dan terpotret semua hasil Audit. Dan ada beberapa OPD yang akan ditindaklanjuti dengan Audit Investigasi BPK. Termasuk mengaudit utang Rp188 miliar itu berasal dari mana saja. Nanti hasil LHP-nya juga terpotret dan terdokumentasikan,” jelas Cen Sui Lan.
dr Muhammad Fadli terharu dan merasa bersyukur usai mengadakan pertemuan dengan Bupati Natuna Cen Sui Lan.
“Alhamdulillah, tuntutan kami dipenuhi. Bupati tetap akan membayarkan seluruh tunggakan tunjangan kami untuk bulan November,” sebutnya.
dr Muhammad Fadli sudah bertugas di Natuna sejak tahun 2012 silam sebagai dokter umum. Sekarang, sudah bergelar dokter spesialis radiologi. dr Muhammad Fadli merasa terganggu secara psikologis dengan kebijakan sebelumnya.
Bahkan, dia mengungkapkan, selama ini, tidak ada keterbukaan, transparansi dan carut-marut birokrasi di RSUD oleh rezim sebelumnya. Dari Jawa Barat datang ke Natuna untuk mengabdi untuk masyarakat. Tapi di satu sisi membutuhkan perhatian dari pemerintah daerah.
“Kami harap, hari ini di kepemimpinan ibu Cen Sui Lan, Natuna lebih baik. Kepada Bapak Presiden Prabowo tolong perhatikan kami di perbatasan ini,” tambahnya. (yen)
Editor: Sigik RS
