Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Arus lalu lintas di kawasan traffic light perempatan Kota Piring Km 8 Kota Tanjungpinang, diubah oleh Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang dan pihak Satlantas Polresta Tanjungpinang, Senin (13/1/2025). Warga Tanjungpinang menyarankan, sudah saatnya direalisasikan rencana pembangunan fly over (jembatan layang) di Simpang Kota Piring Tanjungpinang tersebut.
Kondisi fasilitas traffic light di Simpang Kota Piring semakin parah, ketika tiang listrik di pinggir jalan tersebut tumbang akibat curah hujan yang tinggi, Jumat (10/1/2025) malam lalu. Sebelumnya, gorong-gorong di traffic light Kota Piring itu jebol.
Jalan di traffic light perempatan Kota Piring, dari arah Km 7 Tanjungpinang atau dari kediaman Gubernur Kepri menuju RSUD RAT Provinsi Kepri, maupun menuju kawasan Bintan Center, tak lagi berfungsi dua lajur. Kini, jalan di perempatan Kota Piring itu sudah digunakan satu lajur. Lajur di sebelah kiri disekat dengan marka, untuk menghindari terjadi kecelakaan lalu lintas.
Kawasan traffic light di perempatan Kota Piring, meerupakan satu titik macet lalu lintas. Akibat hujan deras Jumat (10/1/2025) hingga Minggu (12/1/2025), arus lalu lintas di kawasan tersebut sempat semrawut. Karena, traffic light di empat titik tidak berfungsi.
Mulai Senin (13/1/2025) pagi, Dishub Kota Tanjungpinang dan Satlantas Polresta Tanjungpinang mengubah atau melakukan rekayasa lalu lintas. Arus lalu lintas dari arah Km 7 menuju Km 9 kawasan Bintan Center, ditutup. Pihak terkait meletakan marka atau rambu lalu lintas di sepanjang median jalan yang berada di tengah.
Sehingga, pengendara dari arah Km 7 maupun dari Kota Piring harus menuju arah Km 8 RSUD RAT Provinsi Kepri.
“Iya, tadi pagi sudah kami pasang marka di tengah simpang Kota Piring itu. Traffic light belum berfungsi. Jadi, pengendara yang dari arah Km 7 atau dari Kota Piring menuju Bintan Center, harus lewat Terminal Sei Carang,” ujar seorang pegawai Dinas Perhubungan Kota Tanjungpinang.
Menurutnya, kondisi jalan di traffic light Kota Piring, semakin parah. Tak hanya gorong-gorong dan jalan yang hancur. Tapi, tiang listrik di jalan masuk Kota Piring juga tumbang.
“Kalau pagi, di simpang Kota Piring itu semakin macet. Karena jam mau masuk kerja dan jam antar anak sekolah. Tapi kalau sudah lewat jam 08.00 WIB, arus lalu lintas normal lagi. Sore macet lagi, karena cuma satu lajur saja jalan yang berfungsi di lokasi traffic light Kota Piring itu,” jelas sumber.
Pada kesempatan lain, Adi (38) seorang warga Tanjungpinang menyarankan, agar Gubernur Kepri H Ansar Ahmad segera merealisasikan janjinya untuk membangun fly over di Simpang Kota Piring tersebut.
“Kalau tak salah, di awal Pak Ansar jadi Gubernur Kepri, dia mau bangun fly over di simpang Ramayana dan simpang Kota Piring. Yang di simpang Ramayana sudah terealisasi. Sekarang, saatnya Pak Gubernur merealisasikan rencana pembangunan fly over di Simpang Kota Piring,” harapnya.
“Kalau fly over dibangun di Simpang Kota Piring, yakin lah arus lalu lintas tak macet lagi di kawasan itu. Kita berharap, warga di sekitar simpang Kota Piring itu, bisa membantu pemerintah untuk pembebasan lahannya. Jadi tak ada kendala lahan, kalau pemerintah mau bangun fly over di Simpang Kota Piring nanti,” sambung Adi. (yen)
Editor: Sigik RS
