Bintan, suaraserumpun.com – Hingga Minggu (12/1/2025), jumlah warga di Kabupaten Bintan yang terdampak banjir akibat hujan deras atau bencana cuaca ekstrem mencapai 1.070 KK. Selain intensitas cuaca hujan masih tinggi, banjir rob (pasang air laut) juga mengancam warga di wilayah daerah pesisir.
Wakil Bupati (Wabup) Bintan Ahdi Muqsith meninjau lokasi bencana dan cek kondisi warga yang terdampak cuaca ekstrem, Minggu (12/1/2025). Mulai dari Desa Sebong Lagoi dan Desa Ekang Anculai di Kecamatan Teluk Sebong, hingga Kampung Kangboi dan beberapa titik lain Kecamatan Toapaya.
Hujan deras dan angin kencang yang terjadi di seluruh wilayah Bintan sejak Jumat (10/1/2025), mengakibatkan pemukiman warga terendam akibat debit air yang tinggi. Beberapa fasilitas umum termasuk jalan raya pun tergenang. Beberapa titik akses jalan tidak bisa dilewati kendaraan. Hingga saat ini, tercatat 1.070 KK warga se-Kabupaten Bintan terdampak bencana cuaca ekstrem.
“Data terbaru bertambah dari 681, jadi ada 1.070 KK warga terdampak. Masih terus kita data. Walau pun curah hujan sudah berkurang tapi tetap harus selalu waspada, Satgas juga terus siaga,” kata Ahdi Muqsith Wabup Bintan di sela meninjau sejumlah lokasi bencana dan warga yang terdampak cuaca ekstrem, Minggu (12/1/2025).
Di Kampung Kangboi, beberapa rumah sempat terendam dengan ketinggian air mencapai pinggang orang dewasa. Wabup Bintan bersama BPBD Bintan menyerahkan paket sembako. Masyarakat sekitar juga sempat menceritakan lajunya debit air yang memasuki rumah, namun telah surut.
Masyarakat juga diminta untuk selalu memantau informasi BMKG terkait proyeksi cuaca yang masih harus diwaspadai. Update terakhir untuk sebagian besar wilayah Bintan hingga Minggu (12/1/2025), masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga tinggi.
Khusus untuk masyarakat di wilayah pesisir, diimbau untuk terus waspada terhadap banjir pasang laut (rob), yang bisa saja terjadi. Karena dari data BMKG, volume pasang air laut akan tinggi dalam pekan ini.
Semua kondisi darurat yang membutuhkan pertolongan dan penanganan diharapkan dapat segera dilaporkan melakui Call Centre yang telah disediakan maupun RT/RW, Lurah/Kades termasuk Satgas di lapangan. (yen)
Editor: Sigik RS
