Bintan, suaraserumpun.com – Bencana awal tahun 2025 tak cuma terjadi di luar negeri. Bencana alam juga terjadi di Pulau Bintan, pada awal tahun 2025. Bahkan, tim Polres Bintan turun tangan untuk mengevakuasi puluhan warga yang terdampak banjir, Jumat (10/1/2025) malam tadi.
Dunia sedang membicarakan bencana alam di awal tahun 2025. Selasa (7/1/2025) lalu, Los Angeles menjadi lautan api. Kebakaran begitu dahsyat terjadi di Los Angeles. Dari laporan petugas kebakaran California, Api sulit dipadamkan akibat angin kencang, dengan kecepatan rata-rata 140 km/detik hingga 160 km/detik. Bencana Los Angeles Fire pada cuaca kering ini menimbulkan 10 korban jiwa.
Dari data terakhir, hampir 10.000-an bangunan hancur akibat terbakar. Kemudian, 29.000 hektare lahan terbakar di sekitar Los Angeles. Dan 179.000 orang mengungsi.
Kebakaran di Los Angeles bermula, Selasa (7/1/2025) malam di kaki bukit timur laut, dekat kawasan cagar alam. Dalam hitungan jam, api menyebar cepat karena angin Santa Ana yang mencapai 160 km/jam. Angin ini menjadi salah satu faktor utama yang mendorong penyebaran api hingga wilayah pegunungan dan kaki bukit.
Selain angin kencang dan kurangnya hujan menyebabkan kebakaran, para ahli mengatakan perubahan iklim mengubah kondisi latar belakang dan meningkatkan kemungkinan terjadinya kebakaran tersebut.
Penelitian pemerintah Amerika Serikat dengan tegas menghubungkan perubahan iklim dengan kebakaran hutan yang terjadi lebih besar dan lebih parah di Amerika Serikat bagian barat.
Bencana Banjir di Bintan
Ketika bencana awal tahun di Los Angeles terjadi akibat cuaca kering dan angin kencang, bencana di Pulau Bintan, Kepulauan Riau (Indonesia) justru sebaliknya. Sejak Jumat (10/1/2025) dini hari hingga Sabtu (11/1/2025), Pulau Bintan diguyur hujan deras.
Beberapa wilayah pemukiman masyarakat di Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang dilanda banjir dan longsor. Polres Bintan beserta jajarannya turun tangan untuk bantuan warga yang terdampak banjir akibat cuaca hujan di Kabupaten Bintan, Jumat (10/1/2025) pagi hingga Sabtu (11/1/2025).
“Akibat curah hujan yang tinggi, beberapa tempat di wilayah Kabupaten Bintan dilanda bencana alam banjir,” ujar Iptu Prasojo Kasi Humas Polres Bintan mewakili Kapolres Bintan AKBP Yunita Stevani SIK MSi, Sabtu (11/1/2025).
Kasihumas Polres Bintan Iptu Prasojo menjelaskan, personel Polres Bintan dan jajaran Polsek masih terus memberikan imbauan serta bantuan kepada warga yang terdampak banjir akibat curah hujan yang tinggi.
“Berdasarkan laporan personel Polres Bintan dan jajaran di lapangan, 10 rumah dan 28 orang warga Desa Toapaya Utara berhasil dilakukan evakuasi, Jumat malam tadi,” sebut Iptu Prasojo.
“Kemudian 6 rumah dan 12 orang warga Desa Toapaya Selatan juga berhasil di evakuasi oleh personel kita,” sambungnya.
Dalam melakukan evakuasi ini pihak kepolisian bekerja sama dengan petugas gabungan Polsek, warga setempat, BPBD Kabupaten Bintan dan Kecamatan Gunung Kijang.
Polres Bintan mengimbau masyarakat Kabupaten Bintan, instansi terkait agar bisa membantu melakukan evakuasi kepada warga masyarakat di lokasi rawan. Karena situasi dan kondisi cuaca masih buruk, guna mengantisipasi terjadinya banjir susulan.
“Kepada masyarakat diharapkan agar selalu waspada dan berhati-hati. Mengingat intensitas curah hujan yang cukup deras. Dikhawatirkan terjadi longsor. Untuk itu, kita harus saling tolong dalam menjaga kondisi Kamtibmas di Kabupaten Bintan, agar tetap kondusif,” kata Kasi Humas Polres Bintan mewakili Kapolres Bintan AKBP Yunita Stevani SIK MSi. (yen)
Editor: Sigik RS
