banner 728x90
Ansar Ahmad Calon Gubernur Kepri nomor urut 1 yang getol memperjuangkan pembangunan Jembatan Batam-Bintan. F- and

Ansar Semakin Getol, Ini Keuntungan Setelah Pembangunan Jembatan Batam-Bintan Terwujud

Komentar
X
Bagikan

Batam, suaraserumpun.com – Ansar Ahmad Calon Gubernur Kepri semakin getol memperjuangkan pembangunan Jembatan Batam-Bintan (Babin), agar segera terwujud atau terealisasi. Berikut ini keuntungan setelah jembatan Batam-Bintan terealisasi.

Ansar Ahmad bukan saat menjabat Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) saja, getol memperjuangkan pembangunan Jembatan Batam-Bintan. Bahkan semasa menjabat Anggota DPR RI Fraksi Golkar Dapil Kepri, Ansar Ahmad selalu berkoar di dalam forum Komisi V, agar jembatan Batam-Bintan masuk dalam anggaran pusat. Perjuangan itu secara bertahap sudah ada progresnya.

“Pembangunan Jembatan Batam-Bintan itu harus diperjuangkan. Karena akan memberikan dampak positif atau keuntungan terhadap dua pulau terbesar di Provinsi Kepulauan Riau ini, Batam dan Bintan. Keberadaan Jembatan Babin akan menguntungkan kedua wilayah,” kata Ansar Ahmad di Batam, Selasa (29/10/2024).

Selain memperlancar arus orang dan barang antar kedua pulau, Ansar menegaskan, Jembatan Babin dapat dimanfaatkan sebagai jalur suplai air bersih dan kabel listrik.

Kota Batam, sebagaimana pusat perekonomian disebut Ansar akan terus berkembang sehingga juga akan berdampak terhadap peningkatan kebutuhan sumber air bersih.

“Dalam kurun waktu sepuluh tahun ke depan bisa jadi Batam akan kekurangan sumber air bersih, sehingga nantinya air bersih dapat dialirkan dari Pulau Bintan melalui badan jembatan,” kata Ansar.

Demikian pula kabel kabel listrik bawah laut yang selain mahal dan rentan gangguan.

“Sehingga ketika telah terbangun, kabel listrik dari Batam nantinya bisa melalui jalur khusus yang dibuat di badan jembatan,” ujar Ansar lagi.

Yang tak kalah penting keberadaan Jembatan Babin ini akan memberikan dampak besar terhadap kemajuan Pulau Bintan. Di dalamnya terdapat dua daerah yakni Kabupaten Bintan dan Kota Tanjungpinang.

“Ketika jembatan ini jadi dibangun, status FTZ di Bintan menjadi menyeluruh sehingga memajukan Bintan dan Batam,” terang Ansar Ahmad.

Upaya mewujudkan pembanguan Jembatan Babin dia katakan telah melalui proses cukup panjang. Seluruh lahan yang akan dilalui oleh jembatan telah dibebaskan. Kini pemerintah pusat pun tengah melaksanakan survei kedalaman, kondisi lahan bawah laut, kondisi arus dan sebagainya yang menjadi syarat pembangunan jembatan.

“Untuk survei ini pemerintah pusat mengeluarkan anggaran Rp70 miliar, dan diperkirakan diperkirakan akan selesai pada Desember 2024, sehingga proses lelang sudah bisa dimulai tahun depan,” terang Ansar.

Ia meyakinkan akan mewujudkan pembanguan Jembatan Babin.

“Jika Allah mengizinkan kami memimpin Kepri, kami akan menghadap Presiden Prabowo supaya pembangunan jembatan bisa segera dilelang,” sebutnya.

Ansar Ahmad meyakinkan komunikasi bersama pemerintahan Presiden Prabowo dapat terlaksana dengan lancar disebabkan koliasi Ansar-Nyanyang berada dalam koalisi yang sama dengan pemerintah pusat.

“Kami bersama Pak Amsakar dan Ibu Li Claudia Calon Wako dan Wawako Batam, serta Roby-Deby Cabup dan Cawabup Bintan, akan menghadap Presiden. Juga Pak Endipat Wijaya Anggota DPR RI Dapil Kepri dari Partai Gerindra, serta dan Rizky Faisal Anggota DPR RI Dapil Kepri dari Partai Golkar. Untuk segera mewujudkan pembangunan jembatan Batam-Bintan,” tutup Ansar Ahmad Calon Gubernur Kepri nomor urut 1 ini. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *