banner 728x90
Nnyanyang Haris Pratamura Calon Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) nomor urut 1 menampung aspirasi kesulitan air bersih dari warga Perumahan Putera Jaya Tanjung Uncang, Kota Batam. F - ist

Sembilan Tahun Susah Air, Warga Tanjung Uncang Batam Curhat ke Nyanyang Haris Pratamura

Komentar
X
Bagikan

Batam, suaraserumpun.com – Warga Perumahan Putera Jaya di Tanjung Uncang Kota Batam menyambut antusias kehadiran Calon Wakil Gubernur Kepri nomor urut 1 Nyanyang Haris Pratamura, Kamis (24/10/2024). Warga curhat kepada Nyanyang Haris Pratamura, sudah sembilan tahun susah air bersih.

Kehadiran Nyanyang ternyata sudah ditunggu warga yang sudah lama menunggu calon pemangku kebijakan hanya untuk mencurahkan isi hatinya (curhat).

“Pak, langsung saja tanpa basa-basi. Air, air, air. Kami tidak minta apa-apa. Kalau bapak terpilih tolong perhatikan masalah air di tempat kami. Dan kami mendukung bapak, karena kami percaya bapak,” ujar Yani warga Tanjung Uncang, Kota Batam.

“Sudah 9 tahun kami kesulitan air. Mandi kami, cuma sehari sekali. Air lumayan mengalir kalau sudah tengah malam. Kami tidak bisa istirahat dengan nyaman, hanya untuk menunggu air,” sambungnya.

Dikatakan Yani, akibat sulitnya air terkadang bisa menyebabkan selisih paham dengan tetangganya sendiri, yang menyebabkan ketidakharmonisan di lingkungan perumahan. Tidak hanya di Putera Jaya. Keluhan air terjadi di sejumlah daerah di Tanjung Uncang seperti di daerah Sei Lekop.

“Masa rumah disubsidi, air pun harus disubsidi. Saat ini bukan harta kami yang menjadi kecemburuan, tapi air yang sering membuat perselisihan. Untuk itu saya mohon bapak bisa bantu kami,” ucap Yani mewakili warga lainnya.

Menanggapi hal tersebut, Nyanyang Haris Pratamura berjanji bersama Calon Wali Kota Batam terpilih ke depan dan instansi terkait dalam hal ini BP Batam, akan berkoordinasi untuk meningkatkan pelayanan air.

“Insya Allah nanti bersama wali kota pengganti, Pemerintah Provinsi Kepri akan mendorong BP Kawasan untuk menyiapkan anggaran pemasangan pipa. Saya yakin bisa. Karena BP Batam bisa menggunakan anggaran pemerintah pusat melalui APBN di bawah Komisi VI,” ujar Nyanyang Haris Pratamura.

“Ini ada yang salah, kenapa hampir 10 tahun tinggal di sini, airnya selalu macet. Airnya tidak jalan, kadang-kadang cuma setengah jam, karena ada yang salah dengan penanganan,” kata Nyanyang menambahkan. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *