banner 728x90
Juminto tokoh masyarakat Kampung Mekar Jaya Jalan Abadi, Batu 8 Atas, Kelurahan Batu IX, Tanjungpinang mendengarkan-paparan visi misi Ansar Ahmad Calon Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) nomor urut 1. F- yen/suaraserumpun.com

Juminto: Pemimpin Itu Harus Segala Bisa, Ansar Ahmad Jangan Diganti

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Warga Tanjungpinang sangat antusias memenangkan pasangan Ansar Ahmad dan Nyanyang Haris Pratamura Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) nomor urut 1, pada Pilkada 2024. Bagi warga, Ansar Ahmad adalah pemimpin ‘segala bisa’ dan pantas menjadi panutan masyarakat Kepri. Ansar Ahmad jangan diganti sebagai Gubernur Kepri.

Ansar Ahmad Calon Gubernur Kepri nomor urut 1 mengadakan kampanye tatap muka dengan ratusan warga Kampung Mekar Jaya, Jalan Abadi Batu 8 Atas, Kelurahan Batu IX, Kota Tanjungpinang, Rabu (16/10/2024) petang tadi.

Di depan ratusan warga, Ansar Ahmad menyampaikan, pasangan Calon Gubernur Kepri nomor urut 1 ini diusulkan 12 partai politik. Di DPRD Provinsi Kepri, ada 32 dari 45 anggota dewan partai politik pengusul Ansar-Nyanyang. Dari parpol pengusul pasangan Ansar-Nyanyang itu, satu di antaranya Partai Gerindra, yang dipimpin oleh Presiden terpilih Prabowo Subianto.

Dukungan parpol dari pusat dan keberadaan anggota dewan di DPRD Kepri itu, akan mempermudah kebijakan untuk melanjutkan pembangunan yang sudah diprogramkan Ansar Ahmad ke depan.

Kemudian, pada saat kampanye di Kampung Mekar Jaya tersebut, Ansar Ahmad menyampaikan, dirinya bersama Plt Gubernur Kepri Hj Marlin Agustina, baru 3 tahun 8 bulan menjalankan pembangunan. Pada tahun pertama, Ansar Ahmad harus fokus menangani pandemi Covid-19. Kepri mendapat penghargaan nasional dalam penanganan Covid-19.

Ansar Ahmad baru memasuki tahun kedua (2022), memulai menjalankan program pembangunan. Dengan kondisi APBD Kepri yang sangat minim berkisar Rp3,7 triliun, Ansar Ahmad bolak balik mencari anggaran ke pemerintah pusat. Alhasil, banyak program pembangunan yang sudah terealisasi.

Seperti bidang pelayanan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu, Ansar Ahmad menyediakan dua rumah singgah, di Jakarta dan di Batam. Kemudian, menyediakan armada transportasi laut untuk pelayanan kesehatan. Pendirian Rumah Sakit Jiwa, sampai dengan pelayanan operasi kanker jantung di RSUD RAT Provinsi Kepri.

Untuk bidang pendidikan, Ansar Ahmad pun membuat kebijakan SPP gratis bagi SMA, SMK dan SLB. Secara bertahap diberikan seragam gratis. Selanjutnya, subsidi bagi pendidikan bagi pelajar MAN dan sekolah swasta.

Untuk infrastruktur, sudah banyak yang terealisasi. Termasuk program Kepri Terang, perlindungan ribuan nelayan melalui BPJS Ketenagakerjaan hingga bantuan modal usaha tanpa bunga. Ke depan, pembangunan jembatan Batam-Bintan sudah memasuki tahap lelang di internasional. Setelah jembatan Batam-Bintan selesai, Pulau Bintan bakal menjadi kawasan FTZ menyeluruh.

Selain kepedulian terhadap pembangunan dan sosial, Ansar Ahmad pun berselawat Nabi Muhammad SAW dalam kegiatan kampanye tersebut. Bahkan, Ansar Ahmad pun dengan fasih melafazkan bacaan Alquran (mukadimah) dalam kampanye tersebut.

“Mantap, begini lah sosok pemimpin negeri itu. Pemimpin itu harus segala bisa,” kata Juminto tokoh masyarakat Kampung Mekar Jaya, Kelurahan Batu IX, Tanjungpinang saat mendengarkan visi misi Ansar Ahmad.

Pemimpin segala bisa yang dimaksud Juminto yaitu, cerdas dan memiliki jaringan kuat untuk mendatangkan anggaran pusat. Anggaran itu digunakan untuk pembangunan daerah dan memberikan manfaat bagi masyarakat banyak. Selain untuk duniawi, seorang pemimpin juga harus bisa mengajak dan menjadi panutan bagi masyarakat banyak ke akhirat.

“Saya bukan orang partai. Tapi saya tahu betul sosok Pak Ansar Ahmad ini, dari dulu. Beliau bukan saja ahli di pemerintahan atau politik sampai membuat kebijakan pro rakyat kecil. Warga kurang mampu saja yang datang ke rumahnya, dia bantu,” sebutnya.

“Kalau soal agama untuk membawa masyarakat ke jalan syurga, Pak Ansar Ahmad sudah ahlinya. Jangankan imam atau baca Alquran, jadi khatib pun sudah terbiasa. Pemimpin itu harus segala bisa dan jadi panutan.”

“Untuk Pilkada ini, kalau dilihat ke undang undang, seorang gubernur itu boleh berganti toh. Tapi kalau Pak Ansar Ahmad jangan diganti. Mari kita pilih beliau saat Pilkada tanggal 27 November 2024 nanti. Biar beliau tetap jadi Gubernur Kepri lagi,” demikian harapan Juminto di sela ratusan warga yang menghadiri kampanye Ansar Ahmad Calon Gubernur Kepri nomor urut 1 tersebut. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *