Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Pemprov Kepri telah meresmikan pembangunan Gedung Farmasi senilai Rp9 miliar untuk layanan kesehatan, baru-baru ini. Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebutkan, tahun anggaran 2025 nanti, dibangun laboratorium kesehatan masyarakat senilai Rp18 miliar.
Berbagai upaya dilakukan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H Ansar Ahmad dalam rangka pemenuhan layanan kesehatan masyarakat yang menjadi mandatory yang wajib dilaksanakan pemerintah daerah. Pada tahun anggaran 2024 ini, Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau telah menetapkan anggaran lebih dari 10 persen sebagaimana tugas mandatory yang harus dilaksanakan pemerintah daerah.
“Saat ini sudah dianggarkan sekitar 11 persen,” sebut Ansar Ahmad Gubernur Kepri saat memberikan keterangan, Rabu (24/7/2024).
Pemenuhan layanan kesehatan masyarakat, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyatakan, harus dilakukan aksi yang masiv. Pemenuhan kebutuhan sarana dan prasarana disebut Ansar, tidak cukup dengan hanya mengandalkan APBD.
“Butuh dukungan pemerintah pusat agar layanan kesehatan yang lebih prima,” ujarnya.
Justru itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad getol memperjuangkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat, dengan menemui Menteri Kesehatan. Belum lama ini, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menemui Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin. Setidaknya ada tiga hal yang didiskusikan. Di antaranya pemenuhan kebutuhan rumah sakit jiwa, gedung instalasi farmasi, dan laboratorium kesehatan masyarakat.
“Untuk kebutuhan rumah sakit jiwa, sebagian sudah dibangun. Dan rumah sakit penanganan kecanduan obat-obatan narkotika dan psikotropika yang sudah diresmikan. Kita akan mendorong lagi kekurangannya agar RS jiwa lebih sempurna. Harus dilengkapi karena lahan yang tersedia ada 10 hektare,” jelas Gubernur Kepri.
Untuk gedung instalasi farmasi, lanjut Ansar, Pemerintah Provinsi Kepri melalui Dinas Kesehatan membangun dengan menggunakan dana APBD karena dianggap masih terkaver. Dana pembangunan gedung ini sebesar Rp9 miliar. Gedung berlokasi di Dompak Tanjungpinang, dan penggunaannya telah diresmikan, baru-baru ini.
“Tinggal digunakan secara maksimal, dan dikelola oleh UPTD tersendiri yang memang sudah eksis melalui Dinkes,” terang Gubernur Kepri.
Selain itu, kepada Menkes Budi Gunadi, Gubernur Kepri Ansar Ahmad meminta bantuan laboratorium kesehatan masyarakat.
“Pak Menkes mendukung untuk pengadaan itu. Insya Allah tahun 2025 sudah akan dibangun dengan nilai sekitar Rp18 miliar,” terang Ansar.
Ansar merencanakan agar laboratorium kesehatan masyarakat ini dibangun di sekitar gedung instalasi farmasi untuk memudahkan koordinasi dan lainnya.
Untuk tahun 2024 ini, Kementerian Kesehatan RI juga mengucurkan dana antara Rp20 miliar sampai Rp25 miliar untuk penambahan ruang rawat inap rumah sakit yang ada di Kundur, Tanjungbatu, Kabupaten Tanjungbalai Karimun.
“Kemarin Sudah dipastikan, nilainya antara RP20 miliar sampai Rp25 miliar. Sudah ketemu langsung dengan Pak Menteri PU dan beberapa Dirjennya, kemudian bertemu dengan Menkes,” terang Ansar.
Dalam beberapa minggu ke depan, Gubernur Kepri Ansar Ahmad berencana kembali bertemu Menkes untuk membahas beberapa permasalahan pemenuhan kebutuhan kesehatan masyarakat Kepulauan Riau.
“Karena ada keperluan penambahan fasilitas rumah sakit yang nilainya cukup besar, dan butuh dukungan Kemenkes,” tutup Ansar. (yen)
Editor: Sigik RS
