banner 728x90
Suasana nonton bareng (nobar) wayang kulit via zoom di Polres Bintan bersama Kapolri dan Panglima TNI, Jumat (5/7/2024) malam. F- humas polres bintan

Via Zoom, Polres Bintan Gelar Nobar Wayang Kulit Bersama Kapolri dan Panglima TNI

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Polres Bintan menggelar nonton bareng (nobar) wayang kulit bersama Kapolri dan Panglima TNI, Jumat (5/7/2024) malam. Nobar wayang kulit ini merupakan rangkaian kegiatan memeriahkan Hari Bhayangkara ke-78 yang dilaksanakan Mabes Polri bersama TNI.

Pagelaran wayang kulit tersebut dihadiri oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo MSi dan Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto SE MSi. Kapolres Bintan dan jajaran turut nonton bareng via zoom yang dilaksanakan di Mapolres Bintan.

Acara yang diselenggarakan di Mapolres Bintan ini di hadiri Wakapolres Bintan Kompol Amir Hamzah dan sejumlah Pejabat Utama Polres Bintan serta FKPD Bintan seperti dari Fasharkhan, Satrad 213 Tanjungpinang.

Baca Juga :  Pj Wali Kota Tanjungpinang Mendorong Gerakan Menanam di Lahan Ekstambang Bauksit buat ASN

Nonton Bareng tersebut juga dihadiri oleh Ketua dan Pengurus Paguyuban Jawa (PKJ) Kabupaten Bintan, Ketua Paguyuban Kediri Manunggal Bintan serta pengurus Paguyuban Kediri Manunggal Bintan dan masyarakat pecinta Wayang.

Kasi Humas Polres Bintan Iptu Missyamsu Alson menjelaskan, pertunjukan wayang kulit ini tidak hanya untuk merayakan HUT Bhayangkara. Tetapi juga sebagai upaya Polri dalam melestarikan seni dan budaya.

Pertunjukan wayang kulit tersebut dengan lakon Tumurune Wiji Sejati dengan Dalang Ki Hj Dr Yanto, Ki Mpp Bayu Aji Pamungkas, Ki Sri Guncoro dan Ki Harso Widi Santoso.

Baca Juga :  Polsek Bintan Utara Laksanakan Sosialisasi Pencegahan Kenakalan Remaja di Sekolah

“Wayang Tumurune Wiji Sejati adalah bentuk seni pertunjukan wayang kulit yang menggabungkan elemen-elemen tradisional dan kontemporer. Guna menceritakan kisah-kisah moral dan spiritual,” kata Kasi Humas Polres Bintan, Sabtu (6/7/2024).

Dalam pertunjukan wayang kulit tersebut, disampaikan pesan-pesan yang relevan dengan kehidupan modern sambil tetap menghormati tradisi, Wayang Tumurune Wiji Sejati, yang berarti Turunan dari Benih Sejati yang mengangkat tema-tema yang berhubungan dengan perjalanan spiritual dan pencarian jati diri.

Iptu Alson menambahkan, dalam pertunjukan tersebut, cerita-cerita dari epik klasik seperti Mahabharata dan Ramayana diadaptasi untuk mencerminkan tantangan dan dilema yang dihadapi oleh masyarakat saat ini.

Baca Juga :  129 Pelajar SMA dan SMK Mengikuti Pelatihan Calon Siswa Anggota Polri, Begini Pesan Kapolres Bintan

Hal ini membuat pertunjukan wayang kulit ini tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik. Salah satu ciri khas dari Wayang Tumurune Wiji Sejati adalah penggunaan tokoh-tokoh wayang yang didesain ulang dengan tampilan yang lebih modern dan dinamis, tanpa meninggalkan esensi dari karakter tradisionalnya. Dalang, atau pencerita utama, memanfaatkan teknologi suara dan pencahayaan untuk menciptakan atmosfer yang lebih dramatis dan imersif.

“Mari kita mencintai budaya-budaya daerah yang ada di Indonesia ini. Sebagai pemersatu Bangsa dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika,” harap Iptu Missyamsu Alson Kasi Humas Polres Bintan. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *