banner 728x90
Nurzikri dan petugas kloter Debarkasi Batam (BTH) 09 saat memberikan layanan kepada jemaah haji. F- dok/suaraserumpun.com

Kisah Petugas Kloter Debarkasi Batam 09, Terkesan dengan Jemaah yang Sabar Ketika di Musdalifah

Komentar
X
Bagikan

Batam, suaraserumpun.com – Jemaah haji sebagian sudah kembali ke tanah air dengan kelompok terbang (kloter) masing-masing. Selama menunaikan ibadah haji, jemaah didampingi para petugas. Berikut kisah petugas debarkasi Batam 09 (BTH 09), selama mendampingi jemaah. Mulai dari tertib sampai dengan kesabaran saat di Musdalifah.

Senin (1/7/2024), fase pemulangan jemaah haji 1445 hijriah ke Tanah Air sudah mencapai kelompok terbang (kloter) 9. Di debarkasi Batam (BTH), kloter BTH 09 yang kembali pulang terdiri dari 448 jemaah haji, berasal dari Kabupaten Indragiri Hulu dan Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Ketua Kloter BTH 09, Nurzikri begitu terkesan selama mendampingi jemaah di Tanah Suci. Ia mengapresiasi, karena menurutnya, jemaah kloter BTH 09 adalah jemaah yang tertib dan bisa bekerja sama dengan baik. Ketika di Musdalifah hampir mengalami crowded (sesak ramai). Karena ada 4 kloter yang beramai-ramai mau masuk ke dalam.

Baca Juga :  Keluarga Daerah Piaman Gelar Maulid Nabi dengan Gubernur Kepri, Simak Pesan Ansar Ahmad Berikut

“Hanya kloter BTH 9 yang sabar bertahan tetap duduk. Kami menjadi pelopor mengatur 1.600 orang (4 kloter) yang ingin masuk lewat pintu kecil di Musdalifah. Melihat jemaah kami duduk, mereka ikut duduk,” kata Nurzikri mengawali laporannya setibanya di Aula Arafah I Asrama Haji BP Batam.

“Kami selaku petugas kloter mengapresiasi sekali kepada jemaah kloter 9, yang dapat mengikuti arahan dan kerja sama dengan baik,” sambungnya.

Selama mendampingi jemaah, khususnya saat melaksanakan puncak haji di Arafah, Musdalifah, dan Mina, Nurzikri mengungkapkan, kebijakan-kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah berdampak positif pada kelancaran dan keselamatan jemaah haji.

Baca Juga :  Polres Karimun Mengamankan Dua Pelaku Curat di 12 TKP

“Terima kasih kepada Kementerian Agama yang menerapkan beberapa kebijakan, yang sangat membantu dan ini harus dipertahankan. Skema murur sangat menyelamatkan jemaah lansia. Mengingat ada ratusan jemaah lansia dan risiko tinggi di kloter 9. Adanya safariwukuf, makanan khusus lansia, dan petugas kursi dorong yang dipantau ini sangat membantu,” ungkapnya.

Mewakili petugas kloter BTH 09, Nurzikri juga mengucapkan terima kasih kepada pemerintah daerah Indragiri Hulu dan Kota Pekanbaru serta Kantor Kemenag Pekanbaru dan Indragiri Hulu yang selalu memantau dan memberi nasihat selama pelaksanaan ibadah haji di Tanah Suci.

Baca Juga :  Kronologi Pembunuhan Tragis Pengusaha Besi Tua Tanjungpinang, Pelaku Kabur ke Inhil dan Inhu Riau

Hadir dalam momen penyambutan dan penjemputan jemaah oleh petugas daerah saat itu, Sekretaris Daerah Indragiri Hulu, Kepala Kemenag Indragiri Hulu, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Batam beserta jajaran.

Mulanya, jemaah haji kloter BTH 09 yang berangkat ke Tanah Suci berjumlah 449 orang. Namun 1 orang wafat atas nama Supriadi Achmad Suchemi asal daerah Indragiri Hulu. Dari 448 orang yang kembali ke Tanah Air, 106 orang di antaranya berasal dari Indragiri Hulu dan 86 orang dari Pekanbaru. Ditambah 3 petugas haji daerah 3 petugas kesehatan, petugas kloter Kemenag, dan 1 orang Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU). (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *