banner 728x90
Guntur Sakti Kepala Dinas Pariwisata Kepri saat bersama Menpareekraf Sandiaga Uno membicarakan kebijaan Visa on Arrival (VoA) untuk Kepri. F- ist

Kebijakan Visa on Arrival untuk Kepri Tahap Finalisasi, Tarif Short Term VoA Sebesar Rp150 Ribu

Komentar
X
Bagikan

Batam, suaraserumpun.com – Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Riau (Kepri) Guntur Sakti menyatakan, kebijakan pemerintah pusat mengenai Visa on Arrival (VoA) untuk Kepri, dalam tahap finalisasi. Pemprov Kepri berharap, kebijakan VoA dalam batas waktu 7 hari atau short term VoA untuk Kepri itu, segera diberlakukan. Tarif short term VoA tersebut 10 dolar US (USD) atau setara sebesar Rp150 ribu per tujuh hari.

“Iya. Kebijakan Visa on Arrival atau VoA untuk Kepri selama tujuh hari itu, dalam tahap finalisasi. Usulan tarifnya Rp150 ribu atau 10 dolar US. Tarif itu belum final, masih usulan,” kata Guntur Sakti, Selasa (2/7/2024).

Baca Juga :  Kapolres Bintan Kunjungi Polsek Tambelan, AKBP Tidar: Selalu Waspada!

Kebijakan Visa on Arrival (VoA) yang diupayakan Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam upaya mendongkrak angka kunjungan wisatawan ke Kepulauan Riau, semakin terang. Kebijakan itu kini sudah dalam tahap finalisasi, dan segera diterapkan.

Seperti yang dikatakan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno ketika bertemu Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Southlink Country Club, Batam, Sabtu (29/6/2024) lalu.

“Setelah perjuangan yang cukup lama, sekitar dua pekan yang lalu saya telah menandatangani formulasi akhir yang akan disahkan melalui Peraturan Presiden terkait dengan kebebasan untuk regulasi bagi ekspatriat yang tinggal di Singapura dan kunjungan wisatawan,” kata Sandiaga Uno, seperti dilansr pada laman resmi Kemenparekraf RI.

Baca Juga :  Cen Sui Lan Meresmikan Sarana Sanitasi LPK STTII Batam, Nilainya Rp200 Juta

Menparekraf Sandiaga menerangkan, skema VoA ini nantinya akan diberlakukan dengan dua jenis durasi, yaitu 30 hari dan tujuh hari. Untuk durasi 30 hari, wisatawan akan dikenakan tarif Rp500 ribu dan short term visa yang berlaku selama tujuh hari dikenakan tarif Rp150 ribu.

“Jadi nanti hasil akhirnya yang kita harapkan, untuk short term visa yang diajukan daerah sekitar 10 dolar AS (setara Rp150 ribu) itu juga sebagai rancangan untuk itu. Seandainya yang visa ini tidak dipertimbangkan, maka rancangan kedua yang menjadi opsi,” terangnya lagi.

Baca Juga :  Antigen Tak Berlaku, Warga Tambelan Tak Bisa ke Pontianak, Stok Sembako Terancam

Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad mengapresiasi langkah-langkah yang ditempuh oleh Kemenparekraf untuk menyusun dan merealisasikan pemberlakuan VoA di wilayah Kepri.

“Ini membangun atmosfer semangat teman-teman para pelaku pariwisata di Kepri agar jadi lebih semangat lagi,” ujar Ansar Ahmad didampingi Kepala Dinas Pariwisata Kepri Guntur Sakti. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *