banner 728x90
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menggali aspirasi hingga menerima keluhan soal status lahan di kampung tua Tanjung Sengkuang, Kota Batam, Minggu (30/6/2024). F- diskominfo kepri

Ansar Berkunjung ke Kampung Tua Tanjung Sengkuang Batam, Masyarakat Mengeluh Soal Status Lahan

Komentar
X
Bagikan

Batam, suaraserumpun.com – Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad terus berkunjung ke masyarakat Kepri dari daerah satu ke daerah lain, sejak bulan lalu. Selain menyosialisasikan program strategis, Ansar Ahmad juga menggali aspirasi masyarakat. Seperti keluhan warga tentang status lahan di kampung tua Tanjung Sengkuang, Kota Batam.

“Kita rolling (bergulir) terus kunjungan ke masyarakat untuk menggali aspirasi,” kata Ansar Ahmad.

Minggu (30/6/2024) kemarin, Ansar Ahmad melakukan kunjungan dan menyapa warga Kampung Tua Tanjung Sengkuang, Kota Batam. Kegiatan ini merupakan kegiatan silaturahmi Gubernur Kepri bersama masyarakat yang dilakukan secara rutin dengan tujuan untuk mendengar dan menggali langsung apa-apa yang dibutuhkan oleh masyarakat.

Selain itu, kegiatan seperti ini dimanfaatkan Gubernur Kepri Ansar Ahmad untuk menyebarluaskan berbagai program strategis Pemprov Kepri yang telah dilakukan sebelumnya. Dengan harapan masyarakat bisa mengetahui dan dimanfaatkan secara merapa.

“Mudah-mudahan silaturahmi ini membawa kita keberkahan. Semoga dengan bersilaturahmi bisa memperpanjang umur,” ujar Ansar Ahmad.

Baca Juga :  Dewi Kumalasari dan Pengurus BKMT Kepri Berbagi Santunan untuk Kaum Duafa di Tanjungpinang

Dalam kesempatan ini Gubernur Kepri Ansar Ahmad menerima aspiras masyarakat setempat. Yakni menyangkut status lahan yang saat ini sedang mereka tinggali. Sebagai kampung tua, warga berharap bisa mendapatkan hak milik atas tanah yang telah mereka tinggali selama bertahun-tahun tersebut.

Menanggapi keresahan warga, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyatakan, bahwa masalah lahan memang merupakan masalah yang paling esensial. Oleh sebab itu, Gubernur Kepri Ansar Ahmad akan mencoba mencarikan solusinya.

“Persoalan yang paling esensial di sini adalah persoalan status lahan. Nanti kita akan surati BP Batam dan Menko Perekonomian untuk mencarikan solusi terbaik,” ujar Ansar Ahmad.

Usai di Kampung Tua Tanjung Sengkuang, silaturahmi berlanjut ke Perumahan Griya KPN. Gubernur Kepri Ansar Ahmad memaparkan program-program pemerintah provinsi. Dari kesehatan hingga pendidikan, dari ekonomi hingga infrastruktur, semua dijabarkan dengan rinci agar masyarakat mengetahui dan memanfaatkannya.

Baca Juga :  Mengesankan, Musrenbang Kecamatan Gunung Kijang Digelar di Hallo Bintan Beach

“Kami baru saja meresmikan rumah sakit jiwa di Tanjung Uban. Ini penting untuk menangani perawatan orang yang kecanduan narkoba dan masalah kejiwaan lainnya. Hal ini saya sampaikan dimana-mana tempat yang saya kunjungi,” jelas Gubernur Kepri.

Ansar Ahmad juga menceritakan dengan bangga tentang layanan pasang ring jantung yang kini tersedia di RSUD Provinsi, lengkap dengan dua dokter spesialis jantung muda asli Kepri.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyinggung prestasi Kepri dalam hal toleransi beragama.

“Tahun 2022, Kepri dinobatkan sebagai provinsi terbaik pertama tingkat toleransi dan moderasi agamanya se-Indonesia. Kepri ini heterogen, tapi alhamdulillah kita tidak pernah konflik horizontal,” sebutnya.

Di bidang pendidikan, mulai Juli mendatang, SPP untuk anak SMA, SMK, dan SLB negeri akan digratiskan.

“Kita juga membantu transportasi gratis untuk anak-anak sekolah di pesisir dan daratan yang kurang mampu,” tambah gubernur.

Baca Juga :  Menuju Pilkada Bintan, Zulfaefi Bakal Bersaing Lagi dengan Ahdi Muqsith

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menambahkan, program pinjaman modal usaha tanpa bunga 0% bekerja sama dengan Bank Riau Kepri Syariah.

“Dengan pinjaman hingga 40 juta rupiah, kita berharap bisa membantu UMKM kita berkembang,” ucapnya.

Pembangunan infrastruktur juga menjadi fokus yang disampaikan Ansar Ahmad Gubernur Kepri.

“Pembangunan jembatan Batam-Bintan terus kita gesa. Nantinya, ini akan menjadi jembatan terpanjang di Indonesia,” kata Ansar Ahmad.

Pertemuan yang berlangsung hangat itu dihadiri berbagai tokoh masyarakat, mulai dari ketua yayasan, imam masjid, hingga ketua RT dan RW setempat. Kehadiran mereka menambah arti penting silaturahmi ini sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Sebelum mengakhiri kunjungannya, Gubernur Ansar berpesan, membangun negeri ini, tidak bisa sendiri. Harus bersama-sama, tidak melihat agama, latar belakang budaya.

“Kita harus bersatu,” kata Ansar Ahmad menambahkan. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *