banner 728x90
Gubernur Kepri Ansar Ahmad bersama Sinar Danandjaya Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepri. F- diskominfo kepri

Sinar Danandjaya Jadi Kepala OJK Kepri, Ansar Ahmad Mengharapkan Kolaborasi

Komentar
X
Bagikan

Batam, suaraserumpun.com – Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad menghadiri pengukuhan Sinar Danandjaya sebagai Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Kepulauan Riau di Ballroom Radisson Golf & Convention Centre Sukajadi, Kota Batam, Jumat (28/6/2024). Sinar Danandjaya menggantikan pejabat lama Rony Ukurta Barus. Gubernur Kepri H Ansar Ahmad mengharapkan kolaborasi yang baik antara OJK dengan pemerintah maupun swasta.

Pelantikan Kepala OJK Provinsi Kepri telah dilaksanakan serentak pada tanggal 3 Juni 2024 lalu, oleh Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan RI Mahendra Siregar bertempat di Jakarta, bersama 21 Kepala OJK Provinsi dari seluruh wilayah Indonesia.

Sebagai lembaga pemerintah non depertemen, nantinya OJK sesuai tugas pokok dan fungsinya akan berperan dalam menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan pada sektor jasa keuangan.

Baca Juga :  RSUD Bintan Disurvey Tim Akreditasi Untuk Tingkatkan Status

Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam sambutannya mengatakan, OJK memiliki peran yang sangat strategis dalam membantu meningkatkan percepatan akses keuangan dan juga sistem perekonomian, tidak hanya pada lingkup nasional, tapi juga di lingkup Provinsi Kepri.

Karenanya sambung Gubernur Kepri Ansar Ahmad, kolaborasi yang baik antara OJK, pemerintah daerah dan sektor swasta, akan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan visi bersama, yakni untuk bersama – sama, meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kepulauan Riau.

“Pemprov Kepri senantiasa membuka ruang terhadap OJK Kepri untuk membuka layanan kerjasama terhadap masyarakat, melalui ruang-ruang kerjasama, terutama dalam fasilitasi akses keuangan dalam berbagai lintas sektor,” jelasnya.

Baca Juga :  Tim Asistensi Penilaian Pelayanan Publik Mengunjungi Polres Bintan

Dalam hal ini kerjasama yang bisa dilaksanakan, tambah Gubernur Kepri, seperti kerja sama dengan sektor UMKM, sektor industri dan perdagangan, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, hingga sektor kelautan dan perikanan. Karena sektor – sektor diatas, sangat membutuhkan sekali peran OJK dalam memfasilitasi akses keuangan.

Berdasarkan catatan data survei yang dilakukan OJK, Indeks Literasi Keuangan Provinsi Kepri pada tahun 2022 sebesar 48,57 persen, meningkat 2,9 persen dari tahun 2019. Pun dengan Inklusi Keuangan Provinsi Kepri Tahun 2022 sebesar 87,01 persen, turun dari 2019 yang ada diangka 92,13 persen.

Baca Juga :  Di Jateng, 66 Pelaku Penimbunan Puluhan Ton BBM Bersubsidi Dibekuk

“Penurunan terjadi karena saat itu Kepri tengah dimasa masa- masa sulit, karena menghadapi wabah pandemi Covid-19,” tutupnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, Lembaga Keuangan Lainnya, merangkap Anggota Dewan Komisioner OJK RI Agusman mengatakan, bahwa Kepala OJK yang memiliki karakteristik kepemimpinan yang skillset, membangun komunikasi, networking dan interaksi efektif dengan seluruh pemangku kepentingan sangat dibutuhkan.

“Dimana hal tersebut menjadi sangat penting, untuk menjawab berbagai ekspektasi pemangku kepentingan, terhadap keberadaan dan peran dari OJK yang semakin tinggi saat ini,” ucapnya. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *