banner 728x90
Pihak Lanal Tanjung Balai Karimun menyerahkan kasus empat orang PMI non prosedural kepada P4MI Karimun, Jumat (28/6/2024). F- pen lanal tbk

Lanal Tanjung Balai Karimun Mengamankan 4 Orang PMI Non Prosedural

Komentar
X
Bagikan

Karimun, suaraserumpun.com – Pangkalan TNI-AL (Lanal) Tanjung Balai Karimun berhasil mengamankan 4 orang diduga Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural, dengan menggunakan speed boat mesin 15 PK di perairan Posal Takong Iyu, pada koordinat 1°.10′.009″ N-103° 24′ 377 “T, Senin (24/6/2024) pukul 11.50 WIB. Kini, empat orang PMI non prosedural tersebut diserahkan Lanal TBK kepada P4MI.

4 orang penumpang speed boat terdiri dari tekong inisial S (34) pekerjaan buruh harian beralamat Rawa Mangun Kelurahan Moro Timur. Pembantu tekong inisial Z (22) pekerjaan nelayan beralamat Teluk Kiambang Kecamatan Moro. Serta dua orang penumpang inisial DD (32) beralamat Bida Asri Kelurahan Baloi Batam dan berinisial RS (25) beralamat Teluk Uma, Kabupaten Karimun.

Baca Juga :  Porprov 2022 Kepri di Bintan, Jumlah Atlet Batam Terbanyak, Anambas Paling Sedikit

Senin (24/6/2024) pukul 11.00 WIB, terdeteksi speed boat tersebut dari Kukup Malaysia menuju pulau Karimun Anak, Kabupaten Karimun. Selanjutnya, anggota Pos TNI AL Takong Iyu melaksanakan pengejaran dan pemeriksaan. Speed boat beserta penumpang diamankan ke Lanal Tanjung Balai Karimun, untuk dilaksanakan pemeriksaan lebih lanjut.

Selesai diadakan pemeriksaan, Selasa (25/6/2024), empat orang PMI non prosedural tersebut diserahkan ke pihak Koordinator Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Kabupaten Karimun, untuk ditindaklanjuti.

Wilayah Kabupaten Karimun merupakan wilayah yang berbatasan langsung dengan negara Malaysia dan Singapura, dengan jarak tempuh sekitar 40 sampai 60 menit. Sehingga dimanfaatkan oleh pelaku pengiriman PMI non prosedur dari negara Indonesia menuju Malaysia, maupun sebaliknya. Alasan melaksanakan kegiatan tersebut karena izin tinggal yang melebihi batas waktu.

Baca Juga :  750 Anak Panti Asuhan di Batam Menerima Perlengkapan Sekolah dari Gubernur Kepri

Perairan Karimun, Kepri yang beririsan dengan Selat Malaka dan berbatasan dengan Malaysia serta Singapura, masih marak terjadinya perlintasan tenaga kerja Indonesia non prosedural.

Kondisi geografis serta Ramainya pelayaran di Sekitar Perairan Karimun dimanfaatkan para pelaku kegiatan PMI. Kondisi demikian menjadikan petugas di lapangan sulit mengontrol dan mengawasi pergerakan orang dan barang melintas di perbatasan.

Sebagaimana yang telah menjadi Instruksi Panglima Koarmada I Laksamana Muda TNI Dr Yoos Suryono HMTr (Han) MTr Opsla, bahwa seluruh jajaran Koarmada I TNI AL harus mampu mengatasi setiap bentuk gangguan keamanan di Selat Singapura dan Selat Malaka.

Baca Juga :  BPS: Tingkat Pengangguran Terbuka Kepri Turun, Ekonomi Tumbuh 5,01 Persen

Jajaran Kapal Republik Indonesia (KRI) dan Kapal Angkatan Laut (KAL) juga diperintahkan Panglima Koarmada I melaksanakan patroli rutin agar tidak ada lagi para pelaku kejahatan laut merasa leluasa melakukan aksinya di sepanjang Selat Malaka dan Selat Singapura. Khususnya lewat perairan Indonesia. Alhasil, Pangkalan TNI-AL (Lanal) Tanjung Balai Karimun berhasil mengamankan 4 orang diduga Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural. (nurul atia/ion)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *