banner 728x90
Gubernur Kepri Ansar Ahmad memimpin Rakor Forkopimda membahas PPDB hingga inflasi dan stunting di Kepri, Selasa (25/6/2024). F- diskominfo kepri

Gubernur Bahas PPDB di Rakor Forkopimda Kepri, Ansar: Tak Ada Titip Menitip

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Gubernur Kepri H Ansar Ahmad membahas tentang penerimaan peserta didik baru atau PPDB tahun 2024, dalam rapat koordinasi Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Selasa (25/6/2024). Selain itu, Rakor ini juga difokuskan pada penekanan inflasi.

Menghadapi PPDB tahun ajaran 2024-2025 ini, Gubernur Kepri Ansar Ahmad meminta Dinas Pendidikan Provinsi Kepri untuk tegas dalam melaksanakan proses PPDB. Sesuai regulasi dan zonasi sekolah. Gubernur Kepri menekankan tidak ada praktik titipan, dalam PPDB di Kepri.

“Jangan ada yang main mata, semuanya harus mengikuti regulasi dan zonasi yang sesuai untuk sekolahnya. Tidak ada yang titip menitip untuk PPDB,” tegas Ansar Ahmad Gubernur Kepri.

Rakor Forkopimda ini mengangkat Tema “Ekonomi Kepri tumbuh, inflasi terkendali dan daya beli masyarakat semakin meningkat”, rakor kali ini membahas inflasi dan pertumbuhan ekonomi Kepri, stunting, dan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Baca Juga :  PT Timah Tbk Menanam 180 Bibit Tanaman Produktif di Kecamatan Kundur Barat

Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad mengapresiasi untuk Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kepri yang telah begitu baik mengendalikan inflasi di Kepri pada tahun 2023. Kerja keras TPID mengendalikan inflasi di Kepri berbuah penghargaan dari Presiden RI Joko Widodo sebagai TPID berkinerja terbaik di Sumatera.

“Mengendalikan inflasi bukan lah hal yang mudah. Sehingga butuh kekompakan dan sinergi yang baik,” kata Gubernur Kepri.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menekankan, pertumbuhan ekonomi tidak akan tercapai apabila inflasi masih tinggi karena daya beli masyarakat otomatis menurun akibat inflasi. Karena itu, dirinya mengajak seluruh pemangku kepentingan di Kepri untuk terus bersama-sama bekerja keras mengendalikan inflasi.

Baca Juga :  Setelah Travel Bubble, Ansar Ahmad: Akan Diterapkan Travel Menyeluruh di Kepri

“Mana-mana objek inflasi yang berpotensi meningkat kita harus segera mengambil langkah intervensi dan preventifnya. Agar harganya tetap terjaga,” harap gubernur.

Pada tahun 2023, data BPS menunjukkan inflasi di Kepri turun sebesar 3,07 persen poin dari tahun 2022. Sementara data inflasi di bulan Mei 2024, inflasi di Kepri secara Year on Year adalah sebesar 3,67 persen. Artinya TPID harus bekerja lebih optimal untuk mengendalikan inflasi di tahun 2024.

Terkait dengan stunting, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kepri melaporkan pada bulan Mei dan Bulan Juni sudah melaksanakan tahapan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting di 7 kabupaten/kota yang tersebar di Provinsi Kepulauan Riau.

Baca Juga :  Cen Sui Lan: Rp30 Miliar untuk Penanganan Banjir Kota Tarempa pada Tahun Anggaran 2024

Adapun intervensi stunting yang berjalan di bulan Juni sudah mencapai sebesar 91,40 persen balita yang tertimbang dan terukur untuk wilayah Provinsi Kepulauan Riau. Kabupaten Lingga menjadi yang tertinggi untuk tahapan intervensi stunting dengan capaian 99,91 persen, sementara Kabupaten Karimun menjadi yang terendah dengan capaian 81,08 persen.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad berpesan bagi wilayah atau daerah yang sudah selesai melaksanakan kegiatan intervensi serentak, diarahkan untuk melakukan pemantauan dan monitoring ulang kembali terhadap balita yang bermasalah gizi atau stunting. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *