banner 728x90
Gubernur Kepri AnsarA Ahmad dan panitia penyelenggara bersama para pemenang lomba Perahu Naga atau Dragon Boat Race tahun 2024 Pelantar 3, Tanjungpinang, Rabu (19/6/2024). F- diskominfo kepri

Tim Perahu Naga Pelantar Datok Menjuarai Dragon Boat Race Pelantar 3 Tanjungpinang

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Tim Perahu Naga Pelantar Datok menjuarai Dragon Boat Race Pelantar 3 Tanjungpinang. Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad secara resmi menutup lomba Perahu Naga atau Dragon Boat Race tahun 2024 yang berlangsung selama tiga hari. dan dalam rangka Sembahyang Keselamatan Laut di Pelantar 3 Tanjungpinang, Rabu (19/6/2024).

Setelah tiga hari berlomba, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyerahkan penghargaan kepada tim-tim yang berhasil meraih juara dalam perlombaan perahu naga atau Dragon Boat Race tahun 2024 tersebut. Juara pertama diraih oleh Tim Perahu Naga Pelantar Datok. Tim Perahu Naga Pelantar 3 sebagai juara kedua. Sedangkan Tim Perahu Naga Pelantar 2 sebagai juara ketiga. Tim Perahu Naga Pelantar Mutiara 2 berada di posisi keempat.

Acara penutupan lomba perahu naga dalam rangka sembahyang keselamatan laut di Pelantar 3 Tanjungpinang ini dihadiri Tim Percepatan Pembangunan Kepri Suyono, Sarafuddin Aluan dan Basyaruddin Idris. Turut hadir Kadis Pariwisata Kepri Guntur Sakti, Kadis Perhubungan Kepri Junaidi, Kadis Kebudayaan Kepri Juramadi Esram, Kasatpol Kepri Hendri Kurniadi, Anggota DPRD Tanjungpinang Asman Alex dan ribuan masyarakat.

Lomba Perahu Naga Tahun 2024 ini bertujuan untuk dapat mempererat tali persaudaraan antar masyarakat pesisir dan melestarikan tradisi budaya yang ada di Kepulauan Riau.

Baca Juga :  Turis Korea Menggunakan Penerbangan Carter ke Batam dan Bintan, Gubernur Kepri: Yes!

Ketua Panitia Fery Lee menyampaikan, lomba perahu naga dan sembahyang keselamatan ini merupakan tradisi, ritual dan budaya yang telah dilaksanakan secara turun-temurun sejak tahun 1891.

“Pada saat itu perlombaan perahu naga masih menggunakan perahu yang sangat sederhana. Namun dengan semangat dan cinta terhadap budaya ini, para panitia segera membangun pintu gerbang perahu naga yang permanen dan membuat perahu naga menggunakan fiberglass,” ujar Fery Lee.

Fery Lee juga menekankan kekompakan yang ditunjukkan dalam perlombaan ini tanpa membeda-bedakan suku, ras dan agama.

“Perlombaan perahu naga ini tidak hanya diikuti oleh suku Tionghoa, tetapi juga suku Melayu, suku Jawa dan suku Bugis. Untuk itu, perlombaan perahu naga ini harus kita pupuk dan kita lestarikan, untuk terus memupuk semangat kaum muda Kepri khususnya Tanjungpinang,” ujar Fery Lee.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengapresiasi kepada seluruh peserta dan panitia yang telah bekerja keras untuk menyukseskan acara ini. Menurut Ansar Ahmad, lomba perahu naga ini bukan hanya sekadar ajang kompetisi. Tetapi juga sebagai bentuk pelestarian budaya dan tradisi leluhur di Kepri.

Baca Juga :  Olahraga Elektronik Memikat Hati di Bintan Resorts, Ini Daftar Pemenang Bintan Esports Championship 2024

“Melalui kegiatan ini, kita berharap dapat semakin mempererat kebersamaan dan memperkuat rasa solidaritas di antara masyarakat Kepulauan Riau,” ujar Ansar Ahmad.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad juga menekankan pentingnya menjaga keselamatan dan kelestarian lingkungan laut di Kepulauan Riau.

“Sebagai Provinsi yang memiliki banyak wilayah pesisir, kita memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga laut dan lingkungan kita. Acara Sembahyang Keselamatan Laut ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga ekosistem laut demi keberlangsungan hidup kita bersama,” tambahnya.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menjelaskan, lomba Dragon Boat Race tahun 2024 di Pelantar 3 Tanjungpinang ini telah berjalan selama 133 tahun dan menjadi budaya yang telah melekat di Kepulauan Riau khususnya di Tanjungpinang.

“Perlombaan perahu naga ini sudah berjalan selama 133 tahun dan sudah menjadi budaya di Kepri. Oleh karena itu, ke depannya, event perahu naga ini tidak hanya dilaksanakan di Pelantar 3 saja. Tetapi ke depannya, akan terus didukung, dipertahankan dan dikembangkan bersama-sama,” imbuhnya.

Baca Juga :  Kepri Jadi Tuan Rumah Munas ASITA dan Rakernas PHRI 2024, Cek Tempat dan Jadwalnya

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menambahkan, pentingnya melestarikan event perahu naga (Dragon Boat Race) sebagai warisan budaya yang menghubungkan antargenerasi.

“Event perahu naga ini merupakan event heritage yang menjadi jembatan antar generasi yang tidak boleh hilang di Negeri Segatang Lada. Semoga perlombaan perahu naga ini bisa menjadi suatu ikon penting untuk pariwisata di Kepulauan Riau khususnya di Tanjungpinang,” tambahnya.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyebutkan, Provinsi Kepulauan Riau merupakan provinsi yang heterogen dengan keberagaman suku, budaya, bahasa dan agama.

“Dengan event perahu naga ini menjadi simbol kebersamaan dan moderasi agama serta budaya. Dari pembukaan event ini, saya melihat semua masyarakat tumpah ruah hadir untuk melihat event ini, tanpa melihat suku, budaya dan agama, tetapi bersama-sama hadir untuk mensukseskan event perahu naga ini,” jelasnya.

Dengan berakhirnya perlombaan perahu naga ini, Gubernur Kepri berharap semangat kebersamaan dan cinta budaya akan terus tumbuh di masyarakat Kepulauan Riau.

“Mari kita jaga dan lestarikan tradisi ini untuk generasi yang akan datang,” tutup Ansar Ahmad Gubernur Kepri. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *