banner 728x90
Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan program strategis pembangunan kepada masyarakat Perumahan Putri Hijau, Sagulung, Kota Batam, Sabtu (15/6/2024). F- diskominfo kepri

Ansar Ahmad: BPJS Ketenagakerjaan 46 Ribu Nelayan Ditanggung Pemprov Kepri

Komentar
X
Bagikan

Batam, suaraserumpun.com – Gubernur Kepri H Ansar Ahmad menyebutkan, BPJS Ketenagakerjaan 46 ribu nelayan ditanggung oleh Pemprov Kepri. Hal itu disampaikan Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad saat bersilaturahmi dengan masyarakat Perumahan Putri Hijau, Kecamatan Sagulung, Kota Batam, Sabtu (15/6/2024) malam.

Kehadiran Gubernur Kepri Ansar Ahmad disambut dengan tabuhan kompang dan penuh kegembiraan oleh masyarakat Perumahan Putri Hijau Kecamatan Sagulung, terlihat dari ramainya masyarakat yang hadir di Fasum Perumahan. Ansar Ahmad merasa bahagia dan bersyukur, karena dapat bertatap muka dan menyapa masyarakat yang hadir dalam acara silaturahmi kali ini.

Sejatinya, silaturahmi dengan masyarakat itu merupakan sebuah kewajiban bagi seorang pemimpin. Dan dapat juga menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai keluhan dan masukan kepada pemerintah secara langsung.

“Dengan silaturahmi, kita dapat saling mengenal, dan dengan saling mengenal kita dapat saling bahu-membahu dalam mengatasi permasalahan yang ada, demi membangun Kepri menjadi Daerah yang lebih baik dan lebih maju. Karena di Kepri tidak ada masyarakat kelas satu atau pun kelas dua, semua masyarakat di Kepri itu sama, satu kesatuan di bawah payung budaya Melayu,” ujarnya.

Baca Juga :  DPRD Bintan Menerima LKPj Kepala Daerah Tahun Anggaran 2023, Pendapatan Melebihi Target

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan berbagai program strategis pemerintah Provinsi Kepri di berbagai bidang, yang sudah berjalan selama 3 tahun ini. Hal ini wajib disebarluaskan agar dapat diketahui, dimanfaatkan dan dirasakan oleh masyarakat.

Di bidang kesehatan, Pemerintah Provinsi sudah membangun Rumah Singgah di Kota Batam dan Jakarta, yang dapat digunakan secara gratis oleh masyarakat Kepri yang tengah berobat. Juga pembangunan Rumah Sakit Jiwa dan Ketergantungan Obat di Tanjung Uban dan Fasilitas Pemasangan Ring Jantung dan Bedah Jantung di Rumah Sakit Provinsi di Tanjungpinang yang sudah berjalan.

Ada juga bantuan Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda) senilai Rp7 miliar untuk pengobatan masyarakat yang tidak dicover oleh BPJS Kesehatan, ini sebagai salah satu bentuk cara Pemerintah untuk membantu melindungi masyarakat Kepri.

“Walau pun ada Rumah Sakit Jiwa di Kepri, tapi semoga tidak ada penghuninya akan tetapi sebagai pemerintah kita tetap wajib membangunnya, sebagai bentuk kepedulian kita terhadap kesehatan masyarakat, baik kesehatan jasmani dan juga kesehatan mentalnya, karena urusan sakit itu tidak bisa kita prediksi atau pun tunda-tunda,” ujarnya.

Baca Juga :  Dua Atlet PSHT Bintan Utara Berjaya di Kejurnas Silat Kapolri Cup I

Di bidang pendidikan, Pemerintah mulai bulan Juni ini akan memberikan bantuan Seragam dan SPP gratis bagi siswa-siswi yang bersekolah di sekolah naungan Pemerintah Provinsi. Sedangkan untuk Sekolah Swasta akan diberikan bantuan insentif untuk para gurunya dan untuk Sekolah Madrasah akan menyusul Januari nanti jika peraturannya sudah selesai. Ada juga bantuan transportasi untuk siswa yang kurang mampu dan bantuan beasiswa untuk anak-anak Kepri yang sedang berkuliah D3 dan S1.

“Anak-anak kita ini akan menjadi penentu yang akan membuat Kepri tumbuh menjadi daerah yang lebih maju di masa depan. Oleh sebab itu, Pemerintah berusaha untuk membantu bidang pendidikan dengan sebaik mungkin dan kepada orang tua juga diharapkan akan lebih fokus mendampingi dan mengawasi anak-anaknya di rumah karena sudah diringankan bebannya oleh Pemerintah,” ujarnya.

Di bidang ekonomi, ada bantuan pinjaman dengan bunga 0% untuk para pelaku UMKM, dan untuk menjalankannya Pemerintah Provinsi bekerjasama dengan Bank Riau Kepri Syariah.

Baca Juga :  Menjelang Ramadan 1445 Hijriah, Pemko Tanjungpinang Meningkatkan Kapasitas Mubalig

“ini sebagai salah satu upaya nyata dari Pemerintah untuk mendorong UMKM di Kepri agar dapat naik kelas, karena UMKM adalah salah satu ujung tombak yang membantu menggerakkan kembali ekonomi Kepri sehingga menjadi Daerah terbaik se-Sumatera pertumbuhan ekonominya pascapandemi,” jelasnya.

Dan ada juga program Kepri terang berupa pengadaan pasokan listrik masyarakat-masyarakat di pulau terluar, bantuan BPJS Ketenagakerjaan untuk 46 ribu masyarakat nelayan yang ditanggung Pemerintah Provinsi, pembangunan pelabuhan roro di Natuna dan Anambas, Penambahan kapal roro Nusantara 1 dan Nusantara 3, progres Pembangunan Jembatan Batam-Bintan yang merupakan terpanjang di Indonesia dan sudah masuk ke tahap pengecekan kondisi tanah, dan juga pemugaran bandara udara di Karimun yang direncanakan sudah bisa melayani pesawat tipe besar mulai akhir tahun ini.

“Semua ini dikerjakan oleh Pemerintah Provinsi untuk dipersembahkan bagi masyarakat Kepri, jadi Bapak Ibu semua mesti mengetahuinya, agar bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya,” tutup Ansar Ahmad Gubernur Kepri. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *