banner 728x90
Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengenakan sal Palestina saat menyampaikan sambutan pada wisuda mahasiswa Universitas Ibnu-Sina Batam, Selasa (11/6/2024). F- diskominfo kepri

Pakai Sal Palestina, Ansar Ahmad Mengapresiasi Universitas Ibnu Sina Batam

Komentar
X
Bagikan

Batam, suaraserumpun.com – Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengenakan sal Palestina, saat menghadiri wisuda para mahasiswa Universitas Ibnu Sina, Batam. Pada kesempatan tersebut, Ansar Ahmad mengapresiasi keberadaan Universitas Ibnu Sina (UIS) yang kembali melahirkan Sumber Daya Manusia (SDM) andal di Kepri.

Nantinya, SDM dari Universitas Ibnu Sina Batam ini akan siap bersaing dan mengisi berbagai bidang pembangunan di Kepulauan Riau. Apresiasi tersebut disampaikan Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat memberikan sambutan pada acara Sidang Senat Terbuka Wisuda Angkatan X Universitas Ibnu Sina bertempat di Ballroom Hotel Planet Holiday, Kota Batam, Selasa (11/6/2024).

Menurut Gubernur Kepri Ansar Ahmad, dunia saat ini mengalami perubahan yang sangat cepat, tidak terduga dan dipengaruhi banyak faktor yang sulit dikontrol. Atau dikenal dengan istilah Volatile, Uncertain, Complex dan Ambiguity (Vuca).

Baca Juga :  Gubernur Kepri Salut dengan Keramahan Jemaah Masjid Baitul Ummah Batam Center

Keadaan ini masih ditambah lagi dengan berkembang pesatnya era digital yang terjadi saat ini. Dan pada era ini, semua tidak hanya bicara pesatnya teknologi semata, tapi juga persaingan akan sumber daya manusianya.

“Dengan kata lain, kita mesti bisa bersaing dalam meningkatkan kompetensi dan meningkatkan ilmu pengetahuan, guna meningkatkan kualitas SDM kita,” tegasnya.

Mengutip pendapat tokoh internasional Nelson Mandela, yang mengatakan pendidikan adalah senjata paling ampuh, yang dapat digunakan untuk mengubah dunia. Maka menjadi benar adanya, kalau persoalan SDM adalah sumber utama kemajuan bangsa.

Masih kata Gubernur Kepri, mahasiswa yang hari ini menjadi sarjana dan diwisuda, bukan berarti akhir dari proses belajar. Tapi justru awal untuk terus berkembang, karena proses belajar harus terus dilakukan agar tidak tertinggal perkembangan zaman.

Dijelaskan Gubernur Kepri, dalam proses pendidikan, ada dua tugas utama yang harus terus dipegang teguh. Pertama, transfer ilmu di tengah-tengah masyarakat dan yang kedua merubah karakter sikap dan perilaku menjadi lebih baik lagi.

Baca Juga :  Awal 2022, Pemkab Bintan Dapat 'Amunisi' 140 ASN

“Dan saya yakin, semua wisudawan Universitas Ibnu Sina dengan modal ilmu pengetahuan yang dimiliki, akan bisa mengimplementasikan itu semua di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Pemerintah Provinsi Kepri sendiri terus mendorong kemajuan pendidikan yang unggul di Kepri. Diantaranya melalui pengalokasian anggaran pendidikan 21 persen dari APBD, pemberian program bea siswa hingga peningkatan SDM dan kesejahteraan bagi tenaga pendidik.

“Hingga bantuan personal bagi siswa sekolah jejang SMA sederajat, mulai dari, transportasi, baju seragam hingga pembebasan biaya SPP pendidikan yang akan diterapkan pada tahun ajaran baru nanti,” ujarnya.

Pemprov Kepri juga terus menggandeng perguruan tinggi yang ada, melalui fasilitasi keanggotaan Universitas Network (Uninet), penguatan MoU antara UMRAH dengan Republic Polytecnic Singapore dalam program food industry 4.0, hingga penguatan UMRAH menjadi pusat kecemerlangan pendidikan tinggi.

Baca Juga :  Realisasi PMA di Bintan Mencapai Rp21,1 Triliun, Pemkab Diganjar Penghargaan

“Semua itu diharapkan akan menjadikan Provinsi Kepri sebagai provinsi yang maju unggul dan berbudaya dalam bidang pendidikan,” pungkasnya.

Universitas Ibnu Sina Batam, kali ini mewisuda 286 orang wisudawan untuk jenjang studi S2, S1 dan D3. Mereka terdiri dari Program Studi S2 Megister Manajemen sebanyak 8 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis bidang Program Studi Akuntansi 9 orang dan Manajemen 169 orang.

Berikutnya Fakultas Teknik bidang Program Studi Teknik Industri 35 orang dan Program Studi Teknik Informatika sebanyak 62 orang. Terakhir dari Fakultas Ilmu Kesehatan bidang Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) 1 orang. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *