banner 728x90
Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo didampingi Wakapolres dan Kasat Reskrim memberikan keterangan pers tentang penahanan mantan Pj Wali Kota Tanjungpinang, Sabtu (8/6/2024). F- humas polres bintan

Kapolres Bintan: Mantan Pj Wali Kota Tanjungpinang Dikenakan Pasal 263 KUHP

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Polres Bintan telah menahan tiga orang diduga sebagai tersangka dugaan pemalsuan surat lahan PT PT Expasindo Raya. Tiga tersangka itu BD, MR dan HS (47) mantan Pj Wali Kota Tanjungpinang. Untuk mantan Pj Wali Kota Tanjungpinang dikenakan Pasal 263 KUHP.

Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo mengungkapkan, mantan Penjabat (Pj) Wali Kota Tanjungpinang HS (47) resmi ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Polres Bintan, Polda Kepulauan Riau, Jumat (7/6/2024) kemarin. Proses Penahanan tersangka (HS) dilakukan setelah penyidik melayangkan Surat Panggilan untuk diperiksa sebagai tersangka dan saudara HS memenuhi panggilan tersebut dan telah memberikan keterangan kepada penyidik.

Baca Juga :  Posyantekdes dan Smart Cabai Bawa Kepri ke Babak Final TTG Nasional

“Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saudara HS, penyidik langsung melaksanakan gelar perkara yang dipimpin oleh Kasat Reskrim. Dan berdasarkan hasil gelar tersebut disepakati bahwa terhadap saudara HS bisa dilakukan penahanan,” kata Kapolres Bintan saat memberikan keterangan pers, Sabtu (8/6/2024) pagi.

Kapolres Bintan menjelaskan, penahanan terhadap mantan Pj Wali Kota Tanjungpinang dilakukan untuk mempermudah proses penyidikan apabila sewaktu-waktu diperlukan keterangannya. Baik keterangan sebagai tersangka maupun keterangannya sebagai saksi, dalam perkara tersangka MR dan tersangka BD.

“Saat ini tersangka HS masih dilakukan penyidikan yang intensif oleh penyidik Sat Reskrim Polres Bintan, yang dijerat dengan pasal 263 KUHP Jo pasal 55 KUHP dengan ancaman 8 tahun penjara,” tutup Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo

Baca Juga :  Gubernur Kepri: Nilai Pinjaman Modal Tanpa Bunga Maksimal Rp40 Juta

Kasat Reskrim Polres Bintan AKP Marganda Pandapotan SH menyebutkan, HS pada saat pemeriksaan diajukan sebanyak 55 pertanyaan dan memberikan keterangan dengan kooperatif.

“Saudara HS diajukan sebanyak 55 pertanyaan oleh penyidik seputaran dugaan pembuatan surat palsu, di saat saudara HS menjabat sebagai Camat Bintan Timur pada tahun 2014 silam,” ungkap Kasat Reskrim Polres Bintan.

“Setelah kami lakukan gelar perkara kami berkesimpulan bahwa saudara HS telah memenuhi unsur untuk dilakukan penahanan. Sehingga kami menerbitkan Surat Perintah Penahanan pada hari itu juga, setelah selesai dilakukan pemeriksaan,” tambah AKP Marganda. (ril)

Baca Juga :  Beri Kemudahan Masyarakat untuk Berobat, Aunur Rafiq: SKTM Berlaku Setahun

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *