banner 728x90
Pria pedofilia berinisial HI alias W memberikan penjelasan di Polsek Bintan Timur. F- humas polres bintan

Pria Pedofilia di Kijang Ditangkap Polisi, Korbannya Si Cantik Berusia 13 Tahun

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Seorang pria di Kijang, Kecamatan Bintan Timur berusia 32 tahun berinisial HI alias W diduga pedofilia atau terjadi penyimpangan seksual. HI melakukan pelecehan seksual terhadap Cantik yang baru akan menginjak usia 13 tahun. Pelaku pria pedofilia tersebut telah ditangkap polisi Polsek Bintan Timur jajaran Polres Bintan di satu kedai kopi wilayah Kijang, Kamis (31/5/2024) pekan lalu.

Mewakili Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo SIK MM, Kapolsek Bintan Timur AKP Rugianto menerangkan, personel Unit Reskrim Polsek Bintan Timur telah menangkap HI alias W (32), karena diduga telah melakukan perbuatan cabul terhadap anak di bawah umur (pedofilia). Korban inisial Cantik masih menginjak usia 13 tahun.

“Panit Reskrim dan anggota Reskrim telah mengamankan tersangka HI alias W karena diduga telah melakukan perbuatan cabul terhadap seorang anak di bawah umur. Tersangka ditangkap di kedai kopi di wilayah Kijang,” kata AKP Rugianto saat memberikan keterangan pers, Senin (3/6/2024).

Baca Juga :  Rakor Pemilu Damai di Gunung Kijang, AKP Satri: Mari Kita Jaga Netralitas, Jangan Terprovokasi

AKP Rugianto menjelaskan, awalnya, korban Cantik dilaporkan oleh orang tuanya ke Polsek Bintan Timur, tanggal 30 Mei 2026 lalu, karena sudah 2 hari tidak pulang. Setelah menerima laporan dari orang tua korban, personel Polsek Bintan Timur langsung melakukan penyelidikan. Baik penyelidikan di lapangan maupun melalui media sosial.

“Awal mulanya kita menemukan korban di rumah masyarakat di wilayah Kijang, yang diposting oleh seseorang. Bahwa ada seorang anak perempuan yang terlantar. Ketua RT dan RW juga melaporkan kepada Bhabinkamtibmas,” terang Kapolsek Bintan Timur.

Baca Juga :  Lion Air Menggratiskan Bagasi 20 Kilogram, Simak Ketentuan Pelaksanaannya

Dari informasi tersebut, personel Polsek Bintan Timur bergerak cepat dan menemukan korban dalam keadaan memprihatinkan. Setelah korban ditemukan, polisi membawanya ke Rumah Sakit untuk mendapatkan perawatan.

“Hingga kini, korban masih dirawat di RSUD Bintan, Kijang,” kata AKP Rugianto.

Setelah bisa diajak berkomunikasi, korban mengungkapkan ke mana dirinya pergi selama 2 hari tidak pulang ke rumahnya. Korban mengaku, pada tanggal 28 Mei 2024 lalu, bertemu dengan seorang laki-laki di Kijang. Korban diajak jalan-jalan, dan dibawa ke satu rumah kosong di wilayah Bintan Timur. Di rumah kosong itu korban dilecehkan.

“Korban sempat melawan dengan meronta, dan bisa melarikan diri dari cengkraman tersangka HI alias W,” ungkap AKP Rugianto.

Saat ini, tambah Kapolsek Bintan Timur, tersang HI alias W telah dilakukan penahanan di Polsek Bintan Timur, untuk dilakukan penyidikan.

Baca Juga :  Desa Teberau Panjang Beri Layanan Masyarakat Via Gigades.id

Tersangka dijerat dengan pasal 82 ayat (1) Jo Pasal 76E Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak, sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI nomor 17 Tahun 2016 tentang Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak menjadi Undang-Undang dan atau Pasal 6 huruf a Jo Pasal 15 ayat (1) huruf g Undang-Undang RI Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual.

“Tersangka diancaman paling lama 15 tahun penjara,” sebut AKP Rugianto Kapolsek Bintan Timur. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *