banner 728x90
Bripka Wahyudi Pratomo Bhabinkamtibmas Kelurahan Gunung Lengkuas jajaran Polres Bintan mengajak ODGJ berinteraksi untuk melakukan hal positif. F- humas polres bintan

Bhabinkamtibmas di Bintan Mengajak ODGJ Berinteraksi untuk Melakukan Hal Positif

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Bhabinkamtibmas Kelurahan Gunung Lengkuas Bripka Wahyudi Pratomo bersama dengan Kader Kesehatan Jiwa Kecamatan Bintan Timur, menangani seseorang yang mengidap Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ) berinisal M (22). Selama ini, ODGJ ini sering membuat resah keluarga dan masyarakat.

PPeduli dengan warganya Bhabinkamtibmas tidak tinggal diam, bersama dengan Kader Peduli Kemanusiaan dilakukan penanganan terhadap saudara M tersebut yang meresahkan keluarganya, selasa (21/5/2024) lalu.

Mewakili Kapolres Bintan AKBP Riky Iswoyo SIK MM, Kasi Humas Polres Bintan Iptu Missyamsu Alson membenarkan bahwa M (22) sudah lama mengalami gangguan jiwa.

“Saudara M mengalami ODGJ semenjak beberapa tahun lalu dan sudah lama ditangani oleh Kader Kesehatan Jiwa dan sudah diberikan obat oleh tim,” kata Kasi Humas Polres Bintan, Kamis (23/5/2024).

Baca Juga :  Ansar Ahmad Mengawali Pembangunan Sekretariat KBM

Untuk perkembangan kesehatan saudara M selalu dipantau oleh Kader Kesehatan Jiwa bersama dengan Bhabinkamtibmas dengan jadwal yang sudah ditentukan oleh petugas.

Bhabinkamtibmas Kelurahan Gunung Lengkuas Bripka Wahyudi Pratomo mengatakan bahwa saudara M berada di kediaman bapak Markum jalan Lingkar Wacopek kecamatan Bintan Timur.

Dari informasi keluarga M bahwa penyebab M mengalami ODGJ karena masalah keluarga sehingga menjadi buah pikirnya.

“Awalnya saudara M sehat-sehat saja, pada saat berumur 16 tahun saudara M bekerja sebagai buruh bangunan dan membeli sebuah Handphone, selanjutnya Handphone yang dibeli dari hasil keringatnya bekerja dibawa oleh orang lain sehingga beberapa lama membuat saudara M merasa kesal dan menjadi pikirannya,” terang warga.

Baca Juga :  Ibu Negara Iriana Jokowi di Magelang, Hafizha Rahmadhani Tanam Pohon Durian Otong di Teluk Sasah

Saudara M apabila kambuh selalu melakukan kekerasan terhadap keluarganya terutama kepada ibunya dan selalu menanyakan tentang Handphone miliknya, terkadang ibunya selalu mendapat kekerasan fisik dari M.

Bripka Wahyudi Pratomo mengatakan bahwa saudara M yang mengalami ODGJ semenjak tahun 2028 silam ketika masih berusia 16 tahun, terkadang disaat kambuh saudara M mengamuk sehingga dapat membahayakan keluarganya yang sedang berada di rumah.

“Saudara M hanya dalam perawatan saja dan tidak diinapkan di Rumah Sakit Engku Haji Daud Tanjung Uban. Saat ini M dirawat oleh orang tuanya dirumah dikarenakan obat penenang DII masih ada dan dalam jumlah banyak,” jelasnya.

Baca Juga :  Cadangan Menipis, Gubernur Kepri Menyerahkan Bantuan Pangan untuk Masyarakat Serasan

“Yang bersangkutan sering menjadi pemarah dikarenakan ibu kandungnya sering memarahinya dan tidak mau memahami bahwa anaknya mengalami sakit/gangguan kejiwaan.”

“Kami akan selalu mengawasi saudara M, bila ada sesuatu yang terjadi kami bersama tim Kesehatan Jiwa akan terjun ke lokasi untuk menenangkan M, alhamdulillah dengan kami saudara M selalu menurut,’ tutup Bripka Wahyudi. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *