banner 728x90
Hj Dewi Kumalasari menyalakan listrik di rumah warga penerima program BPBL di Kampung Panglong, Desa Berakit, Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Minggu (19/11/2023). F- diskominfo kepri

Program BPBL, 2.300 Rumah Tangga di Kepri Dapat Penerangan Gratis

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Melalui program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI pada Dirjen Kelistrikan Kementerian ESDM RI, ada 2.300 rumah tangga di Kepri mendapat penerangan gratis. Kali ini mendapatkan perhatian adalah Kabupaten Bintan khususnya untuk masyarakat Kampung Panglong, Desa Berakit, Kecamatan Teluk Sebong.

Sebanyak 22 KK di Kampung Panglong, Desa Berakit, Minggu (19/11/2023) telah menikmati listrik selama 24 jam. PT PLN (Persero) berhasil menyalurkan program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) secara gratis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia yang bekerja sama dengan PT PLN Persero sebagai pelaksana.

Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Riau Hj Dewi Kumalasari Ansar bersama Bupati Kabupaten Bintan Roby Kurniawan ikut secara langsung meresmikan serta penyalaan pertama terhadap masyarakat penerima manfaat BPBL tersebut.

Hadir secara khusus pada acara ini Anggota Komisi VII DPR RI Asman Abnur, Koordinator Perencanaan Distribusi Tenaga Listrik Hadi Purnomo, Kepada Dinas ESDM Kepri Muhammad Darwin, Staf Ahli Direktur Retail PT PLN (Persero) Rasyid Nadja dan Senior Manager Niaga, Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero) Hendri Firdaus dan perwakilan dari masyarakat setempat.

Dengan kehadiran beberapa orang penting dalam peresmian program BPBL ini menunjukan keseriusan dan menandakan komitmen kuat pemerintah untuk memastikan bahwa listrik menjadi hak yang dapat diakses oleh semua warga, tanpa memandang lokasi atau kondisi ekonomi.

Baca Juga :  Piala Menpora 2021 Jadi Turnamen Pramusim Liga 1 dan Liga 2

Dalam sambutannya, Dewi Ansar menyampaikan bahwa program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) di Provinsi Kepri khususnya di Kabupaten Bintan ini merupakan langkah strategis untuk mengatasi ketidaksetaraan akses listrik di berbagai wilayah. Ia mengatakan melalui program ini, setidaknya ribuan rumah tangga yang sebelumnya tidak memiliki akses listrik akan menerima bantuan pemasangan listrik

Kemudian, program BPBL tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menyediakan bimbingan teknis dan pendampingan untuk memastikan instalasi listrik yang aman dan efisien. Yang diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap kehidupan sehari-hari masyarakat, meningkatkan kualitas hidup, dan membuka peluang baru dalam berbagai sektor.

Selain itu, peresmian ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dengan mendukung penggunaan listrik bersih. Karena program ini memprioritaskan sumber energi terbarukan dan ramah lingkungan sebagai bagian dari langkah-langkah menuju masyarakat yang lebih berkelanjutan.

“Untuk itu, saya mengundang seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk mendukung dan berpartisipasi dalam kesuksesan Program Bantuan Pasang Baru Listrik ini, karena bersama-sama kita mewujudkan masa depan Kepri yang lebih terang dan berdaya,” harap Hj Dewi Kumalasari.

Bupati Kabupaten Bintan Roby Kurniawan mengucapkan terima kasih atas program bantuan ini sehingga masyarakat tidak mampu di Kabupaten Bintan bisa menikmati layanan pemasangan listrik secara gratis.

Baca Juga :  Jelang Final Euro 2020, Inggris Didenda Rp516 Juta Akibat Ulah Supporter

Roby Kurniawan juga menyampaikan saat ini listrik sangat dibutuhkan pada era digitalisasi karena setiap gerak kebutuhan didasarkan pada listrik baik itu Perkantoran, Pabrik, Perhotelan, dan Industri Rumah Tangga maupun pemakaian kebutuhan rumah tangga semua didasarkan kepada Listrik.

“Untuk itu, Dengan adanya listrik, diharapkan akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan ekonomi, pendidikan, dan kesejahteraan secara keseluruhan di wilayah Bintan,” harapnya.

Anggota Komisi VII DPR RI Asman Abnur juga mengatakan adanya listrik sangat bermanfaat bagi warga. Namun, karena faktor ekonomi, masih banyak yang membutuhkan bantuan untuk membayar biaya penyambungan.

“Mayoritas kegiatan masyarakat saat ini bergantung pada ketersediaan listrik baik untuk kebutuhan pendidikan, sosial maupun usaha di berbagai bidang. Semoga program ini kedepannya bisa dilakukan secara berkelanjutan dan semakin banyak penerima manfaatnya,” imbuhnya.

Terakhir, Staf Ahli Direktur Retail PT. PLN (Persero) Rasyid Nadja menyampaikan bahwa program BPBL merupakan upaya pemerintah menghadirkan listrik kepada seluruh masyarakat. Sebab, listrik merupakan kebutuhan dasar seluruh masyarakat.

“Salah satu upaya pemerintah dalam memberikan akses listrik kepada masyarakat adalah melalui program BPBL. Kementerian ESDM menyampaikan apresiasi atas dukungan dan kerja sama yang baik dari Komisi VII DPR RI, pemerintah kabupaten Bintan dan PLN,” jelasnya.

Baca Juga :  Catatan dari WCS Mayors Forum 2023 (Habis), Roby Kurniawan Inisiasi Kerja Sama 4 Sektor dengan Pemerintah Seoul

Rasyid Nadja juga menyatakan kedepannya PLN akan terus mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat tidak mampu, salah satunya dengan pemerataan akses dan percepatan penyediaan listrik. Karena itu, PLN akan mendukung tercapainya target rasio elektrifikasi sebesar 100 persen pada 2024.

“PLN Bersama dengan mitra kerja akan bergandengan tangan, bersinergi, berkolaborasi dan melangkah bersama melaksanakan tugas mulia dari Kementerian ESDM yakni program BPBL,” tuturnya.

Rasyid Nadja juga menyampaikan komitmen PLN untuk menyukseskan program BPBL. Dengan demikian, program ini sejalan dengan komitmen PLN untuk terus menerangi hingga ke seluruh penjuru Kepulauan Riau.

Provinsi Kepri sendiri akan ada 2300 warga yang akan menerima Program BPBL di Tahun 2023. Kabupaten Karimun sebanyak 1357 warga penerimaan BPBL, Kabupaten Lingga sebanyak 458 warga penerimaan BPBL, Kota Batam sebanyak 393 warga penerimaan BPBL dan Kabupaten sebanyak 91 warga penerima BPBL.

Direncanakan juga Komisi VII DPR RI menyetujui alokasi APBN tahun 2025 untuk Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi rumah tangga miskin belum berlistrik Sebanyak 125.000 Rumah Tangga yang tersebar di 32 provinsi di Indonesia. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *