banner 728x90
Tim BPBD Bintan dan pihak terkait memasang plang larangan di sekitar area waduk retensi Sungai Datuk, Kijang, Kota, Kamis (12/10/2023). F- yen/suaraserumpun.com

BPBD Bintan Pasang Plang Larangan di Areal Waduk Kolam Retensi Sungai Datuk

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Pemerintahan Kabupaten Bintan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mulai memasang plang imbauan larangan beraktivitas di areal waduk, yang dianggap rawan kecelakaan bagi masyarakat, Kamis (12/10/2023). Salah satunya di waduk Kolam retensi Sungai Datuk, Kelurahan Kijang Kota.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bintan Ramlah SSos menjelaskan, pemasangan tanda larangan imbauan tersebut adalah upaya Pemkab Bintan mengantisipasi dan mengurangi kejadian yang tidak diinginkan. Dirinya berharap dengan adanya tanda larangan, yang di pasang di 6 titik di kampung sungai Datuk, kampung pisang dan kampung sembat, perangkat RT RW, masyarakat dan orang tua sama sama dapat saling menjaga.

Baca Juga :  Omzet Pelaku Usaha Kecil Naik Drastis di Bazar UMKM Pekan Sehat PT Timah Tbk

“Kita mengantisipasi sejak dini, hal-hal yang menjadi khawatiran bila anak anak bermain di dekat waduk kolam retensi, yang saat ini sedang dalam proses pembangunan, apa lagi lokasi tersebut sangat berdekatan dengan pemukiman masyarakat. Selain itu juga, kita mengucapkan terimakasih peran serta masyarakat, Ketua RT RW dan Pihak Kepolisian dari Polsek Bintan Timur yang ikut membantu,” ujar Ramlah.

Pemasangan tanda larangan tersebut, lanjut Ramlah, Pemkab Bintan melalui BPBD akan terus mendata, mengimbau, menyosialisasikan dan memasang tanda larangan di sejumlah wilayah yang dianggap rawan dan berbahaya. Pihaknya akan bekerja sama dengan pihak Kecamatan, Kelurahan Desa serta pihak Kepolisian untuk melakukan upaya pengenalan dan penyadaran terhadap risiko sebelum terjadi.

Baca Juga :  Program BSPS di Cempa Lingga Sebagian Sudah Selesai, Warga: Terima Kasih Bu Cen Sui Lan

“Tim kita di BPBD sedang mendata sejumlah waduk yang di anggap rawan, yang berada di sejumlah kecamatan, kita akan berkoordinasi pada pihak pihak terkait, termasuk nantinya melibatkan unsur Kecamatan, lurah, kades, dan pihak Kepolisian agar bersama sama memberikan himbauan, larangan dan sosialisasi sebagai bentuk pengenalan penyadaran risiko bagi masyarakat akan bahaya terhadap lokasi yang bukan wilayah destinasi wisata, agar nantinya tidak dikunjungi dan tidak menjadi areal bermain bagi anak-anak remaja dan masyarakat kita,” jelasnya. (yen)

Baca Juga :  Ansar Ahmad Salah Satu Simbol Golkar Kepri, Ini Bukti dan Sejarahnya

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *