banner 728x90
Gubernur Kepri Ansar Ahmad selalu hadir di tengah masyarakat. F- diskominfo kepri

Sarafuddin Aluan: Gubernur Kepri Ansar Ahmad Selalu Siap untuk Rempang

Komentar
X
Bagikan

Batam, suaraserumpun.com – Sarafuddin Aluan selaku Tim Percepatan Pembangunan Provinsi Kepri menegaskan, Gubernur Kepri Ansar Ahmad selalu siap untuk Pulau Rempang dan Pulau Galang. Sarafuddin Aluan menyatakan tidak benar, jika disebut ditugasi selesaikan pengembangan Rempang, Ansar tak kelihatan, seperti berita atau informasi yang berkembang, Sabtu (9/9/2023) kemarin.

Sarafuddin Aluan yang selalu mendampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad tersebut menegaskan, Gubernur Kepri H Ansar Ahmad selalu siap untuk hadir di tengah masyarakat Rempang, dalam hal mencari solusi permasalahan yang sedang terjadi.

“Ngawur berita itu, tendensius dan malah memperuncing persoalan. Pak Ansar itu selalu siap untuk membantu menyelesaikan masalah Rempang. Hanya saja beliau yang hanya sebagai anggota dalam tim percepatan Pengembangan Kawasan Rempang tidak selalu mendapatkan informasi tetkait perkembangan di lapangan,” tegas Sarafuddin Aluan saat memberikan keterangan pers, Minggu (10/9/2023).

Sarafuddin Aluan mengatakan, berita yang beredar tersebut menunjukkan jika Muhammad Rudi selaku Kepala BP Batam tipe pemimpin yang suka ‘melempar batu sembunyi tangan’.

“Jika Pak Rudi mau Pak Ansar selalu kelihatan bersamanya dalam masalah Rempang ini, ya libatkan dong. Selalu mengundang dan diberitahu perkembangannya. Jangan mau enaknya saja, tapi ketika masalah sudah timbul seperti sekarang ini dilempar ke orang lain. Itu namanya pemimpin yang suka lempar batu sembunyi tangan,” tutur Sarafuddin Aluan.

Baca Juga :  Ini Agenda Wisata dan Budaya Sail to Tambelan 2024

Sebagai bentuk keseriusan Gubernur Kepri H Ansar Ahmad dalam mendukung rencana investasi di Rempang, lanjut Aluan, Gubernur Kepri telah mengeluarkan keputusan nomor 828 tahun 2023 tentang Dukungan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau Terhadap Pengelolaan Kawasan Rempang, yang ditandatangani langsung oleh Gubernur Kepri H Ansar Ahmad.

“Dukungan Gubernur sangat jelas dan beliau langsung yang tanda tangan. Berbeda dengan dukungan Pemko Batam yang hanya ditandatangani oleh Sekda Kota Batam. Begitu juga dukungan BP Batam yang hanya ditandatangani oleh Anggota Bidang Pengelolaan Kawasan dan Investasi. Kenapa wali kota dan Kepala BP tidak mau tanda tangan langsung. Ada apa? Ada niat apa sebetulnya di balik semua ini,” tanya Sarafuddin Aluan.

Baca Juga :  Ansar Ahmad: Tahun Ajaran Baru, Pemprov Mulai Bantu Seragam dan SPP Gratis

Menurut Sarafuddin Aluan, Gubernur Kepri Ansar Ahmad tidak pernah mempermasalahkan ketika dalam tim pengembangan kawasan Rempang hanya sebagai anggota. Karena yang terpenting investasi berjalan dan prosesnya bisa dilalui dengan baik secara bertahap.

Bukti keseriusan Gubernur Kepri Ansar Ahmad lainnya, lanjut Sarafuddin Aluan, ditunjukkan ketika selesai rapat bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, yang dihadiri oleh Mendagri RI Tito Karnavian dan Menparekraf Sandiaga Uno.

Dalam forum tersebut, Ansar Ahmad diminta untuk membantu menyukseskan sosialisasi pengembangan Rempang. Sayangnya setelah pulang dari Jakarta, gubernur malah tidak diajak koordinasi. Akhirnya Gubernur Kepri mengambil inisiatif dengan menghubungi Menteri Airlangga agar mengingatkan Kepala BP Batam untuk menggelar rapat koordinasi. Atas inisiasi Gubernur Kepri lah kemudian terjadi rapat koordinasi di kantor BP Batam. Ketika itu dan dipimpin langsung oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad.

“Banyak lagi inisiatif-inisiatif Gubernur Kepri terkait sosialisasi pengembangan kawasan Rempang tersebut. Seharusnya inisiatif seperti itu keluar dari ketua tim. Makanya, sangat disayangkan kalo kemudian justru Ansar Ahmad dibilang tidak kelihatan dalam masalah ini,” ucap Sarafuddin Aluan.

Baca Juga :  Kasus Penembakan Brigadir J, Tim Khusus Polri Periksa Tersangka Irjen Ferdy Sambo dan KM Hari Ini

Parahnya lagi, tambah Sarafuddin Aluan, hasil rapat di BP Batam yang diinisiasi oleh Gubernur Kepri Ansar Ahmad tersebut ditindaklanjuti dengan melakukan sosialisasi di Hotel Harmoni One Batam Center, dengan tidak memberi tahu atau mengundang gubernur sebagai anggota tim.

“Selain gubernur tidak diberitahu, kita juga sayangkan kenapa sosialisasinya di hotel, kenapa tidak di lokasi, membaur bersama masyarakat Rempang sekalian. Dan di hotel pun yang hadir sebagian besar justru bukan masyarakat Rempang. Sehingga sosialisasinya bisa dibilang kurang tepat sasaran,” tegas Aluan.

Alhasil, lanjut Sarafuddin Aluan, terjadi demo pada 31 Agustus di depan Kantor BP Batam yang lagi lagi Gubernur Kepri Ansar Ahmad juga tidak mendapatkan informasi dari Ketua BP Batam, terkait aksi tersebut.

“Sekarang ini, setelah beberapa kejadian sebelumnya, seolah-olah BP Batam mencari kambing hitam. Pak Ansar dibilang tidak hadir dan sebagainya,” demikian penjelasan Sarafuddin Aluan. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *