banner 728x90
Personel TNI AU bersama masyarakat membersihkan Monumen Perjuangan TNI AU Lanud RHF Tanjungpinang, Selasa (15/8/2023). F- pen lanud rhf

Jelang HUT Kemerdekaan RI, Baca Sejarah Monumen Perjuangan TNI AU Lanud RHF di Tanjungpinang Berikut Ini

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Personel TNI Angkatan Udara di Lanud RHF bersama masyarakat membersihkan Monumen Perjuangan TNI AU di Jalan Nusantara Km 12,5, Kota Tanjungpinang, Selasa (15/8/2023). Dalam kegiatan ini, Danlanud menceritakan sepintas sejarah tentang Monumen Perjuangan TNI AU Lanud RHF di Tanjungpinang.

Kegiatan Karya Bhakti Korve dipimpin Komandan Lanud RHF Kolonel Nav Arief Budiman ini dilaksanakan, untuk menyambut HUT Kemerdekaan RI. Danlanud RHF menjelaskan, Karya Bhakti Korve ini aktivitas pembersihan secara terpimpin. Korve tersebut meliputi pemotongan rumput, pengecatan ulang, membersihkan kotoran lumut yang menempel pada relief dan kantai Monumen Perjuangan TNI AU Lanud RHF.

Baca Juga :  Taman Gurindam 12 Tepilaut Ditutup, Pemko Tanjungpinang Memberlakukan Take Away, SE Wako Tak Mengatur THM

“Melalui Karya Bhakti Korve bersama ini diharapkan dapat memelihara monumen perjuangan ini,” ujar Danalnud RHF.

Sehingga, sambung Danalnud RHF, para generasi mendatang siap melanjutkan jejak dan semangat perjuangan para pahlawan serta selalu menghargai jasa-jasa dan pengorbanan pahlawan.

“Kegiatan Korve Lanud RHF tidak hanya dilakukan personel Lanud RHF. Namun secara bersama-sama masyarakat di Monumen Perjuangan TNI AU Lanud RHF,” kata Danlanud RHF.

Usai Karya Bhakti Korve, Kolonel Nav Arief Budiman mengisahkan tentang sepintas sejarah Monumen Perjuangan TNI AU Lanud RHF. Monumen Perjuangan TNI Angkatan Udara terdapat di lingkungan Lanud Raja Haji Fisabilillah. Monumen ini dibangun dan diresmikan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI Hanafie Hasan pada tahun 2002.

Baca Juga :  Kado Rakornas PKK, Hafizha Rahmadhani Bawa Isu Stunting dan Optimalisasi Posyandu

Peresmian itu, kata Danlanud RHF, bertujuan untuk mengenang dan melestarikan sejarah perjuangan TNI Angkatan Udara di Kota Tanjungpinang.

Sejarah mencatat, pada tahun 1958, lapangan terbang Kijang Tanjungpinang dilaksanakan operasi udara secara besar-besaran dalam rangka penumpasan gerakan PRRI.

Lapangan terbang Kijang (sekarang kawasan Lanud Raja Haji Fisabilillah) pada waktu itu merupakan Forward Operating Base (FOB) atau pangkalan operasi depan (tumpuan udara) bagi pasukan-pasukan APRI dan pesawat-pesawat AURI untuk melaksanakan operasi-operasi penerjunan dan pendaratan di Pekanbaru.

Bahkan pada saat itu pernah dikosentrasikan di Lapangan Terbang Kijang 40 pesawat terdiri dari 26 pesawat C-47 Dakota, 10 Pesawat P-51 Mustang dan 4 Pesawat B-25 Bomber Mitchell.

Baca Juga :  Siap-siap, NIK di KTP Menjadi Nomor untuk NPWP

“Peristiwa ini merupakan suatu operasi udara yang terbesar yang pernah terjadi sampai saat ini,” ujar Danalnud RHF mengisahkan.

Demikian sepintas sejarah Monumen Perjuangan TNI AU Lanud RHF di Tanjungpinang. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *