banner 728x90
Seorang calo pemberangkatan PMI ilegal berinisial D (seorang perempuan) ditangkap Ditpolairud Polda Kepri di DC Mall, Batam. F- polda kepri

Calo PMI Ilegal Ditangkap Ditpolairud Polda Kepri di DC Mall, Ternyata Seorang Perempuan

Komentar
X
Bagikan

Batam, suaraserumpun.com – Seorang calo pemberangkatan PMI ilegal berhasil ditangkap tim Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepri, Sabtu (10/6/2023) di sekitar DC Mall, Batam. Lima orang PMI non prosedural pun berhasil diselamatkan oleh tim Ditpolairud Polda Kepri. Ternyata, calo pemberangkatan lima orang PMI ilegal ini seorang perempuan, berinisial D.

Hal tersebut disampaikan oleh Dirpolairud Polda Kepri Kombes Pol Boy Herlambang SIK MSi, melalui Plh Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepri AKBP Yudi Sukmayadi SH saat memberikan keterangan resmi di Mako Ditpolairud Polda Kepri, Sekupang, Kota Batam, Rabu (14/6/2023).

Plh Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepri AKBP Yudi Sukmayadi SH menjelaskan, penangkapan berawal Sabtu (10/6/2023), sekira pukul 11.00 WIB, tim Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepri memperoleh informasi dari masyarakat bahwa ada calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang datang dari wilayah Jakarta, Lombok, dan Jawa Tengah. Mereka transit ke kota Batam untuk diberangkatkan ke negara Malaysia secara non prosedural (ilegal).

Baca Juga :  Rakor Pendidikan Kepri Membahas Perencanaan Berbasis Data

Mendapatkan informasi tersebut, tim Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Kepri melakukan penyelidikan. Dari penyelidikan yang dilakukan didapatkan informasi bahwa PMI Non Prosedural tersebut berada di sekitaran DC Mall, Kota Batam. Selanjutnya, tim melakukan pengintaian terhadap PMI tersebut.

“Dan didapati bahwa ia berjumpa dengan seorang wanita paruh baya yang diduga merupakan orang yang melakukan pengurusan untuk keberangkatan PMI tersebut ke negara Malaysia,” jelas AKBP Yudi Sukmayadi SH.

Tim terus melakukan pengintaian hingga pukul 17.30 WIB, wanita paruh baya tersebut bersama dengan lima orang PMI keluar melalui pintu 7 DC Mall, Kota Batam, dan langsung menaiki mobil merek Toyota Sigra warna merah. Saat berada di atas mobil tim langsung melakukan pengamanan terhadap wanita paruh baya tersebut, serta lima orang PMI yang akan diberangkatkan ke Negara Malaysia secara non Prosedural.

Baca Juga :  Tiba di Kepulauan Riau, Presiden Jokowi Tinjau Vaksinasi Massal dan Beri Pengarahan Penanganan Pandemi

“Tim membawa pelaku (calo) yang diketahui berinisial D dan lima orang PMI ke Mako Ditpolairud Polda Kepri untuk pemeriksaan lebih lanjut,” sebut AKBP Yudi Sukmayadi SH.

“Barang Bukti yang diamankan antara lain 10 Lembar uang pecahan Rp100 ribu, dengan jumlah Rp1 juta. 1 unit handphone milik pelaku,” sambungnya.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal 81 Jo pasal 69 Jo pasal 83 Jo pasal 68 Jo pasal 86 huruf c Jo pasal 72 huruf c UU RI No. 18 Tahun 2017 tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia sebagaimana diubah dengan UU RI No. 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja Jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca Juga :  Saran Bupati Bintan, Beli Produk PKL dan UMKM Selama Penerapan PPKM

Pada hari yang sama, Sabtu (10/6/2023), Satuan Reserse Kriminal Polres Bintan bersama Polsek Bintan Utara mengamankan sebanyak lima orang Pekerja Migran Indonesia (PMI) non prosedural. Mereka bukan ingin berangkat ke Malaysia. Tapi, mereka baru saja pulang dari Malaysia yang kembali ke Tanah Air Indonesia lewat pelabuhan tikus, di perairan Bintan. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *