banner 728x90
Enam pelajar asal Kepri yang bertahan hidup (penyintas) di Sudan telah dipulangkan Pemprov Kepri ke kampung halaman. F- istimewa

Pemprov Memulangkan 6 Orang Pelajar Kepri di Sudan dari Jakarta

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau melalui Dinas Sosial (Dinsos) memulangkan 6 orang pelajar asal Kepri yang bertahan hidup (penyintas) di Sudan. Mereka dijemput dan diantar pulang ke kampung halaman masing-masing, Kamis (4/5/2023).

Enam orang pelajar asal Kepri yang bertahan hidup di Sudan tersebut masing-masing bernama Ghiyaath Al Farisi dari Karimun, Hardi Saputra dari Karimun, Abdul Aziz dari Batam , Fikri Wahyudi Maulana dari Batam, Aditya Pramudyaputra Mulyadi dari Batam dan Abdurrahman Tsani juga dari Batam.

Baca Juga :  Lagi, Personel Polres Bintan Mengamankan Ibadah Umat Nasrani

Mereka semua adalah putra asal Kepri yang sedang belajar di Sudan dan harus dipulangkan dari negara tujuan, karena adanya konflik di negara tersebut.

Enam pelajar Kepri ini kembali ke tanah air dan dipulangkan ke Kepri, menggunakan pesawat Citilink QG 974 dari Jakarta (CGK) ke Tanjungpinang (TNJ). Biaya tiket pesawat diprovide langsung oleh Pemerintah Provinsi Kepri, dalam hal ini melalui Dinas Sosial.

Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad melalui Kepala Dinas Sosial Eko Sumbaryadi mengatakan, pelajar Kepri yang bertahan hidup (penyintas) di Sudan ini dijemput di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta Timur, setelah sebelumnya dipulangkan dari Sudan, dan ditampung di sana bersama para penyintas Sudan dari Indonesia lainnya.

Baca Juga :  Polres Bintan Menurunkan 230 Personel untuk Pengamanan OCBC National Championships, Berikut Daftar Pemenang Lomba

“Kami jemput mereka di Asrama Haji Pondok Gede. Lalu kami inapkan satu malam di hotel dekat kantor penghubung. Kemudian hari ini (Kamis) kita berangkatkan ke Tanjungpinang menggunakan pesawat Citilink,” kata Eko, Kamis (4/5/2023).

Eko berharap para pelajar Kepri ini bisa langsung bertemu keluarganya masing-masing setelah dipulangkan oleh Pemprov Kepri.

“Sesuai instruksi Pak Gubernur, penjemputan ini merupakan tanggung jawab kita. Dengan harapan semoga prosesnya lancar sampai mereka berkumpul dengan keluarga masing-masing,” tutup Eko. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *