banner 728x90
Pelajar SMP meminum tablet tambah darah (TTD) pada gerakan kolaborasi penanggulangan stunting dan pencanangan kampung keluarga berkualitas (KB) se-Kota Tanjungpinang di Makodim 0315/Tanjungpinang, Selasa (14/3/2023). F- yen/suaraserumpun.com

Pencanangan 18 Kampung KB, Sebelas Ribuan Pelajar Tanjungpinang Serentak Minum TTD

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Pemerintah Kota Tanjungpinang mencanangkan 18 kampung Keluarga Berkualitas (KB), Selasa (14/3/2023). Pada kegiatan Gerakan Kolaborasi Penanggulangan Stunting dan Pencanangan Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kota Tanjungpinang tahun 2023 tersebut, sebanyak 11.172 pelajar putri SMP dan SMA se-Kota Tanjungpinang, secara serentak melakukan aksi minum tablet tambah darah (TTD).

18 kampung Keluarga Berkualitas (KB) tersebut masing-masing berada di setiap kelurahan se-Kota Tanjungpinang. Kampung KB di Kota Tanjungpinang, sebelumnya sudah ada 5 yang terbentuk. Yaitu di Kelurahan Tanjung Unggat pada tahun 2016. Kemudian, pada tahun 2017 dibentuk kampung KB di empat kelurahan lainnya. Yaitu di Kampung Bulang, Kampung Bugis, Dompak dan di Kecamatan Tanjungpinang Barat. Tahun 2023 ini, ditambah 13 kampung KB. Sehingga, ada 18 kampung KB di Kota Tanjungpinang.

Pencanangan kampung KB tersebut disejalankan dengan kegiatan serentak minum TTD. Kegiatan minum TTD massal tersebut merupakan rangkaian kegiatan Gerakan Kolaborasi Penanggulangan Stunting dan Pencanangan Kampung Keluarga Berkualitas (KB) Kota Tanjungpinang Tahun 2023, yang dipusatkan di Makodim 0315/Tanjungpinang.

Hj Rahma Wali Kota Tanjungpinang menyaksikan penyerahkan SK pencanangan kampung keluarga berkualitas (KB) dari Deputif Pengendalian Penduduk BKKBN kepada camat se-Tanjungpinang. F- yen/suaraserumpun.cm

Selain diikuti secara serentak oleh siswi SMP dan SMA se-Kota Tanjungpinang, kegiatan minum TTD juga dilaksanakan di posyandu, dan forum anak Kota Tanjungpinang.

Baca Juga :  Semifinal Piala Dunia 2022: Kroasia Tak Diunggulkan Vs Argentina, Luka Modric Diuntungkan

Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kota Tanjungpinang dr Elfiani Sandri mengatakan, terselenggaranya kegiatan tersebut merupakan hasil kerjasama lintas instansi di Kota Tanjungpinang.

“Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa masalah stunting adalah tanggung jawab bersama, antara pemerintah dan lintas instansi. Kodim 0315/Tanjungpinang mendukung sepenuhnya kegiatan ini, dan TNI juga memiliki program penanggulangan stunting tersendiri,” ungkap Elfiani Sandri.

Gerakan Kolaborasi Penanggulangan Stunting dan Pencanangan Kampung Keluarga Berkualitas Kota Tanjungpinang Tahun 2023, dihadiri oleh Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto, Wali Kota Tanjungpinang Hj Rahma SIP MM, Wakil Wali Kota Tanjungpinang Endang Abdullah, Dandim 0315/Tanjungpinang Kolonel Inf Tommy Anderson, Kapolres Tanjungpinang Kombes Pol Heribertus Ompusungu, Kajari Tanjungpinang Joko Yuhono, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Kepri Rohina, sejumlah kepala OPD, Camat-se Tanjungpinang, utusan pelajar dan mahasiswa Poltekes, pasangan calon pengantin, dan perwakilan masyarakat lainnya.

Wakil Wali Kota Tanjungpinang Endang Abdullah menyerahkan bingkisan kepada ibu hamil dalam pencanangan kampung keluarga berkualitas (KB). F- yen/suaraserumpun.com

Dengan mengusung tema Membangun Generasi Muda Tanjungpinang Berkualitas Menuju Indonesia Maju. Wali Kota Tanjungpinang Hj Rahma SIP MM mengatakan, angka stunting di Kota Tanjungpinang turun dari 18,8 persen pada tahun 2022 menjadi 15,7 persen pada tahun 2023. Kolaborasi penanggulangan stunting dengan melibatkan unsur TNI, Polri, DPRD, dan berbagai institusi pendidikan tersebut, ucap Rahma, ditujukan untuk mendukung target Indonesia zero stunting 2030.

Baca Juga :  Begini Wajah Gembira Petugas Kebersihan Kota Tanjungpinang Menyambut Piala Adipura Ke-17

“Kegiatan kolaborasi penanggulangan stunting tidak hanya berhenti sampai di sini. Kegiatan juga masih akan dilanjutkan dengan edukasi kepada ibu hamil, dan edukasi tentang pentingnya minum tablet tambah darah,” jelas Rahma.

Untuk lebih memfokuskan penanggulangan stunting di Tanjungpinang, tambah Rahma, Pemerintah Kota Tanjungpinang juga membentuk 18 Kampung Keluarga Berkualitas (Kampung KB) di 18 kelurahan se-Kota Tanjungpinang. Dengan dukungan pemerintah, Kampung KB ini ditujukan untuk mengintegrasikan penyelenggaraan pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga. Dengan maksud agar setiap keluarga mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, keluarga, dan masyarakat.

Dandim 0315/Tanjungpinang Kolonel Inf Tommy Anderson menyerahkan makanan sehat kepada anak dalam gerakan kolaborasi penanggulangan stunting dan pencanangan kampung keluarga berkualitas (KB). F- yen/suaraserumpun.com

Gerakan Kolaborasi Penanggulangan Stunting Dan Pencanangan Kampung Keluarga Berkualitas Kota Tanjungpinang Tahun 2023, diapresiasi oleh Deputi Pengendalian Penduduk BKKBN Bonivasius Prasetya Ichtiarto. BBKBN, menurut dia, mengubah kampung keluarga berencana menjadi kampung keluarga berkualitas juga ditujukan untuk memicu terciptanya peningkatan kualitas keluarga.

Baca Juga :  Ini Jadwal Penyerahan Bantuan Beras PPKM di Bintan, Ada yang Disesuaikan Keberangkatan Kapal

“Upaya mengurangi angka stunting dilakukan secara timbal balik. Melalui hubungan vertikal dan horizontal. Diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak. Apa yang dilakukan pemerintah Kota Tanjungpinang hari ini, merupakan aplikasi nyata tujuan bersama penurunan stunting di Indonesia,” ungkap Bonivasius. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *