banner 728x90
Babinsa Pengudang Sertu Abdi Supriyadi menggendong jasad Muhhamad Fiki Pratama anak yang tenggelam di pantai Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Kepri, Sabtu (25/2/2023). F- pendim 0315/tanjungpinang

Cerita yang Tersisa dari Tragedi Pantai Pengudang, Jasad Fiki Digendong Babinsa

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Muhhamad Fiki Pratama seorang anak berusia 11 tahun meninggal dunia, akibat tenggelam terseret arus di pantai pesisir Senggiling Desa Pengudang, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri). Tragedi kepergian Fiki menghadap Allah SWT di pantai Pengudang, masih menyisakan cerita. Jasad Fiki digendong oleh Babinsa Koramil 03/0315 Tanjungpinang, Sertu Abdi Supriyadi.

Tragedi atau peristiwa menyedikan anak tenggelam di pantai Pengudang ini, berawal ketika Jumat (24/2/2023) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu, M Fiki Pratama bersama empat temannya bermain dan berenang di pantai Desa Pengudang. Teman Fiki yang bermain di pantai itu antara lain Akbar, Hasan, Emir, dan Adit. Lima anak sebaya ini bermain di pantai dan berenang di kawasan alur sungai Batu Empang.

Baca Juga :  Kepri Akan Mengusulkan Lagi 34 Titik BTS sebagai Jaminan Kedaulatan di Daerah 3T

Emir dan Fiki yang sedang bermain rakit terbawa arus, dan terpisah dari tiga anak lainnya, dengan jarak sekitar 50 meter. Posisi Emir dan Fiki semakin jauh terbawa arus. Melihat hal itu, Adit menjumpai Rasidi yang berada di dekat jembatan. Adit memberitahukan, bahwa ada temannya tenggelam.

Sekitar pukul 16.40 WIB, Rasidi pergi bersama Adit menuju lokasi Emir dan Fiki yang terbawa arus tersebut. Saat tiba di lokasi, Rasidi langsung meletakkan hape, rokok dan berenang ke tengah laut, untuk menolong Emir. Saat itu, Fiki tidak ditemukan, karena sudah tenggelam dibawa arus. Emir selamat. Fiki tak ditemukan, karena tenggelam.

Baca Juga :  Pasangan Robin Mencuat untuk Pilkada 2024 di Bintan, Begini Tanggapan Ketua Golkar

Setelah menyelamatkan Emir, sekitar pukul 17.07 WIB, Rasidi menelepon orangtuanya, agar mengabari warga lain, bahwa ada anak (Fiki) yang tenggelam. Masyarakat Desa Pengudang menggunakan pompong (kapal motor), untuk mencari Fiki hingga ke tengah laut. Sampai Jumat malam, Fiki belum ditemukan.

Sabtu (25/2/2023) pagi, upaya pencarian dilanjutkan. Sekitar pukul 06.30 WIB, keluarga korban beserta warga melanjutkan pencarian bersama tim SAR gabungan. Tim menyisiri bibir pantai di sekitar tempat kejadian. Saat itu, air laut surut. Pada pukul 07.05 WIB, warga melihat korban dengan posisi telungkup, di kedalaman air laut sepinggang orang dewasa (lebih kurang 1 meter).

Saat penemuan jasad Fiki, Sertu Abdi Supriyadi selaku Babinsa Pengudang Koramil 03/0315 Tanjungpinang turut mengevakuasi. Dalam mengevakuasi korban ini, Babinsa tersebut menggendong jasad Fiki, dari laut ke bibir pantai, untuk ditangani bersama tim SAR.

Baca Juga :  Kelompok Tani Binaan Pemko Tanjungpinang Panen Cabai, Membantu Mengendalikan Inflasi

Sehari sebelumnya, Jumat (24/2/2024) sore, Babinsa Pengudang ini pun menerima informasi seorang anak yang tenggelam. Pihak SAR dan Babinsa melakukan upaya pencarian.

“Jasad korban ditemukan di laut, dengan jarak lebih kurang 700 meter dari tempat kejadian tenggelamnya. Korban ditemukan oleh nelayan dalam keadaan meninggal dunia,” sebut Babinsa.

Usai ditemukan, ujar Sertu Abdi Supriyadi, jenazah korban dibawa ke rumah duka di jalan Hamidi RT06/RW03 Desa Pengudang. Kemudian, dilanjutkan dengan pemakaman. Demikian cerita yang tersisa dari penemuan anak tenggelam di pantai Pengudang, Kabupaten Bintan. (yen)

Editor: Wahyu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *