Beranda All News Dua Tahun Kepemimpinan Ansar Ahmad, Realisasi Investasi Kepri Rp38,24 Triliun

Dua Tahun Kepemimpinan Ansar Ahmad, Realisasi Investasi Kepri Rp38,24 Triliun

0
Ansar Ahmad Gubernur Kepri didampingi Kepala DPMPTSP Kepri Hasfarizal Handra menemui menteri Investasi/BKPM RI Bahlil Lahadalia guna membahas investasi energi baru terbarukan (EBT) di Jakarta, Kamis (5/1/2023). F- diskominfo kepri

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Memasuki dua tahun kepemimpinan Ansar Ahmad sebagai Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), realisasi investasi mencapai Rp38,24 triliun. Nilai investasi tersebut berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), dengan total lebih dari 10 ribu proyek.

Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Kepulauan Riau, di tahun 2021, realisasi investasi PMA di Kepri mencapai USD USD 1.043 Juta atau Rp15,24 triliun dari 2.383 proyek, dan realisasi investasi PMDN senilai Rp9,77 triliun dari 5.007 proyek.

Baca Juga :  Akhir Pekan Ini, Saksikan Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2022 di Jakarta

Sedangkan untuk tahun 2022 sampai dengan triwulan III, realisasi investasi PMA senilai USD 660 juta atau Rp9,47 triiun dari 1.286 proyek. Kemudian realisasi PMDN mencapai Rp3,76 triliun dari 1.388 proyek.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad menyampaikan, realisasi investasi tersebut menandakan kepercayaan investor untuk berinvestasi di Kepri tetap tinggi meskipun saat ini perekonomian dunia sedang tidak pasti pasca pandemi dan akibat perang antara Rusia dan Ukraina.

“Memang dalam kondisi seperti saat ini pasti para investor sangat berhati-hati. Namun dengan segala potensi yang kita miliki, pasti membuat investor tertarik,” ujar Ansar Ahmad.

Baca Juga :  Panglima TNI Akan Meresmikan Makogabwilhan I di Tanjungpinang

Menurut Gubernur Kepri, hal ini dibuktikan dengan eksisnya para investor di 3 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kepri, yakni KEK Galang Batang, KEK Nongsa Digital Park, dan KEK Aatam Aero Technic. Ditambah ada tiga kawasan perdagangan bebas di Kepri atau Free Trade Zone (FTZ) yang meliputi Batam, Bintan, dan Karimun.

“Semangat mendorong investasi ke Kepri sudah menjadi prioritas kita sejak Awal. Berbagai diskresi dan kemudahan telah diberikan kepada calon investor melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) untuk menarik minat investasi di Kepri,” ujarnya.

Data realisasi investasi PMA dan PMDN di Kepri selama hampir dua tahun kepemimpinan Ansar Ahmad. F- sumber: diskominfo kepri

Dengan capaian realisasi investasi tersebut, Kepri pun dilirik Pemerintah Pusat untuk dijadikan salah satu dari 13 provinsi di Indonesia yang memuat proyek investasi dalam penyusunan Peta Peluang Investasi (PPI) proyek prioritas strategis oleh Kementerian Investasi/BPKM pada Agustus tahun 2022 yang lalu.

Baca Juga :  Unggul 3-0 Melawan Singapura, Malaysia Berpeluang ke Semifinal Piala AFF 2022

Tidak sampai di situ, Kemenko Perekonomian saat ini juga tengah menyiapkan master plan pembangunan Kepri yang berbasis potensi daerah di 7 Kabupaten/Kota yang diharapkan ke depan Kepri akan menjadi lokomotif investasi di Indonesia. (yen)

Editor: Wahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here