Beranda All News RIP, Pele Menyusul Maradona Bermain Bola di Surga, Berikut Foto Kenangannya

RIP, Pele Menyusul Maradona Bermain Bola di Surga, Berikut Foto Kenangannya

0
Pele bersama Diego Maradona, semasa hidup dua legenda sepak bola dunia tersebut. F- [email protected]

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Rest In Peace (RIP), Pele meninggal dunia di usia 82 tahun, Jumat (30/12/2022) dini hari WIB. Legenda dunia dari Brasil itu menyusul Diego Maradona, dan ingin menepati janjinya bermain sepak bola bersama Diego Maradona di surga. Berikut sejumlah foto kenangan Pele.

Pele menghembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Albert Einstein, Sao Paulo, Brasil, Jumat (30/12/2022) dini hari WIB. Legenda sepak bola dari Brasil itu meninggal dunia karena sakit, komplikasi kanker kolon.

Meninggalnya Pele membuat sosok yang dijuluki O Rei do Futbol atau Raja sepak bola itu bisa menempati janjinya kepada mendiang Diego Maradona.

Dua tahun lalu, saat Diego Diego Maradona meninggal dunia, Pele begitu berduka. Dalam pesan menyayatnya, Pele berjanji kepada Maradona untuk bermain (sepak bola) bersama di Surga.

Semasa hidup Pele bersama anak Brasil bermain sepak bola di pantai. F- [email protected]

“Saya kehilangan teman terbaik dan dunia kehilangan legenda. Banyak yang harus dikatakan, tapi untuk saat ini, semoga Tuhan memberi kekuatan kepada keluarganya. Suatu hari nanti, saya harap, kita bisa bermain sepakbola bersama di Surga,” tulis Pele kala Maradona meninggal dunia.

Dua tahun berselang, Pele benar-benar menyusul Maradona. Sang Raja berpulang juga di penghujung tahun, seperti Maradona. Kini, Pele dan Maradona bisa bersama-sama bermain sepak bola di surga. Tuhan Yang Maha Mengetahui.

Berpulangnya Pele menjadi duka mendalam bagi dunia sepak bola. Maklum, Pele adalah salah satu pemain terbaik yang pernah ada di muka bumi.

Pele menjadi man of the match saat mengantarkan Brasil sebagai juara Piala Dunia. F- [email protected]

Pele menjadi satu-satunya pemain yang bisa memenangi Piala Dunia sebanyak tiga kali. Ia membantu Brasil juara dunia pada tahun 1958, 1962, dan 1970.

Satu catatan sejarah, sebelum Pele melakukan debutnya untuk timnas Brasil, negara di Amerika Selatan itu belum pernah memenangkan Piala Dunia. Ketika Pele menjadi timnas Brasil, satu sejarah dicatatnya. Brasil dua kali berturut menjadi juara dunia sepak bola, kala itu. Menyamai rekor Italia, mencatat sebagai negara yang mempertahankan gelar juara dunia dua kali berturut. Hingga kini, belum ada negara yang menjadi juara dunia dua kali berturut, di cabang sepak bola.

Baca Juga :  Kapolsek Gunung Kijang Buka Forum Curhat Kamtibmas untuk Pengelola Tempat Wisata dan Nelayan

Kemudian, pada saat Pele pensiun menggantung sepatunya, Brasil telah menang tiga kali, lebih banyak dari tim mana pun. Tim Samba meraih trofi Piala Dunia FIFA sebanyak 3 kali, yaitu pada 1958 di Swedia, 1962 di Chili, dan 1970 di Meksiko. Brasil dihadiahkan Piala Jules Rimet.

Pele Legenda Brasil membawa api Plimpiade. F- [email protected]

Setelah itu, atlet kelahiran 23 Oktober 1940 ini mendapatkan julukan O Rei atau Sang Raja. Bisa dibilang kontribusi terbesar Pele untuk sepak bola dan Brasil adalah mengubah negaranya yang kurang berprestasi menjadi negara adidaya sepak bola. Rest In Peace, Pele.

Asal Muasal Nama Pele
Statusnya sebagai legenda sepak bola Brasil membuat nama Pele dikenal di seluruh penjuru dunia. Namun belum tentu semua tahu, mengapa dia dipanggil Pele. Begini asal muasal nama Pele.

Pele lahir dengan nama Edson Arantes do Nascimento pada 23 Oktober 1940 di Tres Coracones, kota di pedalaman Brasil yang letaknya hampir 250 km dari Rio De Janeiro (ibu kota Brasil). Nama Edson merujuk pada Thomas Alva Edison, penemu ternama asal Amerika Serikat.

Dalam kolomnya di The Guardian pada 2006, Pele menyebut awalnya dia dipanggil ‘Dico’ oleh keluarganya. Namun bagaimana ceritanya ia bisa sampai dikenal sebagai Pele hampir sepanjang hayatnya?

Baca Juga :  Tren Pertumbuhan Ekonomi 7,07 Persen dari BPS Sesuai Prediksi Airlangga Hartarto

“Saya tak pernah 100 persen yakin tentang asal-usul nama itu, namun versi yang paling mungkin dimulai dari rekan setim ayah saya saat dia bermain untuk Vasco de Sao Lourenco. Rekan setimnya yang bermain sebagai kiper dikenal dengan nama Bile,” tulis Pele.

“Ketika saya berusia 3-4 tahun, ayah saya, Dondinho, suka mengajak saya datang ke sesi latihan Vasco. Kapanpun saya bisa, saya dulu suka bermain di dekat gawang. Ketika saya bisa menahan sebuah tembakan, saya akan berteriak, ‘Bagus, Bile,!’ atau ‘Penyelamatan hebat, Bile!'”

“Karena saya masih muda, entah bagaimana saya mengubah panggilan itu dan bilang jika saya besar nanti, saya ingin menjadi kiper seperti ‘Pile’. Sewaktu kami sekeluarga pindah ke Bauru, ‘Pile’ berubah menjadi ‘Pele’.”

“Entah saya yang mengubahnya sendiri atau, menurut paman saya, Jorge, itu disebabkan aksen Minas Gerais saya yang begitu kental. Di Bauru, saya bicara A, mereka mengartikannya B. Kemudian seorang bocah, saya lupa siapa, mulai meledek saya dengan memanggil saya Pele.”

Pele legenda sepak bola asal Brasil. F- [email protected]

Awalnya, Pele tak suka dipanggil seperti itu oleh teman-temannya. Ia marah, bahkan sempat dihukum karena memukul teman sekelasnya. Namun ia kemudian sadar bahwa ia tak bisa memaksa orang untuk memanggil dirinya sesuai yang ia mau. Lama-lama, ia jadi terbiasa, bahkan menyukainya.

“Berkat kiper bernama Bile itu, dan juga lelucon seorang teman sekelas, saya menjadi Pele. Sekarang nama itu dikenal di seluruh dunia dan saya tak akan keberatan,” pungkasnya.

Disemayamkan di Santos
Mendiang Pele akan disemayamkan di markas klub Brasil, Santos. Peti mati O Rei bakal dibawa melewati rumah ibunya yang berusia 100 tahun.

Pele melakukan tendangan salto pada saat Brasil menjadi juara dunia sepak bola. F- [email protected]

Pele menghembuskan napas terakhir di rumah sakit Albert Einstein di Sao Paulo, Jumat (30/12/2022) dini hari. Legenda Timnas Brasil itu wafat pada usia 82 tahun akibat kanker usus besar.

Baca Juga :  APK 'Nakal' Milik Cakades Malang Rapat Dicopot

Brasil berduka cita atas meninggalnya Pele. Bukan apa-apa, Pele adalah sosok utama kejayaan Tim Samba dengan berhasil mempersembahkan tiga titel Piala Dunia pada 1958, 1962, dan 1970.

Klub Brasil, Santos, juga sangat kehilangan atas meninggalnya Pele. Santos adalah klub yang mengorbitkan legenda bernama asli Edson Arantes do Nascimento itu pada 1956.

Pele menghabiskan 18 tahun di Santos dan berpisah pada 1974. Dia menorehkan 618 gol dari 636 pertandingan dan menyumbang 25 trofi, termasuk 6 gelar Liga Brasil dan 2 Copa Libertadores untuk Peixe.

Melansir AP, Santos dijadwalkan mengadakan penghormatan terakhir untuk Pele, Senin (2/1/2023). Jenazah Pele akan disemayamkan di markas klub, Stadion Vila Belmiro.

Pele meraih Piala Jules Rimet. F- [email protected]

Jenazah Pele dibawa keluar dari rumah sakit Albert Einstein pada Senin pagi waktu setempat, untuk prosesi persemayaman. Peti mati O Rei dibawa menuju markas Santos melewati jalanan kota hingga depan rumah ibunya, Dona Celeste, yang kini berusia 100 tahun.

Pele rencananya dimakamkan di Memorial Necropole Ecumenica, Selasa (2/1/2022) waktu setempat. Acara ini digelar tertutup dan hanya bisa dihadiri keluarganya saja. Ibu Pele tidak bisa mengikuti pemakaman sang anak, karena sakit. Dona Celeste kabarnya sudah tidak bisa meninggalkan tempat tidur dan hilang kesadaran. Selamat jalan and Rest In Peace (RIP), Pele. (yen)

Editor: Wahyu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here