Beranda All News Pelaku UKM Naik Kelas, Dewi Kumalasari: Kesenjangan Gender Masih Jadi Masalah

Pelaku UKM Naik Kelas, Dewi Kumalasari: Kesenjangan Gender Masih Jadi Masalah

0
Hj Dewi Kumalasari Ketua TP-PKK Kepri dan Hafizha Rahmadhani Ketua PKK Bintan bersama peserta wisuda program inkubasi bisnis kelompok perempuan UKM naik kelas, Selasa (20/12/2022). F- diskominfo kepri

Bintan, suaraserumpun.com – Ketua TP-PKK Provinsi Kepulauan Riau Hj Dewi Kumalasari menutup kegiatan Angel Investor Program Inkubasi Bisnis Pengembangan Usaha Perempuan, disejalankan dengan wisuda pelaku UKM naik kelas, di Aula Kantor Bupati Bintan, Selasa (20/12/2022). Dewi Kumalasari menyatakan, saat ini, kesenjangan gender masih jadi masalah di Kepri.

Penutupan Angel Investor Program Inkubasi Bisnis Pengembangan Usaha Perempuan ini disejalankan dengan wisuda 68 orang pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) naik kelas. 69 orang peserta kegiatan tersebut berasal dari Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Para pelaku UKM dari kalangan perempuan ini sudah mengikuti pelatihan selama 4 bulan. Dimulai sejak Agustus 2022 lalu, sampai Desember tahun 2022.

Hj Dewi Kumalasari Ansar menyampaikan, kesenjangan gender dalam berbagai bidang pembangunan masih merupakan masalah di Provinsi Kepri. Menurutnya, hal ini dapat dilihat dari masih rendahnya capaian Indeks Pemberdayaan Gender (IDG). Meskipun secara umum percapaian pembangunan gender semakin meningkat.

Baca Juga :  Pesanan Hewan Kurban Membludak, Stok di Peternakan Eza Mandiri Masih Banyak

Derdasarkan data IDG Provinsi Kepri tahun 2022 sebesar 58,97 persen. Masih jauh di bawah rata-rata nasional, sebesar 76,26 persen. Jika dilihat dari komponen pembentukannya, maka rendahnya capaian IDG Kepri terutama disebabkan oleh rendahnya presentase sumbangan pendapatan perempuan yang hanya sebesar 28,71 persen.

“Untuk itu, saya mengharapkan dengan diadakannya kegiatan ini para pelaku UMK kedepannya dapat terus berkomitmen dan konsisten dalam berusaha sehingga akhirnya dapat memberikan hasil yang baik sesuai yang diharapkan dan tentunya bisa memajukan ekonomi para pelaku usaha perempuan di Kepri lebih baik lagi,” kata Dewi Kumalasari.

Dewi Kumalasari menambahkan, saat ini, permasalahan perempuan dan anak di Kepri tidak terlepas dari sisi pendidikan, ekonomi, kesehatan, kekerasan, perkawinan anak, pola asuh anak, akses perempuan dalam teknologi hingga keterwakilan perempuan dalam politik dan dunia usaha.

Baca Juga :  Gubkepri dan DPRD Kepri Punya Tiga Program Besar

Untuk mengatasi permasalah perempuan dan anak di Kepri tersebut, lanjutnya, Presiden RI Joko Widodo telah memberikan 5 arahan. Yaitu peningkatan pemberdayaan perempuan dalam kewirausahaan, peningkatan peran ibu dan keluarga dalam pendidikan/pengasuhan anak, penurunan kekerasan pada perempuan dan anak, penurunan pekerja anak dan pencegahan dini.

“Program inkubasi bisnis ini merupakan salah satu program yang mendukung mandat yang diberikan Bapak Presiden RI Joko Widodo untuk diselesaikan sampai tahun 2024, guna mengatasi permasalah perempuan dan anak,” ungkapnya.

Dewi Kumalasari mengungkapkan, tujuan utama diadakannya program ini adalah guna mendorong para pelaku UKM khususnya perempuan Kepri untuk naik kelas, baik dari segi mindset, attitude, skill bisnis, standarisasi produk serta jejaring bisnis.

Baca Juga :  Ranperda Susunan Perangkat Daerah Pemprov Kepri Ditetapkan, Cek Komposisinya

Ia juga berharap melalui kegiatan Inkubasi bisnis ini dapat mendorong ekonomi perempuan untuk lebih maju dan kuat melalui bimbingan kelas Entrepreneurship, Community program, Lateral Thinking, Business Network dan pasar bersama.

“Semoga kelak ibu-ibu peserta yang sudah wisuda dari kegiatan Inkubasi bisnis ini, dapat menjadi utusan pelaku usaha perempuan yang potensial dan dapat menjadikan bisnis sebagai masa depan serta mampu memberikan peluang kerja untuk masyarakat sekitarnya,” tutup Dewi Kumalasari.

Kegiatan Angel Investor Program Inkubasi Bisnis Pengembangan Usaha Perempuan dan wisuda 68 pelaku UKM naik kelas ini dihadiri Ketua TP-PKK Bintan Hafizha Rahmadhani, dan kader PKK se-Bintan, serta sejumlah kepala OPD. (yen)

Editor: Sigik RS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here