Beranda All News Pemprov Kepri Ingin Mengoptimalkan Jumlah Yacht yang Berlabuh di Kepri, Ini Solusinya

Pemprov Kepri Ingin Mengoptimalkan Jumlah Yacht yang Berlabuh di Kepri, Ini Solusinya

0
Gubernur Kepri Ansar Ahmad didampingi Kapolda Kepri memimpin rapat koordinasi untuk meningkatkan jumlah yacht berwisata di Kepri, Rabu (16/11/2022). F- diskominfo kepri

Batam, suaraserumpun.com – Pemprov Kepri ingin mengoptimalkan jumlah yacht (kapal pesiar) yang berlabuh atau berwisata di perairan Kepri. Untuk mencari solusinya, Gubernur Kepri H Ansar Ahmad mengadakan rapat koordinasi dengan Dinas Pariwisata Kepri dan pihak terkait lainnya.

Turut hadir dalam rakor tersebut Kapolda Kepri Aris Budiman, Plt Kadis Pariwisata Luki Zaiman Prawira, Kadis Kelautan dan Perikanan Arif Fadillah, Kadis Perhubungan Junaidi, Kadispotmar Lantamal IV Letkol Bambang Sulistiono, Kabid Inhuker zona Kamla Wilayah Barat Kolonel Budi Elyas serta perwakilan Management Nongsa Point Marina.

Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad menjelaskan, usaha percepatan recovery ekonomi terus dilakukan oleh Pemprov Kepri. Satu dari sejumlah solusinya, yaitu melalui sektor pariwisata, dengan terus berkoordinasi dengan Kementerian Hukum dan HAM serta Direktorat Bea dan Cukai. Agar secara bertahap pembebasan Visa on Arrival (VoA) ke Kepri untuk diberlakukan lagi. Sehingga meningkatkan minat wisatawan berkunjung.

“Mudah-mudahan hasilnya bagus. Kita terus berkoordinasi dengan lintas Kementerian. Melalui Kemenko Perekonomian juga terus kita berkomunikasi, dan dalam waktu dekat mereka akan rapat koordinasi terkait VOA ini,” jelas Ansar Ahmad saat membuka Rapat Koordinasi Bidang Kepariwisataan Provinsi Kepulauan Riau di Marina Room, Nongsa Point Marina Batam, Rabu (16/11/2022).

Baca Juga :  Pesan Taba Iskandar ke Anak Kepri di Pelatihan Bela Negara

Dunia pariwisata Kepri, ungkap Gubernur Kepri, hancur lebur setelah datang badai pandemi covid-19 pada pertengahan 2019. Padahal pada tahun sebelumnya Pariwisata Kepri menempati urutan ke-2 kunjungan wisman tertinggi se-Indonesia setelah Bali dan mengalahkan Provinsi DKI yang berada di urutan ketiga.

“Wisatawan kita paling banyak selain dari Singapura dan Malaysia juga berasal dari India serta China. Namun ketika pendemi hilang semua kunjungan tersebut. Alhamdulillah laporan terakhir kunjungan wisman mulai ada peningkatan, dari periode Januari hingga September 2022 sudah ada 359.510 wisman yang masuk atau ada peningkatan sebesar 16,89 persen dari periode bulan yang sama pada tahun 2021 yang lalu,” jelasnya.

Menjelang akhir tahun 2022 ini, lanjut Gubernur Kepri, potensi pariwisata sebagai penambah pendapatan negara masih bisa dioptimalkan dari sektor pariwisata lainnya. Yaitu menarik wisatawan yang memiliki yacht (kapal pesiar) untuk bersedia memarkirkan kapal layarnya di entry-entry point yang ada di perairan Kepri. Di antaranya di Nongsa Point Marina, Lagoi, dan Kepulauan Anambas.

“Informasi dari Pak Dirut NPM Joko Pramono bahwa saat ini terparkir 6.000 yatch di Marina yang ada di Singapura. Dengan wilayah laut kita yang lebih indah tentunya kita bisa menarik mereka untuk masuk ke Kepri. 20 sampai 30 persen merupakan angka yang masuk akal. Jika mereka masuk, dan spending money disini tentunya akan menggerakan perekonomian wilayah kita,” sebut Gubernur Kepri.

Baca Juga :  Pergantian Tahun, Ikuti dan Saksikan Kemeriahan KasmaRun 2022 di Bintan Resorts

Namun, lanjut Ansar Ahmad, permit masuk untuk kapal yacht ke wilayah perairan Indonesia saat ini masih membutuhkan berbagai dokumen yang harus dilengkapi oleh pemilik kapal yang izinnya lintas instansi dan Kementerian, yang diharapkan kedepannya bisa dipermudah namun tetap memperhatikan kedaulatan maritim.

“Persoalan regulasi teknis akan coba kita sederhanakan. Kalau menyangkut peraturan di daerah bisa kita kaji dan lakukan inovasi. Namun jika terkait pusat bisa kita fasilitasi agar diberikan kemudahan namun tetap tidak melanggengkan dan wisatawan tetap berwisata dengan aman,” jelasnya.

Kepada Pengelola NPM, yang memiliki salah satu marina bertaraf Internasional yang berada di Batam, Gubernur Ansar menyarankan untuk membuat daftar hambatan apa saja yang ditemukan di lapangan terkait keluar masuknya Yacht di Wilayah Kepulauan Riau dengan menyurati instansi terkait dan selanjutnya akan dilakukan rapat Pembahasan berikutnya.

“Surati dulu instansi terkait baik Bea Cukai, Bakamla atau Pemko Batam atau instansi terkait mengenai hambatan perizinan keluar masuk yacht. Tembuskan ke Gubernur biar bisa dipelajari dan dari kami melalui dinas Pariwisata akan membuat tim kecil. Harapan sektor pariwisata cepat pulih sehingga ekonomi bisa bangkit,” tutupnya.

Baca Juga :  Ternyata, Penyalahgunaan Narkoba Meningkat Selama Pandemi

Direktur Utama PT Nongsa Terminal Bay Djoko Pramono minat wisatawan mancanegara yang ingin masuk ke perairan Indonesia sangat tinggi namun terkadang penetapan peraturan masuk secara resmi cukup sulit dan memakan waktu cukup lama.

“Oleh karena itu, kita rapat kali ini, berusaha mencari solusi terbaik agar wisatawan ini bisa masuk dengan mudah bersama Yatchnya namun tetap dalam koridor taat aturan hukum dan peraturan di Indonesia,” harapnya.

Apalagi setelah pandemi ini, minat wisatawan untuk masuk ke Batam terus meningkat ditandai juga dengan semakin banyaknya yatch yang parkir di Nongsa Point Marina dari Januari hingga September 2022 sudah mencapai 300 kapal.

“Sebelum pandemi tahun 2018 ada 1.196 kapal Yatch yang sandar disini. Harapannya ditahun mendatang akan semakin banyak kapal yang parkir disini, karena pada 2023 ada 13 agenda boating event yang akan kami selenggarakan. Semoga ini semua dipermudah sehingga recovery pariwisata bisa segera bangkit,” ucapnya. (yen)

Editor: Sigik RS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here