banner 728x90
Hafizha Rahmadhani Ketua TP-PKK Bintan melihat produk kerupuk hasil olahan Sentra Kerupuk Ikan Sungai Lekop Bintan Timur yang menembus pasar hingga Sumbar dan Riau, Selasa (11/10/2022). F- istimewa/diskominfo bintan

Produk Sentra Kerupuk Ikan di Bintan Menembus Pasar Sumbar dan Riau, Omzetnya Puluhan Juta

Komentar
X
Bagikan

Bintan, suaraserumpun.com – Produk industri kecil menengah Sentra Kerupuk Ikan Sungai Lekop Bintan Timur, Kabupaten Bintan sudah menembus pasar hingga ke Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) dan Riau. Omzet usaha warga ini mencapai puluhan juta per bulan. Kini, PKK Bintan ingin membuka pasar lebih luas, melalui media sosial atau digital.

Sentra Kerupuk Ikan di Kelurahan Sungai Lekop, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan telah menunjukkan eksistensi yang luar biasa. Satu rumah produksi kerupuk ikan ini mampu menghasilkan lebih dari 1 ton olahan kerupuk, per bulannya. Pendapatan atau omzet yang diterima para pelaku usaha ini lebih dari Rp50 juta per bulan.

Baca Juga :  Begini Suasana Halalbihalal Idulfitri Bersama Bupati Bintan dan Wabup

Meski demikian, Ketua TP PKK Bintan Hafizha Rahmadhani melihat ada peluang besar lagi, untuk pemasaran produk industri kecil menengah yang dikelola warga itu. Sehingga bisa menembus pasar internasional. Namun, usaha tersebut mesti sudah tercatat sertifikasi halal maupun P-IRT, dan kemasannya lebih berkualitas.

Hafizha Rahmadhani mengatakan, perkembangan sistem pasar saat ini sangat memudahkan pengembangan usaha. Hanya saja, inovasi terhadap produk harus dilakukan. Mulai dari kemasan, variasi produk hingga komposisi bahan.

“Bahan bakunya kita jaga, agar kualitas produknya baik. Kemasan juga perlu, buat semenarik mungkin, secantik mungkin. Intinya, melalui kemasan menarik, konsumen bisa terpikat dan tahu itu punya Bintan dengan cita rasanya yang khas,” kata Hafizha saat membuka kegiatan pendampingan pengembangan dan diversifikasi produk IKM Sentra Kerupuk Ikan di Sungai Lekop Bintan Timur, Selasa (11/10/2022).

Baca Juga :  Gubernur dan Ketua DPRD Kepri Menghadiri Entry Meeting Pemeriksaan Keuangan di BPK RI

Pemasaran hasil produksi kerupuk ikan Sungai Lekop Bintan Timur ini, udah tersebar di wilayah Bintan, Tanjungpinang, Batam, Karimun, Kepulauan Anambas. Bahkan pemasaran produk kerupuk ikan ini terbanyak di Riau daratan, Provinsi Riau. Serta di Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat.

“Pemasaran nantinya, akan menyentuh pasar digital atau media sosial. Bahkan, kita akan mencoba menjadi bagian dari marketplace raksasa seperti Alibaba.com, yang saat ini menjadi platform belanja online terbesar di dunia,” ujar Hafizha.

Pelatihan ini dilangsungkan selama tiga hari yang dilanjutkan dengan pendampingan selma 3 bulan ke depan. Narasumber sekaligus pendamping berasal dari Balai Diklat Industri Makasar. Nantinya seluruh pelaku IKM akan mendapatkan tambahan wawasan terkait penggunaan bahan baku, pemakaian mesin dan peralatan, pengemasan sampai pemasaran.

Baca Juga :  2022, Pemkab Bintan Merevitalitasi 23 Unit Rumah Produksi Kerupuk Ikan

“Kalau nanti pemasarannya sudah ke bentuk digital, kita harus mampu menghasilkan produk yang berdaya saing Bu. Ini ada narasumber yang ahli semua. Ambil ilmunya, serap semua pengetahuannya dan kembangkan di tempat kita,” pinta Hafizah Rahmadhani Putri, Ketua TP-PKK Bintan. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *