Beranda All News Mewaspadai Stunting dan Pentingnya ASI di ‘Mata’ Hj Dewi Kumalasari

Mewaspadai Stunting dan Pentingnya ASI di ‘Mata’ Hj Dewi Kumalasari

0
Hj Dewi Kumalasari Ketua TP-PKK Kepri menjelaskan kasus stunting dan pentingnya ASI. F- Istimewa/Diskominfo Kepri

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Tak ada kata berhenti bagi Hj Dewi Kumalasari Ketua TP-PKK Kepri, untuk menyosialisasikan tentang mewaspadai stunting dan pentingnya Air Susu Ibu (ASI). Berikut ini penjelasan tentang stunting dan pentingnya ASI di ‘mata’ Hj Dewi Kumalasari.

Hampir di setiap kegiatan kesehatan dan pendidikan keluarga, Hj Dewi Kumalasari selalu mengedepankan tentang stunting dan ASI. Terutama untuk kesehatan dan pendidikan anak di dalam keluarga. Begitu pula ketika Hj Dewi Kumalasari menjadi narasumber di stasiun radio, baru-baru ini. Dewi Kumalasari memaparkan apa itu stunting, dan betapa pentingnya ASI bagi anak di masa usia emas.

Dalam dialog ini, selain Hj Dewi Kumalasari, juga hadir narasumber lainnya yaitu Kepala Perwakilan (Kaper) BKKBN Provinsi Kepri Rohina, dan Ketua Asosiasi Ibu Menyusui wilayah Kepri Sujiatmi.

Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita. Orang Malaysia menyebutnya dengan nama ‘bantut’. Untuk itu, peran pemerintah dan stakeholder terkait sangat diperlukan dalam memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat.

Baca Juga :  Andil Lantamal IV Tanjungpinang Lewat Serbuan Vaksinasi bagi Masyarakat Pesisir

Di mata Hj Dewi Kumalasari, peran Pemerintah Provinsi Kepri beserta stakeholder terkait bahwa menunjukkan secara langsung daerah-daerah yang rawan terhadap stunting, memberikan edukasi kepada orang tua dan penanganan khusus terhadap anak yang mengidap stunting.

Sebagai mitra kerja pemerintah, penanganan stunting bukan hal yang dapat ditangani secara instan. Perlu peran masyarakat yang aktif untuk mendorong gerakan masyarakat lainnya untuk melawan stunting pada anak.

“Tentunya, kami selalu berkunjung ke daerah-daerah untuk melihat langsung terkait stunting guna melihat perkembangan ini,” kata Dewi Kumalasari.

Kendala yang dihadapi pemerintah terkait stunting adalah, tidak pahamnya masyarakat terhadap anaknya yang saat ini mengidap stunting. Sehingga pemerintah mendapati kasus stunting tanpa sempat melakukan pencegahan.

Stunting itu, ketika usia anak tidak sesuai dengan pertumbuhannya, bisa berupa tinggi anak yang tidak sesuai. Atau berat tumbuhnya yang tidak seimbang, yang jika berkelanjutan dapat menyebabkan kecacatan mental pada otak anak. Maka, peran orang tua yang paham akan stunting dan tanggap terhadap kesehatan anak sangat dibutuhkan.

Baca Juga :  Yayasan MPPI Bikin Aksi Kemanusiaan di Hari Kebangkitan Nasional 2021

“Justru itu, penting bagi seorang ibu memberikan ASI kepada bayi atau Balitanya di masa usia emas itu, di bawah 2 tahun. Agar, bayi tumbuh sehat dan memiliki imun alami,” jelas Hj Dewi Kumalasari.

Ketua AIMI Kepri Sujiatmi pun memaparkan pentingnya usia 1000 hari pertama anak mendapatkan ASI secara eksklusif. ASI yang cukup dapat menghindari kekurangan gizi pada anak. Ibu yang sedang dalam fase menyusui harus memahami pentingnya ASI untuk anak. Jika anak tidak dapat menyedot ASI, maka harus diberikan melalui cara lain. Hal ini yang perlu diedukasikan kembali kepada calon ibu dan ibu muda. Guna mendorong masyarakat Kepri bebas stunting.

Baca Juga :  Delapan Pelabuhan Internasional Dibuka, Ini Fasilitas yang Disiapkan buat Kedatangan Turis ke Kepri

“Saat ini, salah satu faktor anak tidak mendapatkan ASI yang cukup sehingga mengidap stunting adalah, banyak ibu muda atau calon pengantin (catin) di Provinsi Kepri yang memang belum memahami peran seorang ibu,” ungkap Sujiatmi.

Kaper BKKBN Rohina memaparkan peran yang dapat dilakukan pemerintah, yaitu memberikan edukasi secara lebih intensif kepada Catin dan Ibu muda, membuka tempat-tempat pelayanan di banyak tempat sebagai tempat pengaduan stunting atau permasalahan ASI, memberikan penanganan asupan gizi yang lebih memadai kepada pengidap stunting.

Menurutnya, banyak dari ibu muda atau catin sendiri memang belum mengerti bagaimana stunting dan ASI, sehingga kita mendapati kasus stunting pada anak, tanpa sempat melakukan pencegahan karena memang tidak ada keluhan dari ibu muda, tentunya kita sangat ingin membantu dengan semaksimal mungkin jika penyebab stunting dapat ketahui lebih dini sebelum semakin parah. (yen)

Editor: Sigik RS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here