Beranda All News Gathering PT BRC Lagoi dengan Journalist, Membahas Kunjungan dan Keinginan Turis

Gathering PT BRC Lagoi dengan Journalist, Membahas Kunjungan dan Keinginan Turis

0
Hebron Habeahan GM Admin & Finance PT BRC Lagoi menyampaikan peningkatan kunjungan turis ke Bintan Resort saat menggelar gathering dan berbuka puasa bersama wartawan di Treetops Banyan Tree Bintan, Rabu (13/4/2022). F- nurul atia/suaraserumpun.com

Bintan, suaraserumpunc.com – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) atau turis (tourist) ke Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dari Singapura, sudah ada peningkatan sejak 1 April 2022 lalu. Tapi, jika turis yang masuk ke Kepri cukup memakai rapid tes Antigen, jumlah kunjungan wisata ke Kepri akan semakin naik lagi. Bahkan, bisa normal lagi seperti sebelum masa pandemi Covid-19.

Hal tersebut menjadi tema pembicaraan utama, pada saat gathering manajemen PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) Lagoi bersama sejumlah journalist (wartawan) di Treetops Banyan Tree Bintan, kawasan pariwisata Bintan Resort Lagoi, Rabu (13/4/2022) malam. Kegiatan gathering ini sekaligus berbuka puasa bersama.

Hadir dalam kegiatan ini, Hebron Habeahan GM Admin & Finance PT BRC Lagoi, GM Operations Prakash Nair, Ahmad Yani General Affair Manager PT BRC Lagoi, Dennis Marketing Komunikasi PT BRC Lagoi, Sorta Public Relations PT BRC Lagoi bersama staf dan jajarannya lainnya.

Hebron Habeyahan GM Admin & Finance menjelaskan, Bulan Ramadan 1443 hijriah ini diharapkan menjadi momen doa bersama, agar pandemi Covid-19 berlalu. Saat ini, PT BRC Lagoi melihat secercah harapan untuk membangkitkan pariwisata di Lagoi. Kalau tahun 2020 sampai 2021, banyak aturan protokol kesehatan yang tidak pro dengan dunia pariwisata akibat Covid-19. Tapi, kondisi itu tidak bisa dihindari. Awalnya banyak yang booking hotel-hotel. Tapi karena aturan, kunjungan itu tidak jadi. Aturan dan selama masa Covid-19 benar-benar berdampak pada pariwisata.

Baca Juga :  Satpolair dan Tim Gabungan Mempatroli Pelabuhan Ilegal dan Bom Ikan

“Tapi pada saat tahun 2022 ini, sudah mulai menunjukkan tren positif. Dan kita juga, dengan Singapura sudah ada menjalankan membuka pintu masuk bagi turis. Mulai pada Februari 2022 lalu, dengan skema travel bubble. Walaupun ini diawali dengan keterbatasan,” jelas Hebron.

Dan saat ini, lanjutnya, sudah mulai setiap hari sejak 1 April 2022 lalu, ada peningkatkan kunjungan wisatawan. Sampai weekend ini, jumlah kunjungan itu naik terus. Jika biasanya, sehari pada akhir pekan itu satu trip perjalanan kapal laut, kini sudah bertambah menjadi tiga trip.

“Dan kapal yang datang itu, sudah bertambah jumlah penumpangnya, dibandingkan sebelumnya. Bookingan kamar juga sudah bertambah, di atas 200 kamar per harinya di waktu weekend. Bahkan, sudah sampai 350 bookingan kamar,” sebut Hebron.

“Untuk weekend atau akhir pekan ini, akan lebih banyak lagi. Karena menghadapi long holiday. Kita doakan semakin bertambah kunjungan turis asing ke Lagoi, Kabupaten Bintan, Kepri ini,” sambungnya.

PT BRC Lagoi berharap, peningkatan kunjungan wisatawan asing sejak 1 April 2022, nantinya akan sama dengan kunjungan ke Lagoi ini seperti sebelum masa pandemi Covid-19. Harapan ini diperlukan kerja sama semua pihak. Semoga pariwisata Kepri, dan khususnya di Bintan akan semakin pulih dan bangkit lagi. Sehingga, pendapatan daerah bisa naik.

Baca Juga :  Hebat! Sekolah Dasar di Bintan Punya Musala

“Kita berharap, dalam waktu dekat ini, ada kebijakan dari pemerintah yang bisa mendorong turis datang lebih banyak lagi. Dengan kebijakan pemerintah Singapura yang memberikan kemudahan atau kelonggaran, diharapkan pula akan ada kebijakan kelonggaran dari pemerintah kita di Indonesia,” harap Hebron.

Seperti kebijakan turis dari Singapura masuk ke Indonesia yang mengharuskan Rapid tes PCR, sebaiknya hanya diberlakukan Rapid tes antigen. Seperti yang diterapkan pemerintah Singapura terhadap turis dari Indonesia maupun dari negara luar lainnya.

Karena, syarat Rapid tes PCR itu cukup memberatkan bagi turis dari Singapura, untuk masuk ke Bintan, atau ke Kepri. Karena, di Singapura untuk tes PCR itu cost-nya (biaya) sebesar 130 dolar Singapura, atau setara dengan Rp1,2 juta. Padahal, masuk ke Singapura itu cukup dengan antigen saja.

“Keinginan para turis yang masuk ke Bintan (Indonesia), cukup menggunakan Rapid tes Antigen saja dari Singapura itu. Jika turis masuk cukup pakai Antigen, kunjungan wisata ke Kepri akan semakin naik jumlahnya,” jelas Hebron.

Baca Juga :  Operasi Zebra Seligi dan Yustisi, Belasan Remaja Keluyuran Digeledah Polisi

Pihak pengusaha pariwisata berharap, pemerintah di Indonesia bisa mengikuti apa yang dilakukan oleh pemerintah Singapura, yaitu memberikan kelonggaran bagi turis.

“Jika itu diberlakukan juga di Indonesia, kita yakin akan lebih banyak turis yang masuk ke Bintan,” tambahnya.

Manajemen PT BRC Lagoi bersama journalist sebelum berbuka bersama puasa Ramadan 1443 hijriah di Treetops Banyan Tree Bintan, Rabu (13/4/2022). F- Istimewa/PR BRC Lagoi

PT BRC Lagoi juga berharap dengan para journalist, bisa turut membantu memberikan informasi tentang persiapan PT BRC Lagoi dalam menyambut kedatangan turis.

“Bukan wisatawan mancanegara saja, turis lokal juga sudah bisa masuk dengan penuh kelonggaran ke Lagoi. Tapi, tetap protokol kesehatan,” demikian dipaparkan Hebron didampingi sejumlah manajemen PT BRC Lagoi.

Harjo Waluyo mewakili jurnalis Bintan mengucapkan terima kasih kepada PT BRC yang menggelar gathering dan berbuka puasa bersama ini. Wartawan juga merasa bangga ketika ada peningkatan kunjungan wisman ke Lagoi. Sejak diberlakukan kebijakan dibukanya pintu masuk wisatawan asing melalui pelabuhan internasional maupun bandara internasional dari Singapura ke Indonesia. Khususnya pintu masuk di Kepri.

“Kami akan terus mendorong wisata di Kepri, khususnya di Bintan bangkit lagi. Sehingga, geliat usaha masyarakat dan peluang kerja di Bintan berkembang lagi,” ujar Harjo. (nurul atia)

Editor: Sigik RS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here