Beranda All News Mau Sukses? Contoh Usaha IKM di Bintan yang Beromzet Rp4,4 Miliar Ini

Mau Sukses? Contoh Usaha IKM di Bintan yang Beromzet Rp4,4 Miliar Ini

0
Sekda Bintan Adi Prihantara memotong tumpeng pada saat peresmian rumah produksi usaha kerupuk ikan di Sei Lekop, Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Rabu (12/1/2022). F- Istimewa/Diskominfo Bintan

Bintan, suaraserumpun.com – Anda mau sukses dalam bidang usaha produk makanan ringan? Contoh usaha yang dilakukan Industri Kecil Menengah di Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) ini. IKM kerupuk ikan telah sukses mendapatkan omzet Rp4,4 miliar per tahun, dengan produksi 88 ton.

Usaha kerupuk ikan menjadi fokus bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di kelurahan Sei Lekop. Pemerintah Kabupaten Bintan pun terus berupaya memberikan dukungan semaksimal mungkin, demi berkembangnya usaha tersebut.

Sebagai dorongan Pemerintah Kabupaten Bintan, Dinas Koperasi Usaha Mikro Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Bintan meresmikan sentra kerupuk ikan. Pemkab Bintan juga melakukan serah terima rumah produksi kerupuk ikan kepada para pelaku usaha industri kerupuk ikan di Kelurahan Sei Lekop, Kecamatan Bintan Timur, Rabu (12/1/2022).

Baca Juga :  Kapal dari Inhil-Riau Tenggelam di Perairan Perbatasan RI-Malaysia

Sentra kerupuk ikan ini terbentuk dari KUBE. Pelaku IKM yang berdomisili di Perum Griya Indo Kencana ini sebanyak 47 orang pelaku usaha. Dari peresmian sentra dan penyerahan rumah produksi ini, diharapkan hasilnya bisa dipasarkan secara nasional. Bahkan diekspor ke mancanegara dengan standar Good Manufacturing Practices.

“Kita berbahagia, kita bangga dan kita siap mendukung. Harapan kami tentu rumah produksi ini bisa terjaga dengan baik, dikembangkan dan semua lini saling mendukung. Kita punya peluang besar di sini,” ujar Adi Prihantara Sekda Bintan di sela peresmian rumah produksi kerupuk ikan IKM Sei Lekop tersebut.

Baca Juga :  Piala Menpora: 8 Gol Tercipta, Tanpa Pemenang

Dari catatan, sampai akhir tahun 2021, sentra kerupuk ikan di Sei Lekop ini telah memproduksi 88 ton kerupuk ikan, dalam setahun.

“Omzetnya mencapai Rp4,4 miliar. Setelah pengoperasian rumah produksi dan berbagai bantuan alat produksi ini, nantinya produksi kerupuk ikan per tahunnya ditargetkan mencapai 1.128 ton, dengan omzet bisa mencapai Rp56,4 miliar,” sebut Adi Prihantara.

Sekda Bintan menjelaskan, bukti keseriusan dan dukungan terlihat pada tahun 2021 lalu. Melalui dana DAK di DPUMPP telah dialokasikan sebesar Rp5 miliar, untuk merevitalisasi 20 unit rumah produksi dan tempat penjemuran beserta dokumen perencanaan dan pengawasan.

Baca Juga :  Hampir Seribu Warga Ikut Vaksinasi di Vihara Bhakti Sasana Kijang, Vaksinator Dibikin Lelah

“Alhamdulillah revitalisasi 20 unit sudah selesai dalam waktu 7 bulan. Sekarang, masih dalam masa perawatan selama 6 bulan,” tutup Adi Prihantara.

Nah, bagi yang ingin sukses menjadi pengusaha IKM, boleh mencontoh atau studi banding ke tempat usaha kerupuk ikan di Sei Lekop, Kabupaten Bintan ini. (nurul atia)

Editor: Sigik RS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here