Beranda All News PPKM di Kepri Mau Turun Level? Kuncinya dengan Cara Membujuk Lansia

PPKM di Kepri Mau Turun Level? Kuncinya dengan Cara Membujuk Lansia

0
Ansar Ahmad Gubernur Kepri memimpin rapat percepatan vaksinasi lansia dengan bupati dan wali kota se-Kepri dengan virtual dari Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (1/11/2021) malam. F- nurul atia/suaraserumpun.com

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Pemerintah Provinsi Kepri kembali membahas tentang vaksinasi di Kepri, khususnya bagi kelompok lanjut usia atau lansia. Hal ini menjadi perhatian bagi Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) H Ansar Ahmad bagi kepala daerah kabupaten/kota dan semua lapisan masyarakat.

“Kalau PPKM di Kepri mau turun level? Ya, kuncinya tuntaskan vaksinasi lansia, dengan cara membujuk lansia agar mau divaksinasi,” tutur Ansar Ahmad saat memimpin rapat bersama bupati dan wali kota se-Kepri secara virtual dari Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (1/11/2021) malam.

Gubernur Kepulauan Riau H Ansar Ahmad menginginkan adanya keseriusan dari seluruh kabupaten dan kota untuk mengejar capaian vaksinasi lansia..

“Sekarang, yang masih menjadi penghalang kita untuk turun ke level yang lebih rendah hanya tinggal vaksinasi lansia jadi kita memang harus terus mendorong itu,” kata Ansar Ahmad.

Baca Juga :  Marc Marquez Kembali ke Balapan MotoGP, Pol Espargaro Lega, Ini Kata Johann Zarco

Saat ini, Provinsi Kepri masih berada di asesmen Covid-19 level 2 dikarenakan capaian vaksinasi lansia masih berada di kisaran 53,65 persen. Agar dapat turun ke level 1, pemerintah pusat memberikan syarat vaksinasi lansia yang harus mencapai minimal 60 persen.

Untuk kabupaten dan kota, hanya Kota Tanjungpinang dan Kota Batam yang berhasil melampaui capaian vaksinasi lansia lebih dari 60 persen. Sehingga dua kota tersebut dapat turun ke level 1. Sementara Kabupaten lainnya masih berada di level 2 dan level 3.

Baca Juga :  Ansar: Doakan Saya dan Bu Marlin Sampai Akhir Masa Jabatan

Gubernur Kepri mengingatkan kepala daerah bahwa pengumuman asesmen levelisasi selanjutnya adalah 7 November. Artinya sampai tanggal 5 November nanti, beberapa kabupaten yang belum mencapai target vaksinasi lansia harus semaksimal, dengan cara menggenjot vaksinasi lansia.

“Waktunya memang pendek, tapi harus kita kejar terus untuk vaksinasi lansia. Jika asesmen tanggal 7 nanti belum tercapai, paling tidak asesmen selanjutnya seluruh kabupaten dan kota di Kepri harus sudah di level 1,” sebut gubernur.

Sebagai daya tarik atau membujuk untuk mengajak lansia mau divaksinasi, harus dilakukan dengan menyertakan berbagai bantuan. Pemerintah kabupaten dan kota dianjurkan untuk mengajak pengusaha membantu bantuan sembako untuk stimulus vaksinasi lansia.

“Karena kemarin kan pengusaha sudah kita bantu divaksin gotong royong yang harusnya pakai dana mereka. Akhirnya, kita izinkan vaksin gratis dari pemerintah. Jadi sekarang giliran pengusaha yang membantu kita membantu menyediakan sembako untuk lansia,” sebut gubernur.

Baca Juga :  Anggaran untuk Papua Dialihkan buat Revitalisasi Pelabuhan di Natuna, Lihat Nilainya

Gubernur Kepri juga mengingatkan seluruh kepala daerah untuk mewaspadai potensi perlonjakan kasus di gelombang ketiga, yang sudah banyak diprediksi akan terjadi di akhir tahun.

“Libur natal dan tahun baru harus kita perketat. Kemarin, kita sudah kandas di gelombang kedua. Kalau gelombang ketiga ini kita dapat mempertahankan kelandaian seperti sekarang, maka kita bisa meminta berbagai diskresi ke pemerintah pusat,” kata Ansar Ahmad menambahkan. (nurul atia)

Editor: Sigik RS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here