Beranda All News Ada Kampung Kompor Induksi di Karimun, Energi Baru Hemat Biaya

Ada Kampung Kompor Induksi di Karimun, Energi Baru Hemat Biaya

0
Haris Andhika Senior Manager Niaga PLN bersama Gubernur Kepri Ansar Ahmad dan Bupati Karimun Aunur Rafiq meninjau kompor induksi, di Kecamatan Meral, Karimun, Rabu (27/10/2021). F- Istimewa/Humas Pemprov Kepri

Karimun, suaraserumpun.com – Saat ini, ada kampung kompor induksi di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Kompor induksi ini merupakan sumber energi baru yang hemat biaya dan ramah lingkungan.

Program kampung kompor induksi di Kabupaten Karimun, Kepri ini merupakan program perdana PLN di luar Pulau Jawa. Kampung kompor induksi di Karimun ini akan dijadikan program percontohan atau pilot project bagi wilayah lain. Peresmian program kampung kompor induksi ini dihadiri Gubernur Kepri H Ansar Ahmad, Bupati Karimun Aunur Rafiq dan jajaran PLN. Peresmian kampung kompor induksi ini berada di RT003/RW001 Kelurahan Baran Barat, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Rabu (27/10/2021) siang.

Baca Juga :  Pemerintah Buka Pendaftaran Sekolah Kedinasan Mulai 9 April, Cek Daftar dan Persyaratannya

Haris Andhika selaku Senior Manager Niaga PLN Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau (UIWRKR) menjelaskan, program kampung kompor induksi ini adalah komitmen PLN, untuk mendorong penggunaan kompor induksi di masyarakat.

“Ini merupakan komitmen PLN memasyarakatkan electrifying lifestyle, sekaligus mewujudkan Kepri energi bersih,” ucap Haris Andhika.

Dalam program kampung listrik, Haris menambahkan, konversi ke kompor induksi sebagai sumber energi baru ini, bertujuan meningkatkan ketahanan energi nasional. Karena mengubah penggunaan energi berbasis impor, menjadi energi berbasis lokal.

Haris menyatakan, penggunaan kompor induksi juga lebih efisien dibandingkan kompor dari sumber energi lain.

Baca Juga :  Empat Bulan ke Depan, Stok Beras di Kepri Aman

“Hasil percobaan PLN, untuk memasak 1,5 liter air dengan menggunakan kompor induksi sampai dengan suhu 100 derajat celsius, itu selama 11,3 menit. Untuk biaya energi kompor induksi ini, sebesar Rp334. Sementara, kalau menggunakan kompor gas selama 9,04 menit, biayanya sekitar Rp438,” sebut Haris untuk meyakinkan bahwa kompor induksi merupakan sumber energi yang hemat biaya.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengatakan, ke depannya Pemprov Kepri akan memprogramkan kompor induksi ini, supaya UMKM Kepri berjalan lebih baik, lebih aman dan lebih ramah lingkungan.

Baca Juga :  Hari Oeang Republik Indonesia, BP Batam Terima Stakeholder Award Pengelolaan BMN

“Saya kira ini solusi bagus, untuk menyambut revolusi hijau. Agar lingkungan kita lebih baik. Dengan berkembangnya UMKM, kita juga turut menjaga lingkungan,” ujar Ansar Ahmad.

Dengan motto Indonesia mandiri energi dengan menggunakan kompor induksi, Pemprov Kperi mendukung terhadap segala bentuk inovasi-inovasi BUMN tersebut, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kita akan terus mendorong inovasi-inovasi berbagai pihak. Termasuk BUMN, dalam upaya-upaya peningkatan ekonomi. Agar masyarakat lebih sejahtera. Kompor induksi ini, nantinya akan mendukung program pembangkitan ekonomi kita,” kata Ansar Ahmad Gubernur Kepri menambahkan. (nurul atia)

Editor: Sigik RS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here