Beranda All News Pengaruh Besar K-drama Hometown Cha-Cha-Cha Terhadap Pariwisata Korea Selatan

Pengaruh Besar K-drama Hometown Cha-Cha-Cha Terhadap Pariwisata Korea Selatan

0
Siska Mandalia SS MBA. F- Istimewa/dokumentasi siska

Oleh: Siska Mandalia SS MBA
Pengamat Pariwisata dan Dosen Pariwisata IAIN Batusangkar

AKHIR-akhir ini Korea Selatan adalah salah satu negara yang paling banyak diperbincangkan di kalangan internasional. Tidak hanya soal budaya dan teknologinya yang berkembang. Tetapi juga industri hiburannya yang mulai menguasai dunia.

Budaya Pop Culture yang kita kenal dengan Korean Wave atau Hallyu sudah menyebar keseluruh dunia. Istilah Hallyu atau Korean Wave muncul pada tahun 1990-an, di mana saat itu Korea Selatan dan Tiongkok mengadakan suatu hubungan diplomatik yang akhirnya menyebabkan kepopuleran industri hiburan seperti drama dan film produksi Korea Selatan di tengah masyarakat Tiongkok.

Korean Wave ini tentu saja sangat mempengaruhi berbagai industri di Korea Selatan itu sendiri. Mulai dari kesehatan, kecantikan, hingga pariwisata. Dalam industri pariwisata, Hallyu telah mempengaruhi tingkat kunjungan wisatawan ke Negeri Ginseng ini.

Contoh destinasi wisata yang baru-baru ini banyak diperbincangjkan di dunia maya adalah Gongjin yang terkenal karena K-dramanya Hometown Cha-Cha-Cha. Nama Gongjin sengaja dibuat oleh tim produksi tV-N. Terlepas dari namanya yang fiktif, namun desa tersebut benar benar ada. Gongjin diketahui adalah nama lain dari desa Cheongjin yang berada di Pohang. Desa ini terletak di sebelah tenggara Kota Seoul yang terkenal dengan wilayah pesisirnya.

Untuk mencapai lokasi ini, masyarakat harus menempuh waktu 3 jam dengan naik kendaraan darat atau 1 jam dengan naik pesawat. Dilansir dari situs Korea.net, Pohang merupakan kota dengan populasi terbesar di Provinsi Gyeongsang Utara. Kota ini juga menjadi pelabuhan utama di wilayah tersebut. Sejak episode pertama penayangannya, K-Drama Hometown Cha-Cha-Cha seakan tak henti membuat para penonton terpikat dan menjadi pembicaraan yang populer diberbagai media.

Baca Juga :  Personel Pengamanan Atlet Kepri di PON Papua Disepakati 20 Orang

Pada episode 1, Yoon Hye Jin (Shin Min Ah) pergi ke Gongjin pada hari ulang tahun ibunya. Ia duduk dan berjalan di tepi pantai. Tanpa diduga, sepatunya terseret ombak dan salah satunya tersangkut di papan selancar milik Hong Du Sik (Kim Seon Ho). Pantai tempat pertemuan pertama Hye Jin dan Du Sik tersebut bernama Wolpo Beach. Lokasinya berada di Desa Wolpo, Cheongha-myeon, Distrik Buk, Kota Pohang. Pantai sepanjang 900 meter, lebar 70 meter, dan luas 107.786? ini memiliki air yang bersih dan permukaan yang cukup dangkal. Setiap harinya bisa menampung sekitar 50.000 pengunjung serta terdapat banyak fasilitas umum dan akomodasi penginapan di sekitarnya.

Yoon Hye Jin membeli secangkir kopi di kedai kopi milik Oh Chun Jae/Oh Yoon seharga 4.000 won tetapi tidak bisa membayar karena ia tidak memiliki uang tunai. Hong Du Sik kemudian mengajaknya ke tempat pelelangan ikan dekat pelabuhan dan menyuruhnya bekerja membersihkan isi perut cumi-cumi dengan upah 8.720 won per jam.

Pelabuhan tersebut bernama Yangpo Port yang terletak di Desa Nelayan Yangpo, 65, Yangpohang-gil, Desa Yangpo, Janggi-myeon, Distrik Nam, Kota Pohang. Posisinya berada tak jauh dari perbatasan wilayah Pohang dengan Gyeongju. Kawasan ini juga menjadi tempat datangnya ikan-ikan segar dari laut dan juga terdapat area pelelangan ikan.

Baca Juga :  Menko PMK: Pemerintah Mengizinkan Salat Tarawih Berjemaah dengan Protokol Kesehatan

Di dalam dramanya, Yoon Hye Jin memutuskan untuk membuka klinik di Gongjin. Ia meminta bantuan kepala wilayah, Yeo Hwa Jeong (Lee Bong Ryun) untuk mencarikan gedung. Hwa Jeong kemudian menyuruhnya menemui agen properti di dekat kapal yang berada di atas bukit. Dan ternyata sang agen tersebut adalah Hong Du Sik. Bukit dengan sebuah kapal bertengger di atasnya tersebut adalah Mukeunbong Hill yang berada di Sabang Memorial Park, Desa Odo, Heunghae-eup, Distrik Buk, Kota Pohang. Kawasan seluas 4.500 hektar ini dibuka sejak 7 November 2007 untuk memperingati 100 tahun pengenalan proyek pengendalian erosi di Korea Selatan.

Taman itu juga didedikasikan sebagai pusat pendidikan teknologi erosi untuk memahami tujuan dan sejarah proyek pengendalian erosi sekaligus destinasi wisata.

Cheongjin 3-ri Community Welfare Center, juga menjadi salah satu latar utama yang muncul pada setiap episode Hometown Cha-Cha-Cha dan digambarkan sebagai Klinik Gigi Yoon milik Yoon Hye Jin. Bangunan klinik ini kepunyaan Yeo Hwa Jeong dan sebenarnya hendak digunakan sebagai cabang restorannya tetapi sengaja ia kosongkan jikalau ada dokter gigi yang bersedia membuka klinik di Gongjin. Cheongjin 3-ri Community Welfare Center merupakan pusat kesejahteraan komunitas bagi masyarakat Cheongjin sekaligus gedung serbaguna yang terletak di 423-3, Desa Cheongjin, Cheongha-myeon, Distrik Buk, Kota Pohang.

Baca Juga :  Plt Bupati Bintan: Pahami Cara Menggunakan Aplikasi Si Pandu Capil Berikut Ini

Korean Wave merupakan budaya populer Korea yang di dalamnya terdapat komponen film/serial drama (K-Drama), lagu (K-Pop), fashion, kosmetik dan kuliner. Hasilnya terjadi peningkatan keakraban dengan Korea dan meningkatnya kesadaran merek Korea di antara konsumen internasional sehingga mampu memberikan dampak yang positif bagi perekonomian Korea Selatan. Tidak hanya sektor manufaktur yang merasakan dampak dari fenomena ini, namun sektor pariwisata pun ikut terdampak dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan asing ke Korea Selatan.

Peningkatan wisatawan yang sangat pesat dimungkinkan karena country image Korea Selatan positif yang dibangun lewat budaya populer Korea mempunyai dampak yang signifikan dan drama Korea menjadi salah satu motivasi terbesar wisatawan untuk mengunjungi Korea Selatan.

Kepopuleran industri entertainment Korea Selatan juga membuat berbagai tempat atau kegiatan yang berhubungan dengan K-pop dan K-drama dapat membawa wisatawan untuk berkunjung. Bahkan bangunan agensi, toko souvenir K-pop, hingga tempat konser pun dapat menjadi objek tujuan wisata.

Hingga saat ini, muncul berbagai jenis wisata khusus bagi penggemar K-pop dan K-drama. Korea Selatan juga berada di 20 besar sebagai negara dengan kegiatan pariwisata terbaik di dunia. Itu artinya, Hallyu memiliki pengaruh yang sangat besar pada pariwisata Korea Selatan. ***

Editor: Sigik RS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here