Beranda All News Pedagang Tanjungpinang Menjerit, Minta Presiden Jokowi Mengakhiri PPKM Level 4 Hari Ini

Pedagang Tanjungpinang Menjerit, Minta Presiden Jokowi Mengakhiri PPKM Level 4 Hari Ini

0
Pedagang kaki lima dan pedagang asongan di kawasan tepilaut Kota Tanjungpinang sepi pembeli, selama masa PPKM Level 4.

KEPULAUANRIAU (suaraserumpun) – Ratusan pedagang kaki lima di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau menjerit dengan kondisi ekonomi saat ini. Pedagang kaki lima maupun pedagang asongan di Tanjungpinang meminta agar Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengakhiri masa PPKM Level 4, Senin (2/8/2021) hari ini.

“Kami yakin, wali kota kek, bupati kek, maupun gubernur sendiri, tak berani meminta ke Pak Presiden untuk mengakhiri masa PPKM ini. Kalau bisa ngomong langsung ke Pak Presiden, kami minta PPKM ini diakhiri. Jangan diperpanjang lagi,” ujar Syukri, seorang pedagang kaki lima di kawasan tepilaut Tanjungpinang, Minggu (1/8/2021) malam.

Menurut Syukri, sejak PPKM diberlakukan di Tanjungpinang, kehidupan pedagang semakin suram. Untuk mendapatkan uang Rp10 ribu per hari saja, sangat susah. Sementara, pedagang kecil seperti dirinya punya keluarga.

Menurutnya, pedagang kaki lima atau asongan di Tanjungpinang, mengharapkan pembeli di tempat terbuka seperti di kawasan tepilaut yang menjadi arena publik. Sementara, kawasan tepilaut ditutup.

Baca Juga :  Ansar Ahmad Yakin di Anambas Bisa Mencapai Target Vaksinasi

“Orang-orang pun tak boleh keluyuran. Mau minta tolong sama siapa lagi kami ini? Mau minta ke wali kota? Justru wali kota dan satgas yang menutup kawasan ini. Mau minta ke Pak Presiden, tak didengar la suara kita ini,” tutur Syukri.

Pemerintah pusat akan mengumumkan keputusan terkait PPKM level 4 hari ini. Apakah pemerintah akan memperpanjang PPKM level 4 ini atau tidak?

“Keputusan terkait PPKM akan diumumkan secara langsung oleh Bapak Presiden RI, sebelum PPKM tanggal 2 Agustus 2021 berakhir,” kata Direktur Jenderal Bina Administrasi Wilayah Kemendagri, Syafrizal kepada wartawan, Minggu (1/8/2021).

Syafizal mengatakan kebijakan yang akan diambil pemerintah akan mempertimbangkan seluruh aspek kehidupan. Dia mengatakan keselamatan warga adalah yang tertinngi.

“Kebijakan yang diambil Pemerintah tentunya mempertimbangkan seluruh aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, dimana tetap menempatkan keselamatan rakyat sebagai hukum tertinggi,” jelasnya.

Baca Juga :  795 Keluarga Karyawan BP Batam Sudah Divaksin Dosis Kedua

Syafrizal mengatakan Kemendagri akan mengikuti keputusan yang diambil Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenai PPKM ini. Dia mengatakan Kemendagri bersama pemerintah daerah siap menerapkan aturan itu.

“Kementerian Dalam Negeri beserta seluruh tingkatan pemerintahan, mulai dari Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupatrn/Kota sampai dengan Kelurahan dan Desa berada dalam satu tekad untuk mensukseskan kebijakan apapun yang diambil oleh Bapak Presiden esok hari (hari ini),” tuturnya.

Selain itu, Syafrizal juga memberikan beberapa imbauan kepada warga. Dia meminta agar masyarakat senantiasa menerapakan protokol kesehatan.

“Imbauan disampaikan kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjalankan produktifitas dengan senantiasa menerapkan protokol kesehatan secara ketat, sebagai bagian yang tidak terpisahkan dalam upaya penanganan pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional,” jelasnya.

Untuk diketahui, pemerintah sebelumnya memutuskan melaksanakan PPKM Darurat sejak 3 hingga 20 Juli di Pulau Jawa-Bali. Kemudian, pemerintah mengubah nama kebijakan tersebut menjadi PPKM Level 4 dan memperpanjang masanya pada 21-25 Juli. Pemerintah kemudian kembali memperpanjang PPKM Level 4 mulai 26 Juli hingga 2 Agustus 2021.

Baca Juga :  Geger! Ketua DPRD Bintan Agus Wibowo Dikeroyok Tiga Orang

Sejumlah daerah menerapkan level PPKM berbeda sesuai dengan kategori yang diatur pemerintah. PPKM di Jawa-Bali didominasi level 3-4. Sedangkan di luar Jawa-Bali, daerah-daerah menerapkan PPKM beragam dari level 2 hingga 4.

Saat mengumumkan masa perpanjangan, pemerintah sudah mulai menyesuaikan sejumlah aktivitas masyarakat. Hal ini dilakukan secara bertahap dengan ekstrahati-hati.

“Dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, aspek ekonomi, dan dinamika sosial, saya memutuskan melanjutkan penerapan PPKM level 4 dari tanggal 26 Juli sampai dengan 2 Agustus 2021. Namun kita akan melakukan beberapa penyesuaian terkait aktivitas dan mobilitas masyarakat yang dilakukan secara bertahap dengan pelaksanaan yang ekstrahati-hati,” ucap Presiden RI Jokowi memberikan keterangan lewat Instagram, Minggu (25/7/2021) lalu. (SS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here