Beranda All News Gedung SMKN 3 Tanjungpinang Jadi Tempat Karantina Terpadu, Begini Penjelasan Satgas

Gedung SMKN 3 Tanjungpinang Jadi Tempat Karantina Terpadu, Begini Penjelasan Satgas

0
Satgas Penanganan Covid-19 Provinsi Kepri dan Kota Tanjungpinang menyosialisasikan tentang SMKN 3 Tanjungpinang dijadikan tempat karantina terpadu, kepada masyarakat sekitar sekolah.

KEPULAUANRIAU (suaraserumpun) – Gedung SMK Negeri 3 Tanjungpinang dijadikan tempat karantina terpadu bagi pasien terkonfirmasi Covid-19. Masyarakat sekitar tak perlu khawatir. Begini penjelasan dari Satgas.

Wakil ketua harian Satgas Covid-19 Provinsi Kepulauan Riau dr Tjetjep Yudiana mengucapkan apresiasi, sekaligus memohon dukungan masyarakat atas rencana Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Kota Tanjungpinang menjadikan SMK Negeri 3 Tanjungpinang sebagai tempat karantina terpadu bagi suspek positif Covid-19.

“Situasi ini tanpa dukungan masyarakat, apa pun yang dilakukan pemerintah itu akan sia-sia,” ujar Tjetjep saat melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang penggunaan SMKN 3 sebagai tempat karantina terpadu di Kampung Bulang, Tanjungpinang, Minggu (4/7/2021).

Di hadapan warga Kampung Bulang, Tjetjep menjelaskan, masyarakat tidak perlu takut dengan digunakannya gedung SMKN 3 sebagai tempat karantina terpadu. Karena tidak akan membahayakan penduduk sekitar. Karena Pemerintah Provinsi Kepri melalui BPBD Kepri telah mengantisipasi dan merencanakan dengan matang aspek penangananan para suspek positif Covid-19.

Baca Juga :  Rahma Hadiri Peringatan Isra Miraj di Masjid Quba

“Kita jaga betul-betul area karantina tersebut supaya steril dari masyarakat umum dan anak-anak. Bapak ibu tidak perlu khawatir, karena tempatnya kita jaga 24 jam,” tegas Tjetjep.

Lebih lanjut Tjetjep menegaskan, justru karantina terpadu lebih aman dibandingkan dengan karantina mandiri di rumah. Sebab banyak ditemukan suspek positif yang karantina mandiri di rumah masih keluar berpergian keluar rumah tanpa memikirkan bahaya dirinya menularkan virus Covid-19 kepada orang lain.

“Orang-orang yang karantina mandiri itu yang membuat penyebaran Covid-19 makin tinggi. Karena tidak ada yang mengawasi mereka, tidak ada yang memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka, jadi mereka bisa keluar rumah,” ujarnya.

Baca Juga :  Pansus KBN DPRD DKI Jakarta Belajar Soal FTZ ke BP Batam

Pada kesempatan itu Ketua Satgas Covid-19 Kota Tanjungpinang, Riono mengatakan, tempat karantina untuk warga Tanjungpinang di Lohas Resort sudah penuh. Padahal menurutnya, kapasitas tempat tidur di Lohas sudah ditingkatkan dari 140 tempat tidur menjadi 182 tempat tidur.

Karena itu, kemudian Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau sebagai pemegang wewenang untuk sekolah tingkat atas di Kepri menyediakan SMKN 3 sebagai tempat karantina terpadu cadangan.

“Dipilihnya SMKN 3 karena dari sarana dan prasarana sudah memadai. Jadi ini hanya sebagai cadangan, apabila Lohas memang sudah penuh. Semoga kita tidak perlu memakai sekolah ini,” ujar Riono.

Baca Juga :  Jangan Kaget kalau Tanjungpinang Bakal Jadi Hongkong Kecil

Riono pun menekankan, kepada masyarakat jika yang ditempatkan di SMKN 3 bukanlah orang yang sakit, tetapi hanya mereka yang berbadan sehat. Namun teridentifikasi positif Covid-19 atau sering disebut sebagai Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Jadi bukan yang bergejala berat nanti yang di sana, yang tidak bergejala saja. Supaya mudah kita kontrol,” demikian jelas Riono.

Sebagai informasi sampai dengan Sabtu (3/7/2021) kasus aktif positif Covid-19 di Kota Tanjungpinang mencapai 1.104 orang dengan orang yang dikarantina mandiri sebanyak 830 orang. Untuk karantina terpadu SMKN 3 Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang menyiapkan 80 tempat tidur. (SS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here