Beranda All News Limit dari Jokowi Habis, Covid-19 di Batam Karimun dan Tanjungpinang Makin Gawat

Limit dari Jokowi Habis, Covid-19 di Batam Karimun dan Tanjungpinang Makin Gawat

0
Presiden RI Jokowi didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad saat meninjau vaksinasi massal di Kabupaten Bintan, Kepri, Rabu (19/5/2021) lalu.

KEPULAUANRIAU (suaraserumpun) – Limit atau batas waktu yang diberikan Presiden RI Jokowi kepada Pemprov Kepri, untuk menurunkan kasus Covid-19 selama dua minggu, sudah habis. Namun, Covid-19 di Batam, Karimun dan Tanjungpinang justru makin gawat.

Perkembangan kasus positif Covid-19 di Kepulauan Riau dalam seminggu terakhir, menunjukkan tren yang belum menunjukkan penurunan yang signifikan. Dari tabulasi data yang dirangkum Tim Satgas Penanganan Covid 19 Provinsi Kepulauan Riau dalam tiga hari terakhir, masih menunjukkan angka kasus yang relatif tinggi.

Bahkan, dari data yang terangkum tanggal 1 Juni 2021, kasus positif Covid-19 sebanyak 221 dengan Kota Tanjungpinang sebagai daerah tertinggi yang terkonfirmasi, dengan 102 kasus baru. Sementara untuk data yang masuk di tanggal 2 Juni se-Provinsi Kepri, tercatat 351 kasus dengan Kabupaten Karimun mencatat sebagai daerah tertinggi, dengan 133 kasus.

Baca Juga :  Cen Sui Lan Terima Persoalan Jalan Bengkong hingga Usulan Rute Kapal Pesiar dari ASITA

Sedangkan untuk data yang terekam tanggal 3 Juni 2021, total se-Kepri mencapai 223 kasus baru, dengan Kota Batam sebagai penyumbang terbesar yang terpapar Covid-19, dengan 123 kasus. Selebihnya 44 kasus baru di Kabupaten Bintan, 29 kasus positif di Kabupaten Natuna. 18 orang di Kabupaten Kepulauan Anambas, 6 orang di Kota Tanjungpinang dan 3 orang di Kabupaten Karimun.

Sedangkan untuk total konfirmasi se-Provinsi Kepulauan Riau sampai Kamis 3 Juni 2021, sebanyak 17.621 orang yang terpapar positif Covid-19, dengan kasus aktif 2.665 orang. Yang sembuh sebanyak 14.563 orang, dan kasus meninggal 393 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kepri M Bisri mengatakan, dari data harian yang masuk ada tiga daerah yang masih penyumbang angka Covid-19 yang relatif tinggi. Tiga daerah tersebut diantaranya Batam, Tanjungpinang dan Karimun.

Baca Juga :  Appeknas Kepri Sarankan ke Pemerintah, Cabut IUJK Via OSS

“Tiga daerah ini selalu menjadi fokus kita untuk dilakukan berbagai upaya, agar penyebaran Covid-19 bisa terus ditekan,” ujar Bisri kepada media, Jumat (4/6/2021).

Selain kampanye protokol kesehatan, edukasi ke masyarakat tiada henti tentang bahaya Covid-19 serta upaya testing, tracing, dan treatment bagi yang diduga positif Covid, juga dilakukan vaksinasi ke masyarakat.

“Respon masyarakat sangat positif untuk terus mematuhi anjuran pemerintah. Begitu juga soal program vaksinasi yang kita laksanakan. Berbagai elemen masyarakat memberikan dukungan penuh dalam rangka mendukung program Kepri Sehat yang terbebas dari Covid 19,” jelasnya.

Limit Presiden Jokowi

Sebelumnya, Presiden RI Jokowi memberi batas waktu selama 2 minggu untuk menurunkan kasus Covid-19 kepada Pemprov Kepri melalui Satgas Covid-19, Rabu (19/5/2021) lalu. Namun sampai Rabu (2/6/2021), jumlah terkonfirmasi psoitif Covid-19 di Provinsi Kepri, makin naik.

Baca Juga :  Sepuluh Desa di Lingga Benderang, Ansar Ahmad: Masih Ada 138 Desa yang Gulita di Kepri

Sehari sebelum kunjungan kerja Presiden RI Jokowi ke Kepri, pada tanggal 18 Mei 2021, masih terdapat 164 orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Kepri. Ada 162 orang pasien yang sembuh, dengan 4 orang meninggal dunia.

Presiden RI Jokowi saat melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Kepri mengingatkan, agar Pemprov Kepri hati-hati, hati-hati dengan Covid-19.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad pun diberi target selama 2 minggu, untuk menurunkan angka penyebaran Covid-19 oleh Presiden RI Jokowi. Ansar Ahmad merespon dan akan memenuhi target yang diberikan Presiden RI tersebut. Namun, sampai batas limit yang ditentukan Presiden, kasus Covid-19 di Kepri masih tinggi. Waspada! (SS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here