Beranda All News PT BAI KEK Galang Batang Sudah Merekrut 4.300 Pekerja, dari Target 21...

PT BAI KEK Galang Batang Sudah Merekrut 4.300 Pekerja, dari Target 21 Ribu Tenaga Kerja

0
Manajemen PT BAI KEK Galang Batang, Bintan, Kepri menerangkan perekrutan tenaga kerja di sela menerima kunjungan kerja Mendagri Tito Karnavian, Minggu (9/5/2021).

KEPULAUANRIAU (suaraserumpun) – PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Bintan, Provinsi Kepri sudah merekrut 4.300 pekerja, sampai triwulan pertama tahun 2021. Target tenaga kerja yang diperlukan PT BAI KEK Galang Batang ini mencapai 21 ribu tenaga kerja.

Jumlah pekerja tersebut disampaikan Zurkani Afikri Manajer Operasional PT BAI sebagai pengelola KEK Galang Batang, Bintan, Kepri pada saat menerima kunjungan kerja Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Minggu (9/5/2021). Dalam kunjungan kerja ini, Mendagri didampingi oleh Gubernur Kepri H Ansar Ahmad, Wakil Ketua DPRD Kepri Hj Dewi Kumalasari.

Turut hadir Pangkogabwilhan I, Danrem 033 Wira Pratama, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Dr Bahtiar, Dirjen Otonomi Daerah Akmal, Dirjen Keuangan Daerah Adrian, Direktur Utama PT BAI Santony, dan sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemprov Kepri.

Baca Juga :  Menhub Budi Karya Buka Peluang Investor untuk Melanjutkan Proyek Pelabuhan Malarko Karimun

Dalam kunjungan kerja Mendagri tersebut, Zurkani Afikri menerangkan rencana pengembangan Galang Batang, yang sudah ditetapkan sebagai KEK dengan Peraturan Pemerintah Nomor 42 tahun 2017. Penetapan KEK sebagai PSN dengan PP Nomor 40 tahun 2021.

Zurkani menyampaikan, PT BAI pengelola KEK Galang Batang sudah mulai beroperasi sejak 8 Desember 2018. Kegiatan utama di KEK Galang Batang adalah pembangunan dan pengelolaan kawasan, industri pengolahan bijih bauksit, penyediaan infrastruktur kawasan dan penyediaan logistik untuk kebutuhan kawasan.

“Luas lahan 2.333,6 hektare (penetapan KEK) dan yang sudah dikuasai 1.750 hektare. Lahan yang sudah kami gunakan 1.238 hektare dan lahan yang sudah berstatus HGB 327,15 hektare,” jelas Zulkarni di depan Mendagri Tito Karnavian, di ruang rapat PT Bintan Alumina Indonesia (BAI).

Dalam pengembangan KEK Galang Batang ini, lanjut Zurkani, proyeksi tenaga kerja yang dibutuhkan mencapai 21.000 orang dan realisasi sampai akhir tri wulan I tahun 2021 sudah menyerap tenaga kerja 4.300 orang, dengan Tenaga Kerja Asing (TKA) sebanyak 1.200 orang.

Baca Juga :  Nongsa dan Lagoi Dibuka, Ansar Ahmad Undang Menparekraf Sandiaga Uno

“Kami tetap berkomitmen untuk rekrutment tenaga kerja lokal di KEK Galang Batang,” tegasnya.

Menurut penjelasan Zurkani, PT Bintan Alumina Indonesia merupakan perusahaan yang dibentuk dari share holder beberapa perusahaan yang terdiri dari Global Aluminium International PTE LTD (Singapura), PT Mahkota Karya Utama (Indonesia) dan Press Metal Aluminium (Malaysia).

Rencana umum dari KEK Galang Batang dengan PT BAI sebagai investor utamanya yakni pembangunan pelabuhan dengan kapasitas bongksr muat 20 juta ton per tahun, produksi alumina sebanyak 2 juta ton pertahun, pembangunan gas station dengan kapasitas 1,9 m3 per tahun dan pembangunan PLTU dengan kapasitas 2.850 MW.

“Tidak hanya itu kami juga akan memproduksi aluminium ingot sebanyak 1 juta ton per tahun, produksi carbon anode 520.000 ton per tahun, membangun water reservoir dengan kapasitas 20 juta m3 per tahun serta membangun akomodasi untuk 20.000 orang yang bekerja di KEK Galang Batang,” katanya.

Baca Juga :  Pengurus Masjid dan Musala Wajib Menyediakan Fasilitas Prokes saat Salat Tarawih

Dalam kesempatan tersebut juga menambahkan, saat ini sudah terbangun dermaga serba guna yang dapat disandari kapal 2 x 35.000 DWT mother vessel dan dermaga tongkang yang dapat disandari kapal tongkang 4 x 10.000 DWT.

Usai pertemuan tersebut, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian berpesan ke pihak manajemen PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, agar menyerap dan mengutamakan tenaga kerja lokal. Selain itu, perusahaan di KEK Galang Batang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri juga diminta membeli produk lokal, dan mengurangi produk impor. (SS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here