KEPULAUANRIAU (suaraserumpun) – Serapan anggaran di Pemprov Kepri belum maksimal, karena penyesuaian Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD) yang baru, dari Kemendagri. Namun, Gubernur Kepri Ansar Ahmad terus mendorong program vaksinasi Covid-19 agar berjalan lancar, gas terus.
Ansar Ahmad menyampaikan, saat ini, Pemprov Kepri sedang melakukan pengencangan ikat pinggang, atau penghematan belanja daerah. Anggaran pemerintah daerah dilakukan realokasi (refocusing) untuk program prioritas, serta program-program yang sifatnya padat karya tunai.
“Mengenai penyerapan anggaran yang belum maksimal, itu dikarenakan sistem informasi pemerintah daerah (SIPD) yang baru dari Kemendagri. Masih perlu penyesuaian maupun aplikasinya. Tapi kita tetap optimis target-target yang sudah ditetapkan. Insyaa Allah akan tercapai dengan kerja-kerja kita yang terukur,” ujar Ansar Ahmad di sela kegiatan safari Ramadan di Dabo, Kabupaten Lingga, Jumat (16/4/2021) malam.
Kegiatan safari Ramadan Gubernur Kepri tersebut, ikut serta Ketua PKK Kepri Dra Hj Dewi Kumalasari MPd, Danlanud Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang Kolonel (Pnb) Andi Wijonarko. Turut hadir Anggota DPRD Kepri dapil Bintan-Lingga Kamaruddin Ali SH dan Hanafi Ekra. Serta sejumlah OPD dan beberapa orang staf khusus gubernur.
Rombongan gubernur berkunjung ke Masjid Al-Mubarok Bukit Kabung untuk berbuka puasa, sekaligus menunaikan salat magrib berjemaah. Di masjid tersebut Gubernur Ansar Ahmad secara pribadi memberikan bantuan sebesar Rp5 juta. Ansar Ahmad berpesan agar masyarakat Bukit Kabung, selalu menjaga silaturahmi. Gubernur juga meminta dukungan dan doa agar seluruh program pembangunan yang direncanakan berhasil dengan baik.

Dari Masjid Al-Mubarok, gubernur melanjutkan safari Ramadan di Masjid Raya Az-Zulfa di Dabo, Singkep. Di masjid raya, gubernur menunaikan salat isya dan tarawih berjemaah. Dalam kesempatan safari Ramadan di Masjid Az-Zulfa tersebut, Ansar Ahmad menyampaikan, momen Ramadan tahun ini, pemerintah memberikan keleluasaan kepada masyarakat untuk melaksanakan ibadah di masjid dan musala. Namun satu hal yang harus diperhatikan, agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.
“Kita harus bekerja maksimal untuk mencegah Covid-19 ini. Bahkan kita minta bantu aparat kepolisian dan TNI untuk terus mengedukasi masyarakat, tentang pentingnya penerapan protokol kesehatan demi mencegah penyebaran Covid-19,” jelas Ansar Ahmad.
Menurut gubernur, selain penerapan protokol kesehatan juga jauh lebih penting bagaimana menyukseskan program pemerintah tentang vaksinasi Sinovac dan AstraZeneca, dengan lebih memprioritaskan para lansia.
“Para lansia itu paling rentan terhadap bahaya Covid 19. Untuk itu program vaksinasi di Kabupaten Lingga ini diharapkan untuk lebih mengutamakan yang lansia karena lebih rentan terkena. Program vaksinasi ini menggunakan anggaran yang tidak sedikit. Mari kita sukseskan dengan kerja serius yang melibatkan banyak pihak,” harap Ansar Ahmad.
Dalam kesempatan tersebut gubernur juga menegaskan pihaknya terus bekerja untuk melakukan pemulihan ekonomi, di saat pertumbuhan ekonomi yang masih minus, karena badai pandemi Covid-19. Saat ini, pemerintah sedang melakukan pengencangan ikat pinggang.
“Anggaran pemerintah daerah kita refocusing untuk program prioritas serta program-program yang sifatnya padat karya tunai. Mengenai penyerapan anggaran yang belum maksimal dikarenakan SIPD yang baru dari Kemendagri, masih perlu penyesuaian maupun aplikasinya,” ujar gubernur.
Namun demikian, Ansar Ahmad tetap optimis, target-target yang sudah ditetapkan akan tercapai dengan kerja-kerja yang terukur. Meski serapan anggaran untuk pembangunan belum maksimal, program vaksinasi Covid-19 harus berjalan lancar dan sukses. (SS)
