Beranda All News Jangan Kaget kalau Tanjungpinang Bakal Jadi Hongkong Kecil

Jangan Kaget kalau Tanjungpinang Bakal Jadi Hongkong Kecil

0
Maket penataan Kota Tanjungpinang menjadi Hongkong kecil, di daerah menuju pusat perkantoran Pemprov Kepri.

KEPULAUANRIAU (suaraserumpun) – Jangan kaget kalau Kota Tanjungpinang bakal menjadi ‘Hongkong kecil’, untuk beberapa tahun ke depan. Kini, pemerintah provinsi sedang merancang penataan Kota Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepri.

Hongkong sebagai kota ternama di dunia yang gemerlap dengan lampu aneka warna, menjadi inspirasi desain penataan Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepri. Eksotiknya penataan kota, aneka hiasan lampu di pinggir jalan dan bangunan, serta penataan lingkungannya yang bersih, indah dan tertata rapi mencerminkan manajemen kota Hongkong. Daya tarik Hongkong di mata dunia itu sebagai contoh penataan Kota Tanjungpinang.

“Tak jadi masalah, kalau kita meniru Hongkong, dalam menata Tanjungpinang sebagai ibu kota Provinsi Kepri. Jangan kaget kalau Tanjungpinang bakal jadi Hongkong kecil di Kepri, untuk beberapa tahun ke depan,” kata Ansar Ahmad, Gubernur Kepri usai memimpin rapat rencana penataan Kota Tanjungpinang, Kamis (25/3/2021) kemarin.

Untuk mewujudkan konsep pengembangan ibu kota provinsi itu, Ansar Ahmad menyampaikan, penataan Tanjungpinang akan diredesain, atau didesain kembali. Penataan itu mulai direalisasikan pembangunannya pada tahun 2022. Ansar berharap, dalam tiga hingga lima tahun mendatang, Tanjungpinang bisa tampil menjadi kawasan yang nyaman dan mengesankan. Di kawasan ini juga direncanakan ada pertunjukkan seni serta hiburan budaya Melayu. Sebagai roh utama dari detak jantung Tanjungpinang, sebagai kota pusat peradaban Melayu.

Baca Juga :  Bintan Menargetkan 3.030 Ibu Hamil, Vaksinasi Masih Menunggu Arahan Dinkes Kepri

“Detail Engineering Design (DED) penataan Kota Tanjungpinang akan mulai dikerjakan tahun 2021 ini. Setidaknya di APBD Perubahan tahun 2021, sudah selesai,” harap Ansar Ahmad.

Sehingga, lanjut gubernur, tahun 2022 tinggal direalisasikan. Sebagai langkah awal, Ansar Ahmad membahas penataan Kota Tanjungpinang ini bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepri Abu Bakar. Turut hadir Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Mahyudin, Kepala BPKAD Reni Yusneli, Asisten III DR Syamsul Bahrum, dan beberapa pejabat dari Pemko Tanjungpinang.

Dalam rapat tersebut, Ansar menyatakan, selain ibu kota Provinsi Kepri, Kota Tanjungpinang akan dijadikan sebagai kota wisata. Tidak hanya wisata sejarah. Tetapi, dijadikan kota yang punya daya dukung infrastruktur wisata yang indah, cantik, eksotik, nyaman dan menawan.

Baca Juga :  Ranperda Susunan Perangkat Daerah Pemprov Kepri Ditetapkan, Cek Komposisinya

Pulau Penyengat sebagai ikon Tanjungpinang, tambah Ansar, sudah disiapkan desainnya, dengan tidak meninggalkan nilai-nilai sejarah dan budaya Melayu. Mulai dari pelabuhan sebagai pintu masuk ke Pulau Penyengat, Masjid Raya Sultan Riau, beberapa situs sejarah peninggalan Kerajaan Riau Lingga. Begitu juga jalan-jalan di Penyengat dan berbagai hal tentang budaya dan kearifan lokal masyarakat Melayu, akan dikemas dalam paket wisata. Kala malam tiba, aneka lampu warna warni menghias Pulau Penyengat.

“Saya punya mimpi, suatu saat nanti, Pulau Penyengat ketika malam tiba, seperti Hongkong. Bermandikan cahaya aneka warna. Tanjungpinang harus didesain seeksotis mungkin,” harap Ansar Ahmad.

Gubernur Kepri Ansar Ahmad memimpin rapat penataan Kota Tanjungpinang sebagai ib kota Provinsi Kepri menjadi Hongkong kecil dengan pimpinan OPD terkait, Kamis (25/3/2021).

Objek wisata lainnya seperti patung seribu wajah, gereja ayam, revitalisasi vihara Senggarang, kawasan jalan Merdeka, jalan Bintan dan Jalan Teuku Umar juga sudah disiapkan desain khusus. Daerah sekitar pelantar I dan pelantar Laut Jaya akan ditata sedemikian rupa, sehingga bersih. Dengan kapal-kapal dan perahu nelayan yang tambat di pelantar tersebut terlihat rapi, indah dan tertib.

Baca Juga :  Wamen ATR/BPN Tinjau Landing Point Jembatan Batam-Bintan dan Lokasi Pelepasan Kawasan Hutan di Bintan

Dengan demikian, maka Tanjungpinang bisa menjadi destinasi wisata yang bakal mengundang daya tarik para pelancong. Untuk mewujudkan hal tersebut, Ansar Ahmad mengungkapkan, perlu adanya kesungguhan menjadikan Kota Tanjungpinang sebagai kawasan wisata konservasi unggulan.

“Kita ingin Tanjungpinang nantinya mampu diorientasikan sebagai ekspresi eksotis sejarah yang dikemas secara modern. Dengan tatanan lingkungan yang menawan,” ungkap gubernur.

Untuk menunjang daya dukung kota wisata, jelas Ansar, dua fly over juga akan disiapkan di Tanjungpinang pada tahun anggaran 2022. Untuk itu Ansar Ahmad secara serius terus melobi pemerintah pusat. Agar membantu merealisasikan mimpinya tentang Tanjungpinang yang indah dan menawan.

“Saya tetap optimistis. Dengan segala keseriusan usaha dan upaya kita, Tanjungpinang bisa menjadi Hongkong kecil dengan segala keunggulan faktor pembedanya,” tutur Ansar Ahmad menambahkan. (SS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here