banner 728x90
PSG juara Liga Champions 2026 usai mengalahkan Arsenal pada pertandingan final lewat drama adu penalti, Sabtu (30/5/2026). F- dok/suaraserumpun.com

Dua Kali Beruntun, PSG Jawara Liga Champions 2026, Supporter Rusuh di Paris

Komentar
X
Bagikan

Tanjungpinang, suaraserumpun.com – Paris Saint-Germain (PSG) berhasil mempertahankan gelar jawara Liga Champions, UEFA Champions League (UCL). PSG menyandang titel gelar juara Liga Champions 2026 dua kali beruntun, setelah menang adu penalti versus Arsenal, dengan skor 4-3, usai bermain imbang 1-1. Namun, supporter PSG rusuh di Paris (Perancis). 130 orang lebih ditangkap polisi.

PSG memastikan gelar Liga Champions kedua beruntun setelah mengalahkan Arsenal lewat adu penalti di Puskas Arena, Budapest, Sabtu (30/5/2026) malam waktu setempat. Di Paris, lebih dari 40 ribu pendukung PSG memadati area sekitar Parc des Princes untuk menyaksikan laga melalui layar raksasa.

Tapi perayaan kemenangan itu tidak sepenuhnya berlangsung damai. Rekaman yang ditayangkan sejumlah media Prancis memperlihatkan ketegangan dan bentrokan singkat antara suporter dan aparat keamanan di beberapa lokasi.

Seperti diberitakan Guardian, kepolisian Paris mengerahkan ribuan personel untuk mengamankan sejumlah titik rawan di ibu kota Prancis. Hingga pukul 23.00 waktu setempat, lebih dari 130 orang telah ditangkap. Selain itu, polisi melaporkan sedikitnya enam kendaraan dan dua bangunan toko mengalami kerusakan selama kerusuhan berlangsung. Asap juga terlihat membumbung dari beberapa lokasi saat bentrokan terjadi.

Menurut laporan media Prancis, sebagian suporter PSG menyalakan dan menembakkan kembang api ke arah aparat keamanan. Polisi kemudian merespons dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Dalam sejumlah video yang beredar, petugas antihuru-hara terlihat berlari mengejar kelompok suporter yang terlibat kericuhan. Polisi juga tampak memadamkan flare yang dibuang di jalanan. Beberapa pendukung PSG bahkan terlihat mengenakan kaus bertuliskan “FU*K ARSENAL 2026” saat merayakan kemenangan.

Menteri Dalam Negeri Prancis, Laurent Nunez, menyebut pihaknya telah menyiapkan sistem pengamanan yang sangat ketat untuk mencegah kekerasan meluas.

“Ada sistem pengamanan yang sangat kuat dan sangat solid untuk membatasi kekerasan,” ujarnya.

Sementara juru bicara kepolisian menegaskan tujuan utama aparat adalah memastikan masyarakat bisa merayakan kemenangan dengan aman.

“Tanggung jawab kami adalah menjamin semua orang dapat merayakan secara meriah, tenang, dan aman sepenuhnya,” ucapnya.

Pemerintah Prancis mengerahkan sekitar 22 ribu polisi untuk menjaga keamanan selama final Liga Champions. Langkah itu diambil karena pengalaman buruk musim lalu. Saat PSG menjuarai Liga Champions untuk pertama kalinya dengan mengalahkan Inter Milan, perayaan suporter berujung kerusuhan yang menyebabkan dua orang meninggal dunia dan hampir 200 orang mengalami luka-luka.

Meski terjadi sejumlah insiden, sebagian besar perayaan berlangsung relatif damai. Tayangan televisi memperlihatkan kawasan Champs-Élysées dipenuhi ribuan suporter PSG yang merayakan keberhasilan timnya.

Polisi memperkirakan sekitar 20 ribu orang berkumpul di kawasan ikonik tersebut. Sebagian pendukung menyalakan flare dan kembang api, namun situasi secara umum masih terkendali dibanding insiden yang terjadi di beberapa titik lain di Paris.

PSG Jawara Dua Kali Beruntun
PSG kembali menjadi juara Liga Champions di musim ini. Les Parisiens masuk daftar elite tim yang lebih dari sekali menjadi kampiun. PSG memenangi gelar Liga Champions kedua mereka usai mengalahkan Arsenal 4-3 lewat adu penalti dalam laga final di Puskas Arena, Budapest, Hungaria, Sabtu (30/5/2026). Kedua tim sebelumnya bermain 1-1 selama 120 menit plus injury time.

Tim asuhan Luis Enrique sukses mempertahankan gelar yang mereka raih musim lalu. PSG menjadi tim kedua setelah Real Madrid yang mampu menjadi juara secara berturut-turut di era Liga Champions. Bedanya, El Real memenangi titel tiga kali beruntun. Sedangkan PSG tampil sebagai jawara Liga Champions dua kali beruntun. (yen)

Editor: Sigik RS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *